Bela Aborigin, Petinju Mualaf Australia Tolak Akui Lagu Kebangsaannya

Senin, 30 Januari 2017 - 14:30 WIB
Bela Aborigin, Petinju...
Bela Aborigin, Petinju Mualaf Australia Tolak Akui Lagu Kebangsaannya
A A A
NEW SOUTH WALES - Anthony Mundine lagi-lagi membuat heboh publik Australia. Petinju berusia 41 tahun itu mengatakan tidak mau mendengarkan lagu kebangsaan saat berduel melawan Danny Green di Adelaide Oval, Jumat (3/2/2017) mendatang.

Seperti dikutip The Guardian, Senin (30/1/2017), Mundine memutuskan tidak akan mengakui lagu kebangsaannya saat berduel dengan Green. Masalah diskriminasi jadi alasan utamanya.

Mundine mengatakan, lagu kebangsaan yang berjudul Advance Australia Fair (Menuju Australia yang Adil) merupakan bentuk pembodohan kepada masyarakat. Ia merujuk pada kasus diskriminasi yang saat ini masih dialami sebagian masyarakat Aborigin, suku asli Australia.

"Saya pria yang menentang sesuatu yang salah dan saya kira lagi itu adalah kesalahan besar di negara kami. Saya tidak bisa mendukung sesuatu yang saya tidak percaya," kecam Mundine yang berasal dari Newtown, New South Wales, kawasan dengan populasi Aborigin terbanyak

Mundine juga menolak disebut telah memecah-belah Australia. Dia mengatakan, lagu tersebut cuma tak pantas dinyanyikan lantaran lebih merepresentasikan masyarakat Australia kulit putih, bukan kulit hitam Aborigin sepertinya.

"Saya cuma ingin menyatukan banyak orang, menyatukan negara bersama-sama. Apakah anda mengecek kalimat 'Maju, kami muda, kami bebas'. Kami jauh dari kata muda dan banyak dari kami juga tidak bebas," keluhnya.

"Advance Australia Fair, jika anda bicara dengan sejarawan dan orang berpendidikan, itu cuma untuk kebijakan warga kulit putih, bukan kebijakan sebagaimana mestinya,"

Mundine juga menjadikan sikapnya kali ini untuk meminta pemerintah mengganti lagu kebangsaan Australia. "Sebab kebanggaan dari negara berasal dari bendera dan lagu kebangsaannya," tutup mantan pemilik sabuk juara tinju kelas menengah super tersebut

"Itu adalah simbol yang ikonik. Jadi ayo dimulai dengan mengubahnya dan mengakui masyarakat asli Australia bersama-sama. Saya akan senang melihatnya sebab akan membawa masyarakat Australia jadi lebih baik ke depannya," tutupnya.

Meski cukup heroik dengan memperjuangkan Aborigin, Mundine sudah kadung dicap sebagai petinju kontroversial. Petarung berjuluk Choc yang seorang mualaf itu pernah menyatakan ketidaksukaannya pada masyarakat Australia. Bahkan dia dijuluki Atlet Paling Kontroversial Sepanjang Sejarah Australia karena sikapnya.
(bep)
Berita Terkait
John Ryder Cuma Mau...
John Ryder Cuma Mau Duel Lawan Gennady Golovkin Sebelum Gantung Sarung Tinju
Ambil Risiko Hadapi...
Ambil Risiko Hadapi Matteo Signani, Tyler Denny Bertekad Bisa Jajal Janibek Alimkhanuly
Biodata Demetrius Andrade,...
Biodata Demetrius Andrade, Petinju Tak Terkalahkan yang Disebut Kurang Bertenaga
10 Pertarungan Tinju...
10 Pertarungan Tinju yang Melegitimasi Tinju Kelas Menengah Super
Tinju Kelas Menengah...
Tinju Kelas Menengah Super: Terbaik dari Yang Terbaik
Demetrius Andrade Tatap...
Demetrius Andrade Tatap Adu Jotos yang Gila dengan David Benavidez
Berita Terkini
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
1 jam yang lalu
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
4 jam yang lalu
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
4 jam yang lalu
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
5 jam yang lalu
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia 2026: Dongeng Cape Verde Baru Dimulai!
5 jam yang lalu
Cape Verde Tantang Argentina...
Cape Verde Tantang Argentina di Babak 32 Besar, Akankah Kejutan Berlanjut?
7 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved