Praveen/Melati Harus Fokus & Power Prima Jajal Unggulan 1
Sabtu, 09 Maret 2019 - 12:21 WIB
Praveen/Melati Harus Fokus & Power Prima Jajal Unggulan 1
A
A
A
BIRMINGHAM - Langkah Praveen Jordan/Melati Daeva menembus semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis All England 2019 menjadi oase bagi ganda campuran Indonesia. Di semifinal, Paraveen/Melati bakal menghadapi unggulan teratas asal China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Mampukah Praveen/Melati bablas ke final?
Sepak terjang Praveen/Melati diawali ketika membuat kejutan dengan mengalahkan rekan senegaranya Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menjadi unggulan kedelapan di babak pertama. Praveen/Melati memenangi pertarungan tiga game 17-21, 21-18, 21-19.
Berikutnya, ganda Jerman, Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich menjadi korban permainan Praveen/Melati dalam dua game, 21-11, 21-17. Sekali lagi, sabetan raket Praveen/Melati meminta korban unggulan keempat asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, dalam pertarungan seru tiga game selama 59 menit, 16-21, 21-12, 21-17.
Bila melihat trend permainan Praveen/Melati yang meningkat hingga perempat final, peluang lolos ke final tetap terbuka. Kendati harus menghadapi unggulan teratas, Praveen/Melati tidak pantang menyerah. Praveen/Melati hanya fokus dan menyiapkan tenaga lebih untuk meredam permainan Zheng/Huang. Inilah kesempatan Praveen bisa mengulang kejayaan ketika juara edisi 2016 bersama Debby Santoso.
Jika mampu melewati hadangan Zheng/Huang, lawan berat menanti di final antara pemenang laga unggulan ketiga Yuta Watanabe/Arisa Higashino dari Jepang melawan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie. Yuta/Arisa yang merupakan juara bertahan inilah yang memupus ambisi ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow di perempat final dengan dua game 24-22, 21-19.
Sepak terjang Praveen/Melati diawali ketika membuat kejutan dengan mengalahkan rekan senegaranya Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menjadi unggulan kedelapan di babak pertama. Praveen/Melati memenangi pertarungan tiga game 17-21, 21-18, 21-19.
Berikutnya, ganda Jerman, Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich menjadi korban permainan Praveen/Melati dalam dua game, 21-11, 21-17. Sekali lagi, sabetan raket Praveen/Melati meminta korban unggulan keempat asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, dalam pertarungan seru tiga game selama 59 menit, 16-21, 21-12, 21-17.
Bila melihat trend permainan Praveen/Melati yang meningkat hingga perempat final, peluang lolos ke final tetap terbuka. Kendati harus menghadapi unggulan teratas, Praveen/Melati tidak pantang menyerah. Praveen/Melati hanya fokus dan menyiapkan tenaga lebih untuk meredam permainan Zheng/Huang. Inilah kesempatan Praveen bisa mengulang kejayaan ketika juara edisi 2016 bersama Debby Santoso.
Jika mampu melewati hadangan Zheng/Huang, lawan berat menanti di final antara pemenang laga unggulan ketiga Yuta Watanabe/Arisa Higashino dari Jepang melawan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie. Yuta/Arisa yang merupakan juara bertahan inilah yang memupus ambisi ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow di perempat final dengan dua game 24-22, 21-19.
(aww)