FIFA Putuskan Ubah Sistem Pengundian Piala Dunia
Jum'at, 15 September 2017 - 13:35 WIB
FIFA Putuskan Ubah Sistem Pengundian Piala Dunia
A
A
A
ZURICH - FIFA secara resmi telah mengubah sistem pengundian Piala Dunia. Itu akan dimulai pada perhelatan di Rusia tahun depan. Nantinya, penempatan peserta akan ditentukan berdasarkan peringkat.
Petinggi dan seluruh anggota komite FIFA telah menggelar pertemuan di Zurich, Kamis (14/9/2017). Salah satu hasil diskusinya adalah merevisi metode pengundian untuk Piala Dunia 2018 dan seterusnya.
Menurut laman resmi FIFA, disebutkan kalau sistem pengundiannya akan tetap memakai empat pot berbeda. Tapi, penghuninya sedikit mengalami perubahan, yakni akan disusun dari peringkat tertinggi hingga rendah.
Saat drawing yang bakal digelar di Moscow pada 1 Desember 2017 itu, Pot 1 akan diisi Rusia selaku tuan rumah, yang ditemani tujuh tim terbaik di dunia. Itu termasuk Brasil karena sudah dipastikan lolos kualifikasi.
Artinya, jika berdasarkan peringkat FIFA yang dirilis 14 September 2017, Jerman, Portugal, Argentina, Belgia dan Polandia akan masuk Pot 1 jika bisa mengamankan tempat di Negeri Beruang Merah.
Kemudian Pot 2 akan diisi tujuh tim terbaik berikutnya, misalnya Swiss, Prancis, Chile, Kolombia dan Spanyol. Hal serupa berlaku di Pot 3, dimana bisa saja dihuni Meksiko dan Inggris. Sedangkan, Pot 4 bakal ditempati tujuh tim dengan peringkat teredah yang tentunya sudah lolos ke Piala Dunia 2018.
Tapi, itu baru sebatas penjabaran saja. Sebab, nantinya peringkat FIFA yang akan dipakai adalah sebelum pengundian dilakukan, atau yang keluar pada 16 Oktober 2017. Artinya, bisa saja terjadi perubahan susunan peserta.
Ini berbeda dari sistem pengundian terdahulu. Sebelum terjadi perubahan sistem, hanya Pot 1 yang diisi tuan rumah serta tujuh tim dengan peringkat tertinggi.
Sedangkan anggota Pot 2, Pot 3 dan Pot 4 semula ditentukan berdasarkan letak geografis. Tapi, selebihnya tidak ada perubahan. Konstestan Piala Dunia 2018 akan tetap dibagi dalam delapan grup.
FIFA juga tetap berkeras setiap grup tidak akan disisi lebih dari satu tim dari konferesi yang sama. Tapi, itu tidak berlaku untuk zona Eropa. Dengan kata lain, Brasil dan Uruguay tidak mungkin tergabung dalam satu grup.
Petinggi dan seluruh anggota komite FIFA telah menggelar pertemuan di Zurich, Kamis (14/9/2017). Salah satu hasil diskusinya adalah merevisi metode pengundian untuk Piala Dunia 2018 dan seterusnya.
Menurut laman resmi FIFA, disebutkan kalau sistem pengundiannya akan tetap memakai empat pot berbeda. Tapi, penghuninya sedikit mengalami perubahan, yakni akan disusun dari peringkat tertinggi hingga rendah.
Saat drawing yang bakal digelar di Moscow pada 1 Desember 2017 itu, Pot 1 akan diisi Rusia selaku tuan rumah, yang ditemani tujuh tim terbaik di dunia. Itu termasuk Brasil karena sudah dipastikan lolos kualifikasi.
Artinya, jika berdasarkan peringkat FIFA yang dirilis 14 September 2017, Jerman, Portugal, Argentina, Belgia dan Polandia akan masuk Pot 1 jika bisa mengamankan tempat di Negeri Beruang Merah.
Kemudian Pot 2 akan diisi tujuh tim terbaik berikutnya, misalnya Swiss, Prancis, Chile, Kolombia dan Spanyol. Hal serupa berlaku di Pot 3, dimana bisa saja dihuni Meksiko dan Inggris. Sedangkan, Pot 4 bakal ditempati tujuh tim dengan peringkat teredah yang tentunya sudah lolos ke Piala Dunia 2018.
Tapi, itu baru sebatas penjabaran saja. Sebab, nantinya peringkat FIFA yang akan dipakai adalah sebelum pengundian dilakukan, atau yang keluar pada 16 Oktober 2017. Artinya, bisa saja terjadi perubahan susunan peserta.
Ini berbeda dari sistem pengundian terdahulu. Sebelum terjadi perubahan sistem, hanya Pot 1 yang diisi tuan rumah serta tujuh tim dengan peringkat tertinggi.
Sedangkan anggota Pot 2, Pot 3 dan Pot 4 semula ditentukan berdasarkan letak geografis. Tapi, selebihnya tidak ada perubahan. Konstestan Piala Dunia 2018 akan tetap dibagi dalam delapan grup.
FIFA juga tetap berkeras setiap grup tidak akan disisi lebih dari satu tim dari konferesi yang sama. Tapi, itu tidak berlaku untuk zona Eropa. Dengan kata lain, Brasil dan Uruguay tidak mungkin tergabung dalam satu grup.
(mir)