Bayangan Kutukan Perdelapan Final Menghantui Skuad Die Nati

Senin, 25 Maret 2019 - 12:53 WIB
Bayangan Kutukan Perdelapan...
Bayangan Kutukan Perdelapan Final Menghantui Skuad Die Nati
A A A
ADA baiknya berlaga tidak di prime time. Begitu pertandingan perdana babak penyisihan Piala Eropa berakhir di Tiflis, Georgia, Sabtu (23/4), sekitar pukul 17.00 waktu setempat, timnas Swiss segera bergegas ke bandara. Pada Minggu (24/4) dini hari, anak asuh Vladimir Petkovic itu sudah mendarat di Bandara Mullhause, segitiga emas yang dibatasi Swiss, Prancis, dan Jerman.

Bukan hanya penghematan waktu yang membuat Yann Sommer dkk itu mendarat dengan muka berseri seri, tapi kemenangan atas Georgia 2-0 juga melegakan hati. Paling tidak target tiga poin tercapai dalam partai tandang di pecahan Uni Soviet itu. Apalagi kemenangan tersebut diraih saat Xherdan Shaqiri, Haris Seferovic, Afdmir Memehdi, dan Ednilson Fernandez tidak bisa memperkuat timnas karena cedera.

Absennya Shaqiri membuat arus serangan Die Nati, julukan timnas Swiss, agak tersendat. Mereka baru bisa menjebol gawang Georgia pada menit ke-52 melalui Stefen Zuber dan disusul Denis Zakaria (80). Die Nati akan menghadapi Denmark pada Selasa (26/4), di Saint Jakobspark, Basel.

Seperti juga saat melawan Georgia, Yann Sommer dkk ditargetkan memetik tiga poin. Saat ini Denmark berada di peringkat 10 ranking FIFA, musuh paling tangguh di grup ini. Lawan lainnya adalah Irlandia (22), Georgia (91), dan Gilbaltar (211). Tak bisa juara grup, misalnya, timnas Swiss masih bisa berharap melalui playoff karena masuk babak final UEFA Nation Leagues yang berhasil menyingkirkan Belgia, empat bulan lalu, dengan skor 5-2.

Jika pun ada batu sandungan, itu adalah situasi internal Schweizer Fussballsverband (SFV), federasi sepak bola Swiss. Peter Gillieron mengundurkan diri pada Mei mendatang. Sementara penunjukan super manajer, seperti Oliver Bierhoff di DFB Jerman hingga kini belum tuntas.

SFV, Swiss Football League, dan Erste Liga, tiga badan yang menentukan pemilihan super manajer hingga tidak sepaham. Banyak kalangan menilai upaya memunculkan super manajer ini akan kandas di tengah jalan. Timnas Swiss akan berkutat tak jauh dari nasib buruknya, hanya akan mampu sampai perdelapan final, seperti yang sudah terjadi dulu.
(don)
Berita Terkait
Ladeni Wales, Xhaka...
Ladeni Wales, Xhaka Siap Bawa Swiss Tembus Babak 16 Besar di Piala Eropa 2020
Adu Tajam Ujung Tombak,...
Adu Tajam Ujung Tombak, Italia vs Swiss Diprediksi Sengit
Jelang Belarusia vs...
Jelang Belarusia vs Swiss: Partai Neraka Granit Xhaka di Serbia
Raphael Varane Sebut...
Raphael Varane Sebut Timnas Swiss Seperti Menang Lotre
Lima Menarik Fakta Kemenangan...
Lima Menarik Fakta Kemenangan Timnas Italia atas Swiss
Kota Novi Sad Gagal...
Kota Novi Sad Gagal Teror Timnas Swiss
Berita Terkini
Wasit UEFA Slavko Vincic...
Wasit UEFA Slavko Vincic Pimpin Final Piala Dunia 2026, Dianggap Untungkan Spanyol
10 jam yang lalu
Daftar Top Skor Piala...
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Messi-Mbappe Berebut Sepatu Emas
13 jam yang lalu
6 Pemain Argentina Bisa...
6 Pemain Argentina Bisa Dicoret dari Final Piala Dunia 2026 Buntut Kasus Spanduk Malvinas
14 jam yang lalu
Jadwal Prancis vs Inggris:...
Jadwal Prancis vs Inggris: Berebut Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
15 jam yang lalu
Head to Head Spanyol...
Head to Head Spanyol vs Argentina: Benteng Matador Diuji La Albiceleste
16 jam yang lalu
Jersey Bersejarah Pele...
Jersey Bersejarah Pele Laku Rp80 Miliar, Jadi Memorabilia Termahal Sang Legenda
18 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved