Babak I All England 2017: Praveen/Debby dan 3 Ganda Terhenti
Kamis, 09 Maret 2017 - 08:31 WIB
Babak I All England 2017: Praveen/Debby dan 3 Ganda Terhenti
A
A
A
BIRMINGHAM - Hasil kurang bagus menerpa tim bulu tangkis Indonesia di babak pertama turnamen BWF Super Series All England 2017. Salah satu pasangan ganda campuran harapan tim Merah Putih, Praveen Jordan/Debby Susanto, harus terhenti di laga perdana, Kamis (9/3/2017) dini hari WIB.
Ya, juara bertahan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto gagal mempertahankan gelarnya di All England Open 2017. Langkah mereka terhenti usai berhadapan dengan Yuta Watanabe/Arisa Higashino, Jepang, dan kalah 17-21, 21-19 dan 12-21.
Melihat peluang di atas kertas, Jordan/Debby yang duduk di peringkat lima dunia masih lebih diunggulkan dari lawan, yang menghuni peringkat dua puluh dunia. Namun faktor terlambat in di awal game pertama, dikatakan Jordan/Debby menjadi penyebab kekalahannya kali ini.
“Kami terlambat start di game pertama tadi, jadinya nggak enak terus di lapangan. Padahal itu bagian yang penting. Kalau kami bisa main lebih baik dari awal, lawan pasti tidak akan berkembang. Hari ini kami tampil underperform,” kata Jordan seperti dilaporkan situs resmi PBSI.
“Kami mainnya kalah agresif dan mengontrol pukulan. Karena kalah agresif, kami jadi kebawa pola permainan lawan,” ujar Debby menimpali.
Hasil ini tentunya tidak sesuai harapan pasangan besutan klub Djarum Kudus tersebut. Sebab persiapan yang cukup matang sudah dijalani Jordan/Debby sejak awal tahun 2017 ini.
“All England jadi salah satu target kami tahun ini. Persiapannya juga kurang lebih sudah dua bulan. Tapi ternyata kami memang belum bisa tampil maksimal,” jelas Jordan. “Setelah ini kami akan tampil di Swiss Open. Kami harus bisa main lebih baik, karena di sini kami kehilangan banyak poin,” kata Debby menambahkan.
Selain Jordan/Debby, dua juara bertahan lainnya juga sudah gugur di babak pertama All England 2017. Tunggal putri Nozomi Okuhara asal Jepang, dikalahkan pemain India, Saina Nehwal. Sedangkan juara ganda putra All England tahun lalu, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov dari Rusia, menyerah dua game langsung dari pasangan Denmark, Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding.
Selain Jordan/Debby, tiga pasangan ganda campuran Indonesia juga tumbang pada laga pertama turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu. Mereka adalah Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti, dan Hafidz Faisal/Shela Devi Aulia.
Alfian/Annisa kalah straight set dari pasangan unggulan lima Lu Kai/Huang Yaqiong (China) dengan skor 9-21, 17-21. Sedangkan Ronald/Melati takluk dari ganda senior Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen 14-21, 5-21. Kemudian, Hafiz/Shela ditundukkan ganda China lainnya, Zhang Nan/Li Yinhui 16-21, 13-21.
Satu-satunya pasangan campuran Indonesia yang melangkah ke putaran kedua All England 2017 adalah pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu melaju ke putaran kedua dengan menyingkirkan ganda Taiwan Wang Chi-Lin/Lee Chia-Hsin 21-8, 21-18 selama 25 menit permainan.
Ya, juara bertahan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto gagal mempertahankan gelarnya di All England Open 2017. Langkah mereka terhenti usai berhadapan dengan Yuta Watanabe/Arisa Higashino, Jepang, dan kalah 17-21, 21-19 dan 12-21.
Melihat peluang di atas kertas, Jordan/Debby yang duduk di peringkat lima dunia masih lebih diunggulkan dari lawan, yang menghuni peringkat dua puluh dunia. Namun faktor terlambat in di awal game pertama, dikatakan Jordan/Debby menjadi penyebab kekalahannya kali ini.
“Kami terlambat start di game pertama tadi, jadinya nggak enak terus di lapangan. Padahal itu bagian yang penting. Kalau kami bisa main lebih baik dari awal, lawan pasti tidak akan berkembang. Hari ini kami tampil underperform,” kata Jordan seperti dilaporkan situs resmi PBSI.
“Kami mainnya kalah agresif dan mengontrol pukulan. Karena kalah agresif, kami jadi kebawa pola permainan lawan,” ujar Debby menimpali.
Hasil ini tentunya tidak sesuai harapan pasangan besutan klub Djarum Kudus tersebut. Sebab persiapan yang cukup matang sudah dijalani Jordan/Debby sejak awal tahun 2017 ini.
“All England jadi salah satu target kami tahun ini. Persiapannya juga kurang lebih sudah dua bulan. Tapi ternyata kami memang belum bisa tampil maksimal,” jelas Jordan. “Setelah ini kami akan tampil di Swiss Open. Kami harus bisa main lebih baik, karena di sini kami kehilangan banyak poin,” kata Debby menambahkan.
Selain Jordan/Debby, dua juara bertahan lainnya juga sudah gugur di babak pertama All England 2017. Tunggal putri Nozomi Okuhara asal Jepang, dikalahkan pemain India, Saina Nehwal. Sedangkan juara ganda putra All England tahun lalu, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov dari Rusia, menyerah dua game langsung dari pasangan Denmark, Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding.
Selain Jordan/Debby, tiga pasangan ganda campuran Indonesia juga tumbang pada laga pertama turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu. Mereka adalah Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti, dan Hafidz Faisal/Shela Devi Aulia.
Alfian/Annisa kalah straight set dari pasangan unggulan lima Lu Kai/Huang Yaqiong (China) dengan skor 9-21, 17-21. Sedangkan Ronald/Melati takluk dari ganda senior Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen 14-21, 5-21. Kemudian, Hafiz/Shela ditundukkan ganda China lainnya, Zhang Nan/Li Yinhui 16-21, 13-21.
Satu-satunya pasangan campuran Indonesia yang melangkah ke putaran kedua All England 2017 adalah pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu melaju ke putaran kedua dengan menyingkirkan ganda Taiwan Wang Chi-Lin/Lee Chia-Hsin 21-8, 21-18 selama 25 menit permainan.
(sbn)