Rossi: Vinales Saja Bisa Geber Motor Yamaha 2017, Masa Saya Tidak
Selasa, 04 April 2017 - 20:00 WIB
Rossi: Vinales Saja Bisa Geber Motor Yamaha 2017, Masa Saya Tidak
A
A
A
BUENOS AIRES - Sejak tes akhir musim MotoGP 2016 hingga MotoGP 2017 baru berjalan satu seri, Valentino Rossi telah dibayang-bayangi oleh rekan setim barunya, Maverick Vinales, yang didatangkan Yamaha Factory Racing buat menggantikan Jorge Lorenzo yang hijrah ke Ducati. Itu setelah Vinales memenangkan seri pembuka di Qatar, sedangkan The Doctor finis ketiga.
Untungnya, usai mengawali MotoGP Qatar 2017 dari posisi 10. Rossi bisa menyodok ke depan dan finis di podium ketiga. Itu semua berkat perjuangan feelingnya menjinakkan bagian depan motor Yamaha YZR-M1 spesifikasi 2017, plus kecepatannya saat masuk sudut tikungan.
_dengan_maverick_vinales_di_podium_juara_motogp_qatar_2017._(foto-yamaha).jpg)
Mengapresiasi terobosan setelan motornya untuk hasil finis podium di MotoGP Qatar 2017. Sejatinya Rossi sempat berpikir untuk beralih kembali ke spesifikasi Yamaha YZR-M1 2016, sebagaimana yang digunakan oleh dua pembalap debutan tim satelit Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco dan Jonas Folger.
“Kami meningkatkan pengaturan, terutama untuk memberikan stabilitas yang baik saat masuk tikungan, dan tim saya juga membuat modifikasi yang bagus untuk bagian depan motor. Saya kuat dalam pengereman,” beber Rossi seperti dilaporkan Motorsport.
“Pada awalnya, saya merasa lebih baik dengan motor Yamaha 2016, tetapi Yamaha lebih menyukai jika saya menggunakan motor 2017. Juga karena Vinales dapat menggeber motor 2017, jadi mungkin saya perlu lebih banyak waktu, walau saya juga mampu memacu motor itu,” imbuhnya.
Lalu bagaimana kedepannya, khususnya dalam akhir pekan jelang lomba seri kedua musim ini, yaitu MotoGP Argentina 2017, di Autodromo Termas de Rio Hondo, Santiago del Estero, Jumat-Minggu (7-9 April 2017).
“Hasil ini sangat baik bagi kami (Yamaha), bagus untuk feeling kami dan juga untuk sisi teknis, karena sekarang kami mengerti banyak hal. Untuk tim pabrikan akan lebih baik (bagi kedua pembalapnya) menggeber motor yang sama. Kami harus terus seperti ini,” kata pembalap 38 tahun itu lagi.
Untungnya, usai mengawali MotoGP Qatar 2017 dari posisi 10. Rossi bisa menyodok ke depan dan finis di podium ketiga. Itu semua berkat perjuangan feelingnya menjinakkan bagian depan motor Yamaha YZR-M1 spesifikasi 2017, plus kecepatannya saat masuk sudut tikungan.
_dengan_maverick_vinales_di_podium_juara_motogp_qatar_2017._(foto-yamaha).jpg)
Mengapresiasi terobosan setelan motornya untuk hasil finis podium di MotoGP Qatar 2017. Sejatinya Rossi sempat berpikir untuk beralih kembali ke spesifikasi Yamaha YZR-M1 2016, sebagaimana yang digunakan oleh dua pembalap debutan tim satelit Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco dan Jonas Folger.
“Kami meningkatkan pengaturan, terutama untuk memberikan stabilitas yang baik saat masuk tikungan, dan tim saya juga membuat modifikasi yang bagus untuk bagian depan motor. Saya kuat dalam pengereman,” beber Rossi seperti dilaporkan Motorsport.
“Pada awalnya, saya merasa lebih baik dengan motor Yamaha 2016, tetapi Yamaha lebih menyukai jika saya menggunakan motor 2017. Juga karena Vinales dapat menggeber motor 2017, jadi mungkin saya perlu lebih banyak waktu, walau saya juga mampu memacu motor itu,” imbuhnya.
Lalu bagaimana kedepannya, khususnya dalam akhir pekan jelang lomba seri kedua musim ini, yaitu MotoGP Argentina 2017, di Autodromo Termas de Rio Hondo, Santiago del Estero, Jumat-Minggu (7-9 April 2017).
“Hasil ini sangat baik bagi kami (Yamaha), bagus untuk feeling kami dan juga untuk sisi teknis, karena sekarang kami mengerti banyak hal. Untuk tim pabrikan akan lebih baik (bagi kedua pembalapnya) menggeber motor yang sama. Kami harus terus seperti ini,” kata pembalap 38 tahun itu lagi.
(sbn)