Terpuruk di Musim Lalu, Persib Coba Realistis
Rabu, 20 Desember 2017 - 10:19 WIB
Terpuruk di Musim Lalu, Persib Coba Realistis
A
A
A
BANDUNG - Persib Bandung mencoba realistis mengarungi kompetisi Liga 1 musim depan. Pengalaman musim lalu banyak memberikan pelajaran di mana Maung Bandung yang awalnya membidik juara malah terjerat di peringkat 14 klasemen.
Kini, di bawah arahan pelatih Mario Gomez, Persib seolah menurunkan standarnya. Bukan gelar juara sebagai target yang di kedepankan. Persib hanya membidik papan atas, jangan sampai keluar dari lima besar.
Misi itu dinilai realistis karena Persib sedang membangun kekuatan baru. Persib benar-benar berbenah untuk memperbaiki performa tim.
Bek kiri Tony Sucipto mengakui cukup sulit membebankan target gelar juara di musim pertama untuk pelatih. Apalagi, tim Persib sekarang kembali dibangun dari nol. "Makanya itu, siapapun pelatihnya, kalau langsung juara, sulit," kata Tony.
Menurutnya, untuk menjadi juara perlu dilakukan berbagai tahap. Pondasi tim mesti dibangun dengan kuat. Apalagi, para pemain juga harus dibuat padu dengan para pemain baru. Di luar itu, skema yang diinginkan pelatih juga harus bisa dipahami pemain dan dijalankan secara utuh.
Ia pun berkaca dari gelar juara Persib pada ISL 2014 dan Piala Presiden 2015. Saat itu, Persib tidak tiba-tiba juara. Persib membangun kekuatan sejak 2012 secara bertahap. "Makanya, ekspektasinya jangan terlalu tinggi," ucap Tony.
Soal tuntutan Bobotoh yang selalu menginginkan Persib meraih gelar juara, ia memakluminya. Sebab, suporter pasti ingin melihat tim yang dicintainya meraih gelar bergengsi. Tapi, ia menekankan pentingnya proses menuju gelar juara yang harus dipahami suporter.
Seiring berjalannya waktu, ia pun optimistis Persib bisa kembali menjadi juara. Tapi, tim harus bekerja keras. Yang paling penting, pemain di lapangan harus bisa menunjukkan performa impresif.
Ia sendiri tidak menjadikan gelar juara sebagai target utama. Tapi, sebagai pemain, ia menjadikan tuntutan juara dari Bobotoh sebagai motivasi. Soal gelar juara, ia meyakini gelar itu bisa didapat jika semua elemen di tim bekerja keras, terutama pemain di lapangan. "Juara akan datang sendiri kalau kita main bagus," tegas Tony.
Kini, di bawah arahan pelatih Mario Gomez, Persib seolah menurunkan standarnya. Bukan gelar juara sebagai target yang di kedepankan. Persib hanya membidik papan atas, jangan sampai keluar dari lima besar.
Misi itu dinilai realistis karena Persib sedang membangun kekuatan baru. Persib benar-benar berbenah untuk memperbaiki performa tim.
Bek kiri Tony Sucipto mengakui cukup sulit membebankan target gelar juara di musim pertama untuk pelatih. Apalagi, tim Persib sekarang kembali dibangun dari nol. "Makanya itu, siapapun pelatihnya, kalau langsung juara, sulit," kata Tony.
Menurutnya, untuk menjadi juara perlu dilakukan berbagai tahap. Pondasi tim mesti dibangun dengan kuat. Apalagi, para pemain juga harus dibuat padu dengan para pemain baru. Di luar itu, skema yang diinginkan pelatih juga harus bisa dipahami pemain dan dijalankan secara utuh.
Ia pun berkaca dari gelar juara Persib pada ISL 2014 dan Piala Presiden 2015. Saat itu, Persib tidak tiba-tiba juara. Persib membangun kekuatan sejak 2012 secara bertahap. "Makanya, ekspektasinya jangan terlalu tinggi," ucap Tony.
Soal tuntutan Bobotoh yang selalu menginginkan Persib meraih gelar juara, ia memakluminya. Sebab, suporter pasti ingin melihat tim yang dicintainya meraih gelar bergengsi. Tapi, ia menekankan pentingnya proses menuju gelar juara yang harus dipahami suporter.
Seiring berjalannya waktu, ia pun optimistis Persib bisa kembali menjadi juara. Tapi, tim harus bekerja keras. Yang paling penting, pemain di lapangan harus bisa menunjukkan performa impresif.
Ia sendiri tidak menjadikan gelar juara sebagai target utama. Tapi, sebagai pemain, ia menjadikan tuntutan juara dari Bobotoh sebagai motivasi. Soal gelar juara, ia meyakini gelar itu bisa didapat jika semua elemen di tim bekerja keras, terutama pemain di lapangan. "Juara akan datang sendiri kalau kita main bagus," tegas Tony.
(bbk)