Jelang MotoGP Assen, Media Ungkap Adu Opini Rossi dengan Vinales
Kamis, 22 Juni 2017 - 07:00 WIB
Jelang MotoGP Assen, Media Ungkap Adu Opini Rossi dengan Vinales
A
A
A
ASSEN - Tampaknya agak sulit mengingat sebuah Grand Prix di mana tim Yamaha Factory Racing berada dalam kesulitan sepanjang akhir pekan. Namun menurut Sportrider yang hadir di lintasan, hal itu benar-benar dialami oleh dua pembalap tim asal Iwata, Jepang tersebut di MotoGP Catalunya 2017, 9-11 Juni silam.
Seperti diketahui, Valentino Rossi hanya bisa finis ke-8, sedangkan Maverick Vinales menyelesaikan balapan di urutan ke-10. Bagi Vinales, ini merupakan hasil lomba terburuknya musim ini setelah gagal menuai poin di MotoGP Austin 2017 dan finis ke-6 di MotoGP Jerez.
Sedangkan bagi Rossi, ia sempat finis ke-10 di Jerez dan terjatuh di MotoGP Prancis 2017. Namun secara umum, di Jerez dan Prancis, serta Austin, finis buruk salah satu pembalap tim Garputala, bisa ditutup oleh hasil bagus oleh rekan setim lainnya.
Hasil butut di Catalunya pula yang membuat Vinales, walau masih berada di puncak klasemen sementara pembalap, hanya unggul tujuh poin dari Andrea Dovizioso (Ducati) di peringkat kedua. Sementara Rossi yang sudah tak mengecap podium pada empat lomba belakangan, kini tercecer di posisi kelima, terpaut 28 poin dari rekan setimnya.
Di saat Rossi mengkritik performa motor Yamaha YZR-M1 spesifikasi 2017. Vinales jadi pembalap yang paling bingung di MotoGP Catalunya. Apalagi dua pembalap tim satelit Yamaha Tech 3, Johann Zarco dan Jonas Folger finis lebih baik ketimbang dua pembalap tim pabrikan.
“Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi setiap kali saya membuat kemajuan di kejuaraan, terjadi sesuatu. Saya tidak akan terus mengeluh soal ban, karena itu hanya mengulang. Saya tahu saya tidak menyukai masalah saat ini,” tutur Vinales dalam jumpa pers pasca MotoGP Catalunya 2017.
“Saya merasa tak terkalahkan dalam beberapa balapan pertama, tapi di Catalunya saya finis ke-10, mungkin bisa ke-15 jika pembalap di depan tidak ada yang jatuh dan rusak mesinnya. Michelin bilang, ini adalah harga yang harus kami bayar karena tidak ikut tes dua pekan sebelumnya. Itu pernyataan konyol, karena di Argentina kami tidak tes di sana dan menang. Di Mugello kami juga hampir memenangkan balapan. Motor kami sangat sempurna,” imbuhnya.
_saat_dibuntuti_rekan_setimnya_valentino_rossi_pada_lomba_motogp_prancis_2017_di_sirkuit_le_mans._(foto-michelin).jpg)
Maverick Vinales (kanan-Yamaha Factory Racing) saat dibuntuti rekan setimnya Valentino Rossi pada lomba MotoGP Prancis 2017 di sirkuit Le Mans. (Foto/Michelin)
Nah, kini sudah jelas bahwa rasa frustasi telah dibangun di garasi Yamaha, seturut Vinales dengan Rossi memiliki pandangan yang berlawanan soal M1 2017. The Doctor melontarkan kritik pedas, sedangkan sang Top Gun memuji habis.
Vinales yang kecewa berat di race kandangnya melanjutkan opininya: “Tidak mungkin di Le Mans kami adalah motor terbaik, lalu di Catalunya jadi motor terburuk. Saya telah mencoba motor 2016, tapi motor 2017 jauh lebih baik.”
Baru beberapa menit setelah Vinales bicara, Rossi tiba di ruang jumpa pers yang sama. Ia lalu mengemukakan pendapat yang berbeda 180 derajat dengan Vinales.
“Ya, tentu saja kami harus membayar mahal untuk tidak menjalani tes dua pekan yang lalu,” itulah kata-kata yang keluar pertama kali dari mulut Rossi, lalu kemudian ia menjelaskan masalah yang ia hadapi dengan M1 2017.
