Media FIFA Menyingkap Sederet Pahlawan Tak Kasatmata

Jum'at, 06 Juli 2018 - 20:00 WIB
Media FIFA Menyingkap...
Media FIFA Menyingkap Sederet Pahlawan Tak Kasatmata
A A A
NAMA-nama mereka mungkin tak terlalu sering disebut media. Kamera televisi bahkan telepon genggam bisa jadi jarang mengabadikan keberadaan mereka. Saat lewat bisa jadi tak ada yang mengenali apalagi mengajak swafoto sebagai bentuk apresiasi. Padahal mereka ikut berperan dalam mengantarkan kontestan Piala Dunia 2018 melangkah ke perempat final.

Ada yang berasal dari kursi pelatih bahkan pemain karena aksi mereka tak dicatat dalam data dan statistik yang menjadi sumber berita. FIFA.com mengungkap sederet pahlawan tak kasatmata di skuad perempat final Piala Dunia.

1.URUGUAY

Maximiliano Pereira adalah pemain paling berpengalaman di skuad tim nasional Uruguay karena memiliki caps terbanyak bersama La Celeste dengan 125 caps. Dibawa ke Rusia pada usia 34 tahun membuat Pereira belum pernah tampil pada Piala Dunia. Namun, kapten tim Diego Godin memuji peran Pereira di ruang ganti. “Selama bertahun-tahun dia sangat penting bagi tim dan berlanjut sampai sekarang, meski dia tidak bermain. Pengalamannya sangat membantu si bungsu,” tandas Godin.

2. BELGIA

Tugas Axel Witsel adalah meng-cover lapangan, di semua sisi lapangan di setiap sentimeternya. Bermain di lini tengah yang dalam, Witsel memberikan contoh keserbagunaan yang membuatnya disukai pelatih. “Sudah menjadi sifat saya tenang. Ini membantu kami di lapangan ketika menghadapi momen yang menegangkan dan saya mencoba menyampaikan ketenangan ini kepada para pemain lain saat mereka membutuhkannya,” kata Witsel.

3. SWEDIA

Sebagian besar kesuksesan Swedia telah turun ke soliditas dan kekuatan mental mereka berkat penasihat psikologi olahraga Daniel Ekvall. “Saya tersedia untuk diskusi dengan individu kemudian ada sesi grup. Dari apa yang para pemain katakan, saya membuat rencana mental untuk pertandingan yang akan datang. Saya tahu betul bahwa kami melakukan ini bersama-sama,” ujar Ekvall.

4. PRANCIS

Orang penting di skuad timnas Prancis setelah Didier Deschamps adalah Guy Stephan. Pria berusia 61 tahun itu telah mengenal Deschamps sejak 2000 dan menjadi asisten Les Bleus selama enam tahun sejak 2012 pada periode keduanya dan sebelumnya pada 2000 sampai 2002. Dia terlihat sebagai figur ayah di dalam kamp. “Orang-orang seperti dia langka. Tiga kata saja tidak cukup menggambarkannya: setia, jujur, efisien, dan cerdas, “ kata Presiden Federasi Sepak Bola Prancis Noel Le Graet.

5. RUSIA

Bagi tuan rumah, veteran Yury Zhirkov pantas mendapat pengakuan atas perannya dalam perjalanan luar biasa mereka ke babak perempat final. Sayang, dia mengalami cedera di laga pertamanya. Dia menceritakan sudah mengalami sakit tendon achilles sebelum laga digelar. “Setelah babak pertama sakitnya makin menjadi sehingga harus meminta ganti,” kata Zhirkov. Seperti yang dikonfirmasi Pelatih Stanislav Cherchesov, dia tidak akan tampil lagi, kecuali Rusia bermain pada final.

6. KROASIA

Iva Olivari adalah wanita pertama yang duduk di bangku cadangan untuk tim nasional pada Piala Dunia. Mantan juara tenis nasional di level U-14 Olivari menangani logistik dan rencana perjalanan mereka, dan banyak lagi, dan telah bekerja untuk Federasi Sepak Bola Kroasia sejak 1992. “Olivari benar-benar orang yang hebat. Dia selalu bersama kita. Dia seperti malaikat pelindung kita! Saya sudah mengenalnya selama sepuluh tahun. Tidak mudah mengatur kita semua. Dia suka bercanda dan kita semua mencintainya karena itu,” ujar penjaga gawang Kroasia Danijel Subasic, memuji.

7. BRASIL

Asisten Pelatih Brasil Cleber Xavier telah bekerja dengan pelatih kepala Tite selama 17 tahun. Xavier ikut ambil bagian dalam sesi konferensi pers dengan Tite, bergantian dengan asisten lain Sylvinho, representasi simbolis dari kepercayaan dan rasa hormat Tite untuk tim pelatihnya. “Saya seorang lebih ke praktis, sedangkan Tite penuh ide. Tite bukanlah sosok yang arogan, kami memiliki kekuatan yang sama, meski kata akhir ada dia,” tutur Xavier.

8. INGGRIS

Sebagian besar efisiensi Three Lions di depan gawang di Rusia 2018 adalah berkat kerja pelatih striker Allan Russell. “Sangat sedikit orang yang benar-benar bekerja pada tingkat detail ini, melihat teknik di mana gol berasal. Allan berfokus secara khusus pada teknik,” kata Pelatih Inggris Gareth Southgate.
(don)
Berita Terkait
Daftar Lagu Resmi Piala...
Daftar Lagu Resmi Piala Dunia dari 1962 hingga 2018
Perbedaan Teknologi...
Perbedaan Teknologi VAR di Piala Dunia 2018 dan 2022
Memori Piala Dunia 2018...
Memori Piala Dunia 2018 Hantui Jerman Jelang Hadapi Jepang
Prancis Berpeluang Pertahankan...
Prancis Berpeluang Pertahankan Gelar, Giroud Kenang Piala Dunia 2018
Kartu Merah Piala Dunia...
Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
Prancis Ngalap Berkah...
Prancis Ngalap Berkah Jersey Serbabiru Juara Piala Dunia 2018 saat Lawan Argentina
Berita Terkini
Penalti Menit Akhir...
Penalti Menit Akhir Belgia Paksa Senegal Angkat Koper
1 jam yang lalu
Setan Merah Comeback,...
Setan Merah Comeback, Laga Belgia vs Senegal Berlanjut ke Extra Time
1 jam yang lalu
Kontroversi VAR! Kane...
Kontroversi VAR! Kane Gagal Dapat Penalti, Alan Shearer Naik Pitam
4 jam yang lalu
Harry Kane Lewati Pele,...
Harry Kane Lewati Pele, Kini Bidik Rekor Messi di Piala Dunia
5 jam yang lalu
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
6 jam yang lalu
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved