Jadi Runner Up di Swiss, Praveen/Debby Diminta Lebih Fokus
Senin, 20 Maret 2017 - 02:51 WIB
Jadi Runner Up di Swiss, Praveen/Debby Diminta Lebih Fokus
A
A
A
BASEL - Penampilan Praveen/Debby memang antiklimaks dibanding laga semifinal, dimana keduanya mampu menghempaskan pasangan Zhang Nan/Li Yinhui asal China, dengan skor 17-21, 21-19, 21-16.
Seperti dituturkan Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI Vita Marissa yang berada di Basel, Swiss, penampilan lawan memang cukup impresif di babak final.
"Praveen/Debby sudah bermain maksimal di final, tetapi lawan tampil lebih sabar, permainannya rapi, dan tidak mudah untuk dimatikan," kata Vita kepada Badmintonindonesia.org.
"Intinya, mereka harus lebih fokus lagi dan menekan dari awal," sambung Vita yang beberapa tahun silam pernah berpasangan dengan Praveen.
"Namun penampilan Praveen/Debby sudah ada kemajuan dibanding di All England 2017 kemarin, kali ini Praveen bisa lebih bisa konsentrasi dan tidak lengah," ujarnya.
Indonesia hanya mengirim satu wakil ke laga final Swiss Terbuka 2017. Dua pemain tunggal ditaklukkan pemain China di babak semifinal, Anthony Sinisuka Ginting dikalahkan Lin Dan, dengan skor 17-21, 17-21. Sedangkan Fitriani tak dapat mengatasi permainan Chen Xiaoxin, 17-21, 19-21.
Indonesia dipastikan pulang tanpa gelar di Swiss Terbuka 2017. Satu-satunya wakil di partai final, Praveen Jordan/Debby Susanto ditaklukkan wakil Thailand dua game langsung.
Tampil di St. Jakobshalle, Basel, Minggu (19/3/2017), Praveen/Debby dipaksa menyerah oleh Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dua game langsung, 21-18 21-15. (Baca juga: Praveen/Debby Jadi Runner Up di Swiss Terbuka 2017 )
Seperti dituturkan Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI Vita Marissa yang berada di Basel, Swiss, penampilan lawan memang cukup impresif di babak final.
"Praveen/Debby sudah bermain maksimal di final, tetapi lawan tampil lebih sabar, permainannya rapi, dan tidak mudah untuk dimatikan," kata Vita kepada Badmintonindonesia.org.
"Intinya, mereka harus lebih fokus lagi dan menekan dari awal," sambung Vita yang beberapa tahun silam pernah berpasangan dengan Praveen.
"Namun penampilan Praveen/Debby sudah ada kemajuan dibanding di All England 2017 kemarin, kali ini Praveen bisa lebih bisa konsentrasi dan tidak lengah," ujarnya.
Indonesia hanya mengirim satu wakil ke laga final Swiss Terbuka 2017. Dua pemain tunggal ditaklukkan pemain China di babak semifinal, Anthony Sinisuka Ginting dikalahkan Lin Dan, dengan skor 17-21, 17-21. Sedangkan Fitriani tak dapat mengatasi permainan Chen Xiaoxin, 17-21, 19-21.
Indonesia dipastikan pulang tanpa gelar di Swiss Terbuka 2017. Satu-satunya wakil di partai final, Praveen Jordan/Debby Susanto ditaklukkan wakil Thailand dua game langsung.
Tampil di St. Jakobshalle, Basel, Minggu (19/3/2017), Praveen/Debby dipaksa menyerah oleh Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dua game langsung, 21-18 21-15. (Baca juga: Praveen/Debby Jadi Runner Up di Swiss Terbuka 2017 )
(sha)