Djanur Minta Semua Pihak Percaya Penuh pada Keputusan Pelatih
Selasa, 13 Juni 2017 - 11:46 WIB
Djanur Minta Semua Pihak Percaya Penuh pada Keputusan Pelatih
A
A
A
BANDUNG - Kritik tajam terus mengarah ke Djadjang Nurjaman. Pelatih Persib Bandung itu mendapat sorotan karena tidak konsisten ketika memasang starting line up di setiap pertandingan pada ajang Liga 1 2017.
Sejauh ini pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut sering merombak susunan pemainnya. Hanya Achmad Jufriyanto dan Vladimir Vujovic yang paling sering dimainkan. Keputusan itu dianggap sekelompok suporter sebagai biang keladi dari hasil buruk yang diraih Maung Bandung. Menanggapi hal tersebut, Djanur minta agar semua pihak mempercayakan penuh seluruh keputusan pada tim pelatih.
"Memang saya mengerti, media, masyarakat dan Bobotoh tidak tahu persis keadaan dalam tim soal bagaimana masing-masing individu pemain. Jadi yang paling tahu adalah kami tim pelatih, bagaimana menurunkan seseorang, memasukkan seseorang ke line up, kami yang paling tahu," kata Djanur.
Ia mencontohkan saat mengganti Wildansyah di pertengahan babak kedua saat Persib menghadapi Bhayangkara FC beberapa waktu lalu. Ketika itu Djanur mendapat cemoohan karena keputusannya menarik keluar sang pemain.
"Memang kadang-kadang seperti kemarin, pergantian Wildan orang enggak tahu bahwa Wildan cedera, tidak bisa melanjutkan pertandingan. Tahunya pelatih saja yang bodoh itu (Wildansyah) diganti," cetusnya.
"Tidak perlu saya sampaikan ke media secara terbuka. Kami yang tahu kondisi tim seperti apa," tegas Djanur.
Melihat materi pemain Persib, pelatih yang pernah menempuh pendidikan kepelatihan di Italia itu memang harus merotasi skuatnya. Sebab banyak pemain bintang yang bakatnya bisa dimanfaatkan. Namun di sisi lain, Djanur harus mengikuti ketentuan pengelola Liga 1 dimana tiap tim wajib menurunkan tiga pemain muda sejak babak pertama.
Sejauh ini pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut sering merombak susunan pemainnya. Hanya Achmad Jufriyanto dan Vladimir Vujovic yang paling sering dimainkan. Keputusan itu dianggap sekelompok suporter sebagai biang keladi dari hasil buruk yang diraih Maung Bandung. Menanggapi hal tersebut, Djanur minta agar semua pihak mempercayakan penuh seluruh keputusan pada tim pelatih.
"Memang saya mengerti, media, masyarakat dan Bobotoh tidak tahu persis keadaan dalam tim soal bagaimana masing-masing individu pemain. Jadi yang paling tahu adalah kami tim pelatih, bagaimana menurunkan seseorang, memasukkan seseorang ke line up, kami yang paling tahu," kata Djanur.
Ia mencontohkan saat mengganti Wildansyah di pertengahan babak kedua saat Persib menghadapi Bhayangkara FC beberapa waktu lalu. Ketika itu Djanur mendapat cemoohan karena keputusannya menarik keluar sang pemain.
"Memang kadang-kadang seperti kemarin, pergantian Wildan orang enggak tahu bahwa Wildan cedera, tidak bisa melanjutkan pertandingan. Tahunya pelatih saja yang bodoh itu (Wildansyah) diganti," cetusnya.
"Tidak perlu saya sampaikan ke media secara terbuka. Kami yang tahu kondisi tim seperti apa," tegas Djanur.
Melihat materi pemain Persib, pelatih yang pernah menempuh pendidikan kepelatihan di Italia itu memang harus merotasi skuatnya. Sebab banyak pemain bintang yang bakatnya bisa dimanfaatkan. Namun di sisi lain, Djanur harus mengikuti ketentuan pengelola Liga 1 dimana tiap tim wajib menurunkan tiga pemain muda sejak babak pertama.
(bep)