Ucapan Duka Persib untuk Korban Pengeroyokan Oknum Bobotoh
Kamis, 27 Juli 2017 - 18:59 WIB
Ucapan Duka Persib untuk Korban Pengeroyokan Oknum Bobotoh
A
A
A
SERUI - Sepak bola Indonesia kembali diselimuti awan duka. Kamis (27/7/2017) Ricko Andrean meninggal dunia usai dikeroyok sejumlah oknum Bobotoh akhir pekan lalu.
Kejadian bermula saat Persib menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Ricko yang merupakan suporter setia Persib dianggap sebagai The Jakmania (pendukung Persija). Ia dipukuli hingga kritis dan akhirnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Santo Yusup, Kota Bandung, Jawa Barat. (Baca juga: Ricko, Korban Pengeroyokan Bobotoh Meninggal )
Kabar ini langsung beredar luas hingga terdengar oleh skuat Persib yang sedang melakoni laga tandang ke markas Perseru Serui. Lewat situs resmi klub, Maung Bandung menyampaikan ucapan duka untuk almarhum Ricko.
"PT Persib Bandung Bermartabat (Persib) dengan ini menyampaikan rasa duka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kami, Ricko Andrean pada Kamis 27 Juli 2017 sekitar pukul 10.00 WIB. Meninggalnya Ricko sebagai korban dari kekerasan antar suporter adalah cambuk bagi kami untuk terus memperbaiki diri dalam pengamanan dan kenyamanan suporter di areal stadion. Semoga kejadian yang menimpa Ricko ini menjadi yang terakhir di kalangan suporter Indonesia," tulis pernyataan resmi Persib Bandung.
Sementara itu, Atep Rizal selaku kapten tim menuturkan harapannya agar peristiwa kelam ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang. "Saya berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Ini harus jadi yang terakhir. Semoga, pelakunya minimal meminta maaf kepada keluarga juga," kata Atep di Serui.
"Saya berharap tak ada lagi kejadian serupa. Karena sepak bola bukan alat untuk memecah, tapi sepak bola adalah pemersatu," pungkasnya.
Sebagai bentuk duka, skuat Persib berencana mengenakan pita hitam di laga kontra Perseru, Sabtu (29/7/2017). Pelatih caretaker Persib, Herrie Setyawan berharap hal itu bisa diterima oleh tim lawan dan perangkat pertandingan lainnya.
"Kita akan siapkan pita hitam. Kita akan bicarakan dengan perangkat pertandingan juga. Kita berduka dengan kabar ini," ungkapnya.
Kejadian bermula saat Persib menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Ricko yang merupakan suporter setia Persib dianggap sebagai The Jakmania (pendukung Persija). Ia dipukuli hingga kritis dan akhirnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Santo Yusup, Kota Bandung, Jawa Barat. (Baca juga: Ricko, Korban Pengeroyokan Bobotoh Meninggal )
Kabar ini langsung beredar luas hingga terdengar oleh skuat Persib yang sedang melakoni laga tandang ke markas Perseru Serui. Lewat situs resmi klub, Maung Bandung menyampaikan ucapan duka untuk almarhum Ricko.
"PT Persib Bandung Bermartabat (Persib) dengan ini menyampaikan rasa duka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kami, Ricko Andrean pada Kamis 27 Juli 2017 sekitar pukul 10.00 WIB. Meninggalnya Ricko sebagai korban dari kekerasan antar suporter adalah cambuk bagi kami untuk terus memperbaiki diri dalam pengamanan dan kenyamanan suporter di areal stadion. Semoga kejadian yang menimpa Ricko ini menjadi yang terakhir di kalangan suporter Indonesia," tulis pernyataan resmi Persib Bandung.
Sementara itu, Atep Rizal selaku kapten tim menuturkan harapannya agar peristiwa kelam ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang. "Saya berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini. Ini harus jadi yang terakhir. Semoga, pelakunya minimal meminta maaf kepada keluarga juga," kata Atep di Serui.
"Saya berharap tak ada lagi kejadian serupa. Karena sepak bola bukan alat untuk memecah, tapi sepak bola adalah pemersatu," pungkasnya.
Sebagai bentuk duka, skuat Persib berencana mengenakan pita hitam di laga kontra Perseru, Sabtu (29/7/2017). Pelatih caretaker Persib, Herrie Setyawan berharap hal itu bisa diterima oleh tim lawan dan perangkat pertandingan lainnya.
"Kita akan siapkan pita hitam. Kita akan bicarakan dengan perangkat pertandingan juga. Kita berduka dengan kabar ini," ungkapnya.
(bep)