Sang Juara Bertekad Jaga Mahkota WBO Tetap Berada di China
Kamis, 20 Juli 2017 - 22:32 WIB
Sang Juara Bertekad Jaga Mahkota WBO Tetap Berada di China
A
A
A
SHANGHAI - Juara dunia tinju kelas terbang versi WBO, Zou Shiming akan menjalani duel mempertahankan gelar untuk kali pertama pada akhir bulan ini. Petinju asal China itu akan ditantang petinju asal Jepang, Sho Kimura pada 28 Juli 2017 di Shanghai Oriental Sports Center di Shanghai, China.
Shanghai Oriental Sports Center akan kembali menjadi saksi pertempuran Shiming di dalam ring tinju. Awal Januari tahun lalu, Shiming berhasil mencetak kemenangan TKO atas Natan Santana Coutinho untuk mengklaim sabuk WBO International di kelas terbang.
Namun, November tahun lalu, Shiming untuk kali pertama menjadi juara dunia, setelah menjalani duel profesional kesepuluhnya. Bertempat di Thomas & Mack Center di Las Vegas, Amerika Serikat, Shiming sukses merebut mahkota dunia WBO dengan kemenangan angka atas petinju Thailand, Prasitsak Phaprom.
Dengan sabuk juara dunia di pinggang, Shiming memiliki keinginan yang besar untuk membawa duel mempertahankan gelar ke negara asalnya. Ya, selain membumikan tinju di Negeri Tirai Bambu, Shiming ingin menjaga mahkota kelas terbang WBO tetap berada di China.
(Baca: Tekad Juara Dunia dari China Membumikan Tinju di Negerinya )
"Itu penting bahwa saya memenangkan sabuk juara di Las Vegas, rumah besar tinju. Saya ingin membawa kejayaan dan gairah ini, serta budaya tinju ke China," tandas Shiming, seperti dikutip Inquirer.
"Ini penting untuk mempertahankannya di China, saya tidak hanya ingin membawa sabuk dari rumah besar tertinggi, saya juga ingin menjaganya di China dan menyimpannya di China," petinju 36 tahun itu menambahkan.
Dalam menggelar duel mempertahankan gelar di Shanghai ini, Shiming menggandeng perusahaan asal China, seperti Alisports, yang merupakan bagian dari raksasa e-commerce Alibaba.
Meskipun menegaskan akan bekerja dengan perusahaan promosi tinju Top Rank lagi, namun dalam duel mempertahankan gelar ini, Shiming mempromosikan dirinya sendiri.
(Baca: Zou Shiming Enggan Berpisah dengan Dunia Adu Jotos )
Untuk diketahui, bos Top Rank, Bob Arum merupakan pihak yang kali pertama membawa Shiming ke tingkat profesional pada April 2013, dan menunjuk Freddie Roach sebagai pelatih Shiming. Kala itu, Arum ingin melakukan ekspansi bisnisnya hingga pasar China yang tampak menggiurkan.
Jauh sebelumnya, pendiri Komunis China, Mao Zedong pernah melarang olahraga tinju karena mengandung terlalu banyak kekerasan. Akan tetapi kedatangan legenda tinju dunia Muhammad Ali atas undangan pemimpin China, Deng Xiaoping pada 1979 menjadi titik balik.
Shanghai Oriental Sports Center akan kembali menjadi saksi pertempuran Shiming di dalam ring tinju. Awal Januari tahun lalu, Shiming berhasil mencetak kemenangan TKO atas Natan Santana Coutinho untuk mengklaim sabuk WBO International di kelas terbang.
Namun, November tahun lalu, Shiming untuk kali pertama menjadi juara dunia, setelah menjalani duel profesional kesepuluhnya. Bertempat di Thomas & Mack Center di Las Vegas, Amerika Serikat, Shiming sukses merebut mahkota dunia WBO dengan kemenangan angka atas petinju Thailand, Prasitsak Phaprom.
Dengan sabuk juara dunia di pinggang, Shiming memiliki keinginan yang besar untuk membawa duel mempertahankan gelar ke negara asalnya. Ya, selain membumikan tinju di Negeri Tirai Bambu, Shiming ingin menjaga mahkota kelas terbang WBO tetap berada di China.
(Baca: Tekad Juara Dunia dari China Membumikan Tinju di Negerinya )
"Itu penting bahwa saya memenangkan sabuk juara di Las Vegas, rumah besar tinju. Saya ingin membawa kejayaan dan gairah ini, serta budaya tinju ke China," tandas Shiming, seperti dikutip Inquirer.
"Ini penting untuk mempertahankannya di China, saya tidak hanya ingin membawa sabuk dari rumah besar tertinggi, saya juga ingin menjaganya di China dan menyimpannya di China," petinju 36 tahun itu menambahkan.
Dalam menggelar duel mempertahankan gelar di Shanghai ini, Shiming menggandeng perusahaan asal China, seperti Alisports, yang merupakan bagian dari raksasa e-commerce Alibaba.
Meskipun menegaskan akan bekerja dengan perusahaan promosi tinju Top Rank lagi, namun dalam duel mempertahankan gelar ini, Shiming mempromosikan dirinya sendiri.
(Baca: Zou Shiming Enggan Berpisah dengan Dunia Adu Jotos )
Untuk diketahui, bos Top Rank, Bob Arum merupakan pihak yang kali pertama membawa Shiming ke tingkat profesional pada April 2013, dan menunjuk Freddie Roach sebagai pelatih Shiming. Kala itu, Arum ingin melakukan ekspansi bisnisnya hingga pasar China yang tampak menggiurkan.
Jauh sebelumnya, pendiri Komunis China, Mao Zedong pernah melarang olahraga tinju karena mengandung terlalu banyak kekerasan. Akan tetapi kedatangan legenda tinju dunia Muhammad Ali atas undangan pemimpin China, Deng Xiaoping pada 1979 menjadi titik balik.
(nug)