Tantangan Generasi Emas Melawan Kutukan Perempat Final
Sabtu, 23 Juni 2018 - 11:49 WIB
Tantangan Generasi Emas Melawan Kutukan Perempat Final
A
A
A
ROMELU Lukaku (Manchester United), Eden Hazard, Thibaut Courtois (Chelsea), Vincent Kompany, Kevin de Bruyne (Manchester City), Mousa Dembele, Jan Vertonghen (Tottenham Hotspur), Dries Mertens (Napoli) tak seharusnya membuat Belgia selalu masuk bursa unggulan di turnamen besar.
Belgia datang dengan label generasi emas dengan pilihan skuad yang luar biasa melimpah, di mana sebagian besar pemainnya berlaga di tim elite Eropa dan menjadi pilihan utama. Belgia adalah tim peringkat 3 versi FIFA dan memiliki skuad termahal keenam versi Business Insider dan ketujuh menurut Sky Sports di ajang Rusia 2018.
“Kami tahu sebelum turnamen orang-orang mengatakan Belgia akan memenangkan setiap pertandingan, tetapi tidak sesederhana itu,” kata Hazard. Masalahnya, kadang beban tersebut terasa berat buat mereka. Pada Piala Dunia 2014 langkah mereka terhenti pada perempat final, setelah pada 2006 dan 2010 absen.
Perempat final men jadi capaian terbaik dalam kurun waktu 32 tahun terakhir saat mereka menempat peringkat empat pada 1986. Pengalaman pada 2014 ternyata tak membantu mereka menjadi lebih baik pada Piala Eropa 2016.
Lagi-lagi mereka tak mampu melewati perempat final karena tak berdaya menghadapi Wales. Tahun ini generasi emas berharap bisa melewati kutukan perempat final. “Piala Dunia tidak melihat generasi apa pun.
Apa yang mereka hargai adalah apa yang dilakukan dalam tiga pertandingan pertama kemudian berkembang di turnamen dan melihat seberapa jauh kami bisa melangkah,” tandas Roberto Martinez, dikutip ESPN.
Belgia datang dengan label generasi emas dengan pilihan skuad yang luar biasa melimpah, di mana sebagian besar pemainnya berlaga di tim elite Eropa dan menjadi pilihan utama. Belgia adalah tim peringkat 3 versi FIFA dan memiliki skuad termahal keenam versi Business Insider dan ketujuh menurut Sky Sports di ajang Rusia 2018.
“Kami tahu sebelum turnamen orang-orang mengatakan Belgia akan memenangkan setiap pertandingan, tetapi tidak sesederhana itu,” kata Hazard. Masalahnya, kadang beban tersebut terasa berat buat mereka. Pada Piala Dunia 2014 langkah mereka terhenti pada perempat final, setelah pada 2006 dan 2010 absen.
Perempat final men jadi capaian terbaik dalam kurun waktu 32 tahun terakhir saat mereka menempat peringkat empat pada 1986. Pengalaman pada 2014 ternyata tak membantu mereka menjadi lebih baik pada Piala Eropa 2016.
Lagi-lagi mereka tak mampu melewati perempat final karena tak berdaya menghadapi Wales. Tahun ini generasi emas berharap bisa melewati kutukan perempat final. “Piala Dunia tidak melihat generasi apa pun.
Apa yang mereka hargai adalah apa yang dilakukan dalam tiga pertandingan pertama kemudian berkembang di turnamen dan melihat seberapa jauh kami bisa melangkah,” tandas Roberto Martinez, dikutip ESPN.
(don)