“Dengarkan saya, Maverick dan saya akan menjelaskannya. Kami benar-benar kehilangan daya cengkeram. Saya dipaksa memperlambat motor begitu banyak, karena motor mengalami understeer,” kata Rossi coba menganalisis secara umum.
Pembalap 38 tahun itu lantas masuk ke detail. “Kami perlu mengembalikan perasaan M1 2016, agar lebih kompetitif dengan sedikit usaha. Saya telah berpacu dengan M1 2016 dan saya adalah pembalap tes yang bagus. Sejak pertama saya keluar dengan M1 2017, saya merasa sudah lebih sulit untuk membelok. Dengan motor ini kita harus merebah lebih lama di sepanjang tikungan, dan ini membuat ban lebih cepat habis.”
Nah, itulah jawaban jelas dari Rossi soal pernyataan Vinales yang bingung dengan kesulitannya di lomba MotoGP Catalunya 2017. The Doctor lantas menyinggung tim Yamaha Factory Racing yang lebih mempercayai ‘orang baru’ (Vinales) ketimbang dirinya.
“Atas sebab inilah kami menderita. Memang benar Vinales sangat kompetitif dengan motor ini, dan sebenarnya dia memenangkan dua lomba di awal musim. Dia cepat dan kompetitif, dan karena begitu, adalah normal (bagi tim) untuk berpikir bahwa ini adalah arah yang benar (dalam pengembangan motor),” kata Rossi di depan Vinales.
“Saya menyadari bahwa berpaling kembali (ke M1 2016) tidak akan menyenangkan, tetapi kami perlu mengambalikan feeling dari motor itu (ke M1 2017). Titik kekuatan motor Yamaha adalah selalu pada saat memasuki tikungan dan kecepatan di tikungan, dan juga saya,” urai Rossi sambil memuji dirinya sendiri.
“Dengan M1 2017 kami telah kehilangan kekuatan tersebut. Setelah Jerez, saya sempat bertanya kepada Yamaha untuk hal-hal tertentu yang akan kami uji di tes-tes berikutnya. Mari berharap saya mendapatkan kembali feeling dari motor tahun lalu,” imbuhnya.
Terakhir Rossi membicarakan kejuaraan aneh di MotoGP musim ini. “Anda harus membatasi keburukan pada hari-hari kurang oke, dan memanfaatkan ketika Anda memiliki akhir pekan yang bagus. Sayangnya, saya tidak bisa melakukan itu di Le Mans. Dengan M1 2017, saya mengalami sensasi buruk ini bahkan ketika saya bisa tampil cepat.”
Seperti diketahui, Valentino Rossi hanya bisa finis ke-8, sedangkan Maverick Vinales menyelesaikan balapan di urutan ke-10. Bagi Vinales, ini merupakan hasil lomba terburuknya musim ini setelah gagal menuai poin di MotoGP Austin 2017 dan finis ke-6 di MotoGP Jerez.
Sedangkan bagi Rossi, ia sempat finis ke-10 di Jerez dan terjatuh di MotoGP Prancis 2017. Namun secara umum, di Jerez dan Prancis, serta Austin, finis buruk salah satu pembalap tim Garputala, bisa ditutup oleh hasil bagus oleh rekan setim lainnya.
Hasil butut di Catalunya pula yang membuat Vinales, walau masih berada di puncak klasemen sementara pembalap, hanya unggul tujuh poin dari Andrea Dovizioso (Ducati) di peringkat kedua. Sementara Rossi yang sudah tak mengecap podium pada empat lomba belakangan, kini tercecer di posisi kelima, terpaut 28 poin dari rekan setimnya.
Di saat Rossi mengkritik performa motor Yamaha YZR-M1 spesifikasi 2017. Vinales jadi pembalap yang paling bingung di MotoGP Catalunya. Apalagi dua pembalap tim satelit Yamaha Tech 3, Johann Zarco dan Jonas Folger finis lebih baik ketimbang dua pembalap tim pabrikan.
“Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi setiap kali saya membuat kemajuan di kejuaraan, terjadi sesuatu. Saya tidak akan terus mengeluh soal ban, karena itu hanya mengulang. Saya tahu saya tidak menyukai masalah saat ini,” tutur Vinales dalam jumpa pers pasca MotoGP Catalunya 2017.
