Ingin Jadi Batu Sandungan buat Nadal, Nishikori Justru Tersingkir
Rabu, 25 April 2018 - 20:01 WIB
Ingin Jadi Batu Sandungan buat Nadal, Nishikori Justru Tersingkir
A
A
A
BARCELONA - Sejak 2005 dalam gelaran Barcelona Terbuka hanya terdapat dua nama yang mampu menggantikan Rafael Nadal sebagai juara, yakni Fernando Verdasco dan Kei Nishikori. Nama terakhir malah berhasil tampil menjadi juara secara beruntun.
Pada event Barcelona Terbuka tahun ini, Nishikori berharap bisa kembali menghentikan dominasi Nadal di ajang lapangan tanah liat. Sayangnya, Nishikori gagal meredam Nadal dalam upaya pertamanya yang terjadi di final Monte Carlo Masters akhir pekan lalu.
Di Monte Carlo, Nishikori harus mengakui ketangguhan Nadal dengan skor 3-6, 2-6. "Sangat sulit untuk menghadapi Rafa pekan lalu, karena dia bermain dengan hebat, sungguh berat. Dia tengah on fire saat ini," ungkap Nishikori di laman resmi ATP.
"Tapi saya mencoba memenangkan satu pertandingan dalam satu waktu dan mencoba untuk menikmati tantangan besar melawan Rafa," imbuh petenis berkebangsaan Jepang itu.
Selama 12 kali perjumpaannya dengan Nadal, Nishikori sendiri hanya berhasil dua kali memenangkannya. Semua kemenangan itu terjadi di permukaan lapangan keras. Pertama di perempat final Piala Rogers 2015 Montreal, kemudian di perebutan medali perunggu Olimpiade Rio 2016.
"Saya selalu menikmati bermain dengan Rafa, terutama di tanah liat, dia adalah yang terbaik dalam sejarah," puji Nishikori.
"Saya harus menikmati bermain lawan Rafa. Saya mengalahkan sebelumnya, hanya dua kali, tetapi saya mengalahkan sebelumnya jadi saya pikir selalu ada peluang meskipun kecil," tambah petenis berusia 28 tahun itu.
Sayangnya, harapan Nishikori untuk menghentikan Nadal di Barcelona Terbuka 2018 tidak akan pernah terwujud. Pasalnya, peluang pertemuan yang bisa terjadi di babak ketiga dilewatkan oleh Nishikori, setelah gagal melewati Guillermo Garcia Lopez. Setelah tertinggal 3-6 di set pertama, Nishikori mundur dari pertandingan, karena mengalami masalah di pergelangan kanannya.
Sementara itu, Nadal baru akan menjalani pertandingan pertamanya melawan petenis senegaranya dari Spanyol, Roberto Carballes Baena malam ini.
Pada event Barcelona Terbuka tahun ini, Nishikori berharap bisa kembali menghentikan dominasi Nadal di ajang lapangan tanah liat. Sayangnya, Nishikori gagal meredam Nadal dalam upaya pertamanya yang terjadi di final Monte Carlo Masters akhir pekan lalu.
Di Monte Carlo, Nishikori harus mengakui ketangguhan Nadal dengan skor 3-6, 2-6. "Sangat sulit untuk menghadapi Rafa pekan lalu, karena dia bermain dengan hebat, sungguh berat. Dia tengah on fire saat ini," ungkap Nishikori di laman resmi ATP.
"Tapi saya mencoba memenangkan satu pertandingan dalam satu waktu dan mencoba untuk menikmati tantangan besar melawan Rafa," imbuh petenis berkebangsaan Jepang itu.
Selama 12 kali perjumpaannya dengan Nadal, Nishikori sendiri hanya berhasil dua kali memenangkannya. Semua kemenangan itu terjadi di permukaan lapangan keras. Pertama di perempat final Piala Rogers 2015 Montreal, kemudian di perebutan medali perunggu Olimpiade Rio 2016.
"Saya selalu menikmati bermain dengan Rafa, terutama di tanah liat, dia adalah yang terbaik dalam sejarah," puji Nishikori.
"Saya harus menikmati bermain lawan Rafa. Saya mengalahkan sebelumnya, hanya dua kali, tetapi saya mengalahkan sebelumnya jadi saya pikir selalu ada peluang meskipun kecil," tambah petenis berusia 28 tahun itu.
Sayangnya, harapan Nishikori untuk menghentikan Nadal di Barcelona Terbuka 2018 tidak akan pernah terwujud. Pasalnya, peluang pertemuan yang bisa terjadi di babak ketiga dilewatkan oleh Nishikori, setelah gagal melewati Guillermo Garcia Lopez. Setelah tertinggal 3-6 di set pertama, Nishikori mundur dari pertandingan, karena mengalami masalah di pergelangan kanannya.
Sementara itu, Nadal baru akan menjalani pertandingan pertamanya melawan petenis senegaranya dari Spanyol, Roberto Carballes Baena malam ini.
(nug)