Ingin Tempat Aman, Persib Bandung Bakal Pindah Kandang
Selasa, 25 Juli 2017 - 15:20 WIB
Ingin Tempat Aman, Persib Bandung Bakal Pindah Kandang
A
A
A
BANDUNG - Duel kontra Persija Jakarta rupanya jadi laga kandang terakhir Persib Bandung di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pasalnya, pada putaran kedua Liga 1 2017, Pangeran Biru akan pindah markas.
Persib kemungkinan besar akan kembali memakai stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung saat menjadi tuan rumah. Itu akan dimulai partai ke-18 saat menjamu PS TNI, Sabtu (5/8/2017).
Alasan keamanan dan kenyamanan jadi pertimbangan Persib memilih kembali pulang ke stadion Si Jalak Harupat. Ya, kerap terjadi masalah di stadion GBLA. Mulai dari hilangnya motor hingga beberapa kali keributan sulit dihindarkan.
Bukti terbaru, saat bentrok Persija Jakarta, Sabtu (22/7/2017), sejumlah oknum Bobotoh melakukan tindakan anarkis. "Di sana terlalu banyak masalah, terutama faktor keamanan," kata manajer Persib, Umuh Muchtar di Bandung.
Umuh mengakui keputusan pindah lagi ke stadion Si Jalak Harupat masih belum final. Tapi, dia akan mengupayakan dan membicarakannya dengan manajemen agar rencana itu bisa direalisasikan.
"Saya akan usahakan agar Persib bisa kembali lagi ke stadion Si Jalak Harupat. Keputusannya masih belum final. Nanti, kami akan bicara dulu dengan pihak manajemen," tambah Umuh.
Umuh menjelaskan faktor keamanan di stadion Si Jalak Harupat jauh lebih terjamin ketimbang stadion GBLA. Itu karena masyarakat sekitar selama ini sangat mendukung dan memberi kelancaran jika Persib menggelar laga kandang di sana.
Kondisi itu berbeda dengan di stadion GBLA. Area parkir tidak terjamin karena berdasarkan pengalaman sudah beberapa kali motor dicuri. Beberapa warga dan sejumlah ormas setempat juga tidak seramah seperti di stadion Si Jalak Harupat.
Di stadion GBLA, seringkali Bobotoh yang membawa kendaraan harus membayar parkir berulang kali diberbagai titik. Parahnya, penarikan biaya parkir sering dilakukan dengan pemaksaan.
Sedangkan di stadion Si Jalak Harupat jauh lebih ramah dan area parkir juga lebih aman. "Orang daerah (sekitar GBLA) tidak bisa mengamankan. Kalau di Si Jalak Harupat semua mendukung dan tidak pernah ada kehilangan," tambah Umuh.
Atas rencana ini, Umuh meminta maaf kepada mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada. Dada merupakan aktor penting dibalik pembangunan stadion GBLA yang semula dikhususkan bagi Persib.
"Mohon maaf kepada Pak Dada Rosada karena dia yang punya jasa membangun pertama (GBLA). Untuk sementara ini saya akan tinggalkan. Insya Allah ke depan kalau di GBLA ada perbaikan kami akan kembali lagi," tandas Umuh.
Persib kemungkinan besar akan kembali memakai stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung saat menjadi tuan rumah. Itu akan dimulai partai ke-18 saat menjamu PS TNI, Sabtu (5/8/2017).
Alasan keamanan dan kenyamanan jadi pertimbangan Persib memilih kembali pulang ke stadion Si Jalak Harupat. Ya, kerap terjadi masalah di stadion GBLA. Mulai dari hilangnya motor hingga beberapa kali keributan sulit dihindarkan.
Bukti terbaru, saat bentrok Persija Jakarta, Sabtu (22/7/2017), sejumlah oknum Bobotoh melakukan tindakan anarkis. "Di sana terlalu banyak masalah, terutama faktor keamanan," kata manajer Persib, Umuh Muchtar di Bandung.
Umuh mengakui keputusan pindah lagi ke stadion Si Jalak Harupat masih belum final. Tapi, dia akan mengupayakan dan membicarakannya dengan manajemen agar rencana itu bisa direalisasikan.
"Saya akan usahakan agar Persib bisa kembali lagi ke stadion Si Jalak Harupat. Keputusannya masih belum final. Nanti, kami akan bicara dulu dengan pihak manajemen," tambah Umuh.
Umuh menjelaskan faktor keamanan di stadion Si Jalak Harupat jauh lebih terjamin ketimbang stadion GBLA. Itu karena masyarakat sekitar selama ini sangat mendukung dan memberi kelancaran jika Persib menggelar laga kandang di sana.
Kondisi itu berbeda dengan di stadion GBLA. Area parkir tidak terjamin karena berdasarkan pengalaman sudah beberapa kali motor dicuri. Beberapa warga dan sejumlah ormas setempat juga tidak seramah seperti di stadion Si Jalak Harupat.
Di stadion GBLA, seringkali Bobotoh yang membawa kendaraan harus membayar parkir berulang kali diberbagai titik. Parahnya, penarikan biaya parkir sering dilakukan dengan pemaksaan.
Sedangkan di stadion Si Jalak Harupat jauh lebih ramah dan area parkir juga lebih aman. "Orang daerah (sekitar GBLA) tidak bisa mengamankan. Kalau di Si Jalak Harupat semua mendukung dan tidak pernah ada kehilangan," tambah Umuh.
Atas rencana ini, Umuh meminta maaf kepada mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada. Dada merupakan aktor penting dibalik pembangunan stadion GBLA yang semula dikhususkan bagi Persib.
"Mohon maaf kepada Pak Dada Rosada karena dia yang punya jasa membangun pertama (GBLA). Untuk sementara ini saya akan tinggalkan. Insya Allah ke depan kalau di GBLA ada perbaikan kami akan kembali lagi," tandas Umuh.
(mir)