“Saya merasa tak terkalahkan dalam beberapa balapan pertama, tapi di Catalunya saya finis ke-10, mungkin bisa ke-15 jika pembalap di depan tidak ada yang jatuh dan rusak mesinnya. Michelin bilang, ini adalah harga yang harus kami bayar karena tidak ikut tes dua pekan sebelumnya. Itu pernyataan konyol, karena di Argentina kami tidak tes di sana dan menang. Di Mugello kami juga hampir memenangkan balapan. Motor kami sangat sempurna,” imbuhnya.
_saat_dibuntuti_rekan_setimnya_valentino_rossi_pada_lomba_motogp_prancis_2017_di_sirkuit_le_mans._(foto-michelin).jpg)
Maverick Vinales (kanan-Yamaha Factory Racing) saat dibuntuti rekan setimnya Valentino Rossi pada lomba MotoGP Prancis 2017 di sirkuit Le Mans. (Foto/Michelin)
Nah, kini sudah jelas bahwa rasa frustasi telah dibangun di garasi Yamaha, seturut Vinales dengan Rossi memiliki pandangan yang berlawanan soal M1 2017. The Doctor melontarkan kritik pedas, sedangkan sang Top Gun memuji habis.
Vinales yang kecewa berat di race kandangnya melanjutkan opininya: “Tidak mungkin di Le Mans kami adalah motor terbaik, lalu di Catalunya jadi motor terburuk. Saya telah mencoba motor 2016, tapi motor 2017 jauh lebih baik.”
Baru beberapa menit setelah Vinales bicara, Rossi tiba di ruang jumpa pers yang sama. Ia lalu mengemukakan pendapat yang berbeda 180 derajat dengan Vinales.
“Ya, tentu saja kami harus membayar mahal untuk tidak menjalani tes dua pekan yang lalu,” itulah kata-kata yang keluar pertama kali dari mulut Rossi, lalu kemudian ia menjelaskan masalah yang ia hadapi dengan M1 2017.
“Dengarkan saya, Maverick dan saya akan menjelaskannya. Kami benar-benar kehilangan daya cengkeram. Saya dipaksa memperlambat motor begitu banyak, karena motor mengalami understeer,” kata Rossi coba menganalisis secara umum.
Pembalap 38 tahun itu lantas masuk ke detail. “Kami perlu mengembalikan perasaan M1 2016, agar lebih kompetitif dengan sedikit usaha. Saya telah berpacu dengan M1 2016 dan saya adalah pembalap tes yang bagus. Sejak pertama saya keluar dengan M1 2017, saya merasa sudah lebih sulit untuk membelok. Dengan motor ini kita harus merebah lebih lama di sepanjang tikungan, dan ini membuat ban lebih cepat habis.”
Nah, itulah jawaban jelas dari Rossi soal pernyataan Vinales yang bingung dengan kesulitannya di lomba MotoGP Catalunya 2017. The Doctor lantas menyinggung tim Yamaha Factory Racing yang lebih mempercayai ‘orang baru’ (Vinales) ketimbang dirinya.
“Atas sebab inilah kami menderita. Memang benar Vinales sangat kompetitif dengan motor ini, dan sebenarnya dia memenangkan dua lomba di awal musim. Dia cepat dan kompetitif, dan karena begitu, adalah normal (bagi tim) untuk berpikir bahwa ini adalah arah yang benar (dalam pengembangan motor),” kata Rossi di depan Vinales.
“Saya menyadari bahwa berpaling kembali (ke M1 2016) tidak akan menyenangkan, tetapi kami perlu mengambalikan feeling dari motor itu (ke M1 2017). Titik kekuatan motor Yamaha adalah selalu pada saat memasuki tikungan dan kecepatan di tikungan, dan juga saya,” urai Rossi sambil memuji dirinya sendiri.
“Dengan M1 2017 kami telah kehilangan kekuatan tersebut. Setelah Jerez, saya sempat bertanya kepada Yamaha untuk hal-hal tertentu yang akan kami uji di tes-tes berikutnya. Mari berharap saya mendapatkan kembali feeling dari motor tahun lalu,” imbuhnya.
Terakhir Rossi membicarakan kejuaraan aneh di MotoGP musim ini. “Anda harus membatasi keburukan pada hari-hari kurang oke, dan memanfaatkan ketika Anda memiliki akhir pekan yang bagus. Sayangnya, saya tidak bisa melakukan itu di Le Mans. Dengan M1 2017, saya mengalami sensasi buruk ini bahkan ketika saya bisa tampil cepat.”
(sbn)