Siti Mahmudah Pecahkan Rekor di Tengah Bekapan Cedera
Rabu, 20 September 2017 - 20:48 WIB
Siti Mahmudah Pecahkan Rekor di Tengah Bekapan Cedera
A
A
A
KUALA LUMPUR - Cedera tak selamanya jadi penghambat untuk berprestasi, terkadang malah justru menjadi pemicu untuk meraih hasil terbaik. Itu pula yang dialami Siti Mahmudah, lifter putri Indonesia.
Siti yang turun di kelas 79 kg putri pada ajang ASEAN Para Games 2017, berhasil menyabet medali emas, Rabu (20/9). Bekapan cedera bahu kiri tak mengurangi semangatnya untuk tampil maksimal. Dimulai dengan barbel seberat 80 kg di angkatan pertama, Siti memulai aksinya di atas panggung angkat berat, Hall 2 Malaysian International Trade and Exhibition Center. Mulus di angkatan pertama, Siti menambah beban barbel menjadi 100 kg. Angkatan kedua ini pun dinyatakan sah oleh juri.
Meski nyeri terus mendera, tapi Siti tak menyerah. Beban barbel di angkatan ketiga ditambah menjadi 116 kg. Dan, Siti pun berhasil mengangkat barbel di kesempatan pamungkas itu. Hebatnya, angka 116 kg tak hanya mengantarkan Siti ke podium emas, tapi juga memecahkan rekor atas namanya sendiri.
“Di ASEAN Para Games 2015, rekor saya 115 kg. Saat ini memang hanya ditambah 1 kg, tapi itu sudah cukup untuk memecahkan rekor lama. Sengaja hanya sedikit selisihnya, karena bahu kiri saya masih cedera,” tutur Siti seperti tertuang dalam rilis yang diterima SINDONews.
Kemenangan ini Siti persembahkan untuk semua yang mendukungnya. “Saya persembahkan kemenangan ini untuk keluarga, negara, dan semua yang telah mendukung saya. Semoga kemenangan ini bisa mendorong atlet lain meraih hasil terbaik,” kata Siti yang mulai menekuni angkat berat sejak 2008.
Tak hanya Siti, lifter putri yang menyabet emas. Di hari ketiga pertandingan angkat berat, medali emas juga disumbangkan oleh lifter putri lainnya, Nurtani Purba. Atlet senior yang turun di kelas 73 kg ini mendulang emas setelah berhasil mengangkat barbel seberat 111 kg. Satu atlet lainnya yang meraih medali adalah Rahayu.
Tampil di kelas 67 kg, Rahayu berhak atas medali perak usai menorehkan angkatan terbaik 83 kg. Total di hari ketiga ini, tim angkat berat putri Indonesia menyumbangkan 2 medali emas dan 1 perak. “Saya merasa bangga bisa meraih emas, meski saya kurang puas tak bisa mencapai target angkatan yang saya inginkan,” kata Nurtani.
Siti yang turun di kelas 79 kg putri pada ajang ASEAN Para Games 2017, berhasil menyabet medali emas, Rabu (20/9). Bekapan cedera bahu kiri tak mengurangi semangatnya untuk tampil maksimal. Dimulai dengan barbel seberat 80 kg di angkatan pertama, Siti memulai aksinya di atas panggung angkat berat, Hall 2 Malaysian International Trade and Exhibition Center. Mulus di angkatan pertama, Siti menambah beban barbel menjadi 100 kg. Angkatan kedua ini pun dinyatakan sah oleh juri.
Meski nyeri terus mendera, tapi Siti tak menyerah. Beban barbel di angkatan ketiga ditambah menjadi 116 kg. Dan, Siti pun berhasil mengangkat barbel di kesempatan pamungkas itu. Hebatnya, angka 116 kg tak hanya mengantarkan Siti ke podium emas, tapi juga memecahkan rekor atas namanya sendiri.
“Di ASEAN Para Games 2015, rekor saya 115 kg. Saat ini memang hanya ditambah 1 kg, tapi itu sudah cukup untuk memecahkan rekor lama. Sengaja hanya sedikit selisihnya, karena bahu kiri saya masih cedera,” tutur Siti seperti tertuang dalam rilis yang diterima SINDONews.
Kemenangan ini Siti persembahkan untuk semua yang mendukungnya. “Saya persembahkan kemenangan ini untuk keluarga, negara, dan semua yang telah mendukung saya. Semoga kemenangan ini bisa mendorong atlet lain meraih hasil terbaik,” kata Siti yang mulai menekuni angkat berat sejak 2008.
Tak hanya Siti, lifter putri yang menyabet emas. Di hari ketiga pertandingan angkat berat, medali emas juga disumbangkan oleh lifter putri lainnya, Nurtani Purba. Atlet senior yang turun di kelas 73 kg ini mendulang emas setelah berhasil mengangkat barbel seberat 111 kg. Satu atlet lainnya yang meraih medali adalah Rahayu.
Tampil di kelas 67 kg, Rahayu berhak atas medali perak usai menorehkan angkatan terbaik 83 kg. Total di hari ketiga ini, tim angkat berat putri Indonesia menyumbangkan 2 medali emas dan 1 perak. “Saya merasa bangga bisa meraih emas, meski saya kurang puas tak bisa mencapai target angkatan yang saya inginkan,” kata Nurtani.
(amm)