Misi United dan Memori Kekalahan PSG di 16 Besar Liga Champions

Kamis, 07 Maret 2019 - 00:01 WIB
Misi United dan Memori...
Misi United dan Memori Kekalahan PSG di 16 Besar Liga Champions
A A A
PARIS - Tidak ada kata mustahil dalam kamus Ole Gunnar Solskjaer saat pelatih sementara Manchester United membawa rombongan ke Paris untuk menjalani laga leg kedua 16 besar Liga Champions 2018/2019 melawan Paris Saint Germain (PSG) di Le Parc des Princes, Kamis (7/3) dini hari WIB. Kenangan indah Solskjaer saat mengantarkan Setan Merah menjadi penguasa Eropa pada 1999 bisa dijadikan sebagai suntikan motivasi untuk anak asuhnya.

Rasa percaya diri Solskjaer untuk membawa United lolos ke perempat final sangat tinggi, meskipun Setan Merah harus mengejar defisit dua gol saat mereka dikalahkan PSG pada pertemuan pertama. Ahli strategi asal Norwegia itu menjelaskan kemenangan PSG di Old Trafford, pertengahan bulan lalu, bukan akhir dari petualangan Setan Merah di Liga Champions musim ini.

Solskjaer menambahkan PSG punya pengalaman buruk saat mereka menyia-nyiakan tiket lolos ke tahap berikutnya meskipun saat itu klub raksasa di Liga Prancis menang telak melawan Barcelona dengan skor 4-0 di leg pertama. Tapi Blaugrana mampu membalikkan keadaan menjadi 6-1 atau agregat 6-5 di leg kedua 26 besar Liga Champions yang berlangsung di Camp Nou.

"Kami semua mengingat hasil itu, jadi ada begitu banyak contoh tim yang dapat mengubah hasil seperti ini. Kami sebagai klub telah melakukannya berkali-kali dan para pemain sangat fantastis di luar kandang, kami telah mengalahkan Chelsea, Arsenal, Tottenham, yang telah memberi kami keyakinan bahwa kami bisa melakukan ini juga," jelas Solskjaer.

Perubahan yang perlu dilakukan Solskjaer jelang laga leg kedua melawan PSG adalah membenahi kontribusi pemain di lini tengah. Maklum, dalam pertemuan pertama anak asuh Thomas Tuchel memiliki proporsi penguasaan bola yang lebih besar dan lebih banyak umpan. (Baca juga: Preview PSG vs Manchester United: Pembuktian Solskjaer )

Jika Solskjaer bisa menerapkan strategi tersebut, maka aktivitas serangan United akan terlihat lebih bervariatif. Tapi penyelesaian akhir juga harus menjadi perhitungan sang pelatih. (Baca juga: Hadapi PSG, Solskjaer : Man United Bisa Balikkan Keadaan )

Sebab, selama pertemuan pertama melawan PSG, United terlihat leluasa membombardir pertahanan tim tamu. Namun sayangnya, mereka hanya mampu menghasilkan satu tendangan yang mengarah ke target. Persoalan ini yang harus diselesaikan.
(bbk)
Berita Terkait
Jadwal Liga Champions,...
Jadwal Liga Champions, Selasa-Rabu (20-21/10/2020)
Ander Herrera Bakal...
Ander Herrera Bakal Tuntaskan Dendam pada Manchester United
Preview PSG vs Manchester...
Preview PSG vs Manchester United: Jangan Anggap Remeh
Solskjaer Bilang Manchester...
Solskjaer Bilang Manchester United Tak Pantas Kalah dari PSG
PSG Gagal di Laga Perdana...
PSG Gagal di Laga Perdana Liga Champions, Tuchel Jadi Sorotan
Ini Alasan Tuchel Setelah...
Ini Alasan Tuchel Setelah PSG Dihajar Manchester United
Berita Terkini
Trump Belum Nonton Piala...
Trump Belum Nonton Piala Dunia 2026 di Stadion, Presiden FIFA: Berpotensi Picu Pertanyaan Publik
8 menit yang lalu
Wacana FIFA Ubah Piala...
Wacana FIFA Ubah Piala Dunia Jadi 64 Tim Bikin Heboh
1 jam yang lalu
Head to Head Inggris...
Head to Head Inggris vs Argentina di Piala Dunia: Rivalitas 60 Tahun Kembali Memanas
3 jam yang lalu
Bellingham vs Messi:...
Bellingham vs Messi: Pertarungan Dua Maestro Nomor 10
4 jam yang lalu
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
5 jam yang lalu
Perjalanan Inggris dan...
Perjalanan Inggris dan Argentina: 13 vs 17 Gol, Siapa yang Menang?
6 jam yang lalu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved