Dipaksa Mundur dengan Rp4,7 Triliun, Bos McLaren Tak Cemberut Lagi

Sabtu, 01 Juli 2017 - 01:00 WIB
Dipaksa Mundur dengan...
Dipaksa Mundur dengan Rp4,7 Triliun, Bos McLaren Tak Cemberut Lagi
A A A
BAKU - Eks bos tim F1, Ron Dennis, resmi berpisah dari McLaren setelah menjual kepemilikan sahamnya di McLaren Technology Group dan McLaren Automotive. Ia sekaligus melepas kepemimpinannya di kedua perusahaan tersebut.

Ya, sebuah perusahaan induk baru bernama McLaren Group akan menjadi payung baru bagi dua anak perusahaan tersebut. Mumtakalat Holding Company dan TAG Group tetap bertahan sebagai pemegang mayoritas saham McLaren Group.

Tapi detail perihal siapa yang membeli saham Dennis hingga kini belum diketahui, meski stasiun televisi Sky News melaporkan bahwa Dennis akan menerima 275 juta Poundsterling (sekitar Rp4,7 triliun) dari transaksi tersebut. Sheikh Mohammed bin Essa Al Khalifa akan menjadi kepala eksekutif McLaren Group.

Perlu diketahui, Dennis pertama kali terlibat dengan McLaren pada September 1980, saat proyek pribadinya, Project 4 F1, dilebur dengan tim McLaren yang prosesnya ditengahi sponsor Philip Morris.

Dalam kepemimpinannya, McLaren berhasil merengkuh gelar juara dunia bersama Niki Lauda (1984), Alain Prost (1985, 1986, dan 1989), Ayrton Senna (1988, 1990, dan 1991), Mika Hakkinen (1998 dan 1999), dan Lewis Hamilton (2008).

Pada bulan November tahun lalu, Dennis melepas jabatannya sebagai kepala dan CEO dari McLaren Technology Group. Saat itu ia berkata seperti dilaporkan Autosport dan Motorsport: “Saya sangat kecewa terhadap perwakilan TAG, Mumtakalat, dan pemegang saham utama McLaren lainnya yang memaksa kehendak mereka untuk memberhentikan saya dari jabatan saya saat ini. Keputusan itu diambil meskipun telah ada peringatan dari seluruh tim manajemen yang membeberkan konsekuensi dari keputusan ini terhadap operasi bisnis mereka.”

Namun, usai resmi berpisah dari McLaren, Dennis mengeluarkan pernyataan yang bernada jauh lebih kooperatif. Ia berkata: "Saya sangat senang bisa mencapai kesepakatan dengan rekan pemegang saham McLaren lainnya. Masa-masa saya di McLaren, kini bisa berakhir dengan baik. Saya sekarang bisa fokus pada kepentingan-kepentingan saya yang lain."

"Saya selalu berkata bahwa 37 tahun masa kerja saya di Woking (markas McLaren) sudah seharusnya menjadi bab penting dalam kisah McLaren. Dan saya mendoakan yang terbaik dan kesuksesan untuk McLaren," imbuh Dennis yang kini berusia 70.

Sementara kepala baru McLaren Group, Sheikh Mohammed bin Essa Al Khalifa, berkata: "Tidak lama lagi, kami akan mengumumkan rencana besar. Beberapa bulan dan tahun yang akan datang akan menjadi masa-masa yang sangat menarik bagi McLaren.

"Tapi untuk sekarang, hari ini, kami harus menyisihkan waktu sejenak untuk menyampaikan rasa terima kasih kami kepada Ron. Jadi, atas nama McLaren, dan kami ingin mengucapkan kata-kata berikut dengan tulus: terima kasih Ron," tutur Sheikh Mohammed bin Essa Al Khalifa.
(sbn)
Berita Terkait
F1 2022: Charles Leclerc...
F1 2022: Charles Leclerc Puas Penampakan F1-75 Lebih Agresif
CEO F1 Konfirmasi Melbourne...
CEO F1 Konfirmasi Melbourne Jadi Tuan Rumah F1 GP Australia hingga 2035
Apapun yang Terjadi,...
Apapun yang Terjadi, F1 2020 Tetap Digelar
Tahun Depan, Formula...
Tahun Depan, Formula 1 Pecah Rekor Seri Balapan Terbanyak dalam Semusim
F1 GP Miami 2022 Hadirkan...
F1 GP Miami 2022 Hadirkan Pantai Palsu di Tengah Sirkuit
Keren, Begini Penampakan...
Keren, Begini Penampakan Tim Balap Ferrari untuk Formula 1 2024
Berita Terkini
Catatan Bersejarah Maroko...
Catatan Bersejarah Maroko Usai Tembus Perempat Final Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Tumbangkan Kanada, Maroko...
Tumbangkan Kanada, Maroko ke Perempat Final Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Kanada vs Maroko: Mampukah...
Kanada vs Maroko: Mampukah The Canucks Akhiri Kutukan?
8 jam yang lalu
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
9 jam yang lalu
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
11 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 Ternoda,...
Piala Dunia 2026 Ternoda, Tim Mesir Keluhkan Aksi Polisi Dallas
12 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved