Pochettino Ingatkan Ajax Jangan Terlalu Yakin Lolos ke Final
Rabu, 08 Mei 2019 - 08:00 WIB
Pochettino Ingatkan Ajax Jangan Terlalu Yakin Lolos ke Final
A
A
A
AMSTERDAM - Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengingatkan Ajax Amsterdam jangan terlalu yakin bis lolos ke final Liga Champions meski sudah memenangkan leg pertama semifinal. Pochettino punya pengalaman apik memenangkan leg kedua ketika masih jadi pemain Newell's Old Boys.
Spurs akan melakoni laga sulit di Johan Cruyff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari. Mereka harus mengejar ketinggalan setelah kalah 0-1 di leg pertama.
Membalik kisah ke belakang, meski sulit, Pochettino punya kenangan manis ketika masih jadi pemain. Peristiwa itu terjadi pada 1992 ketika Pochettino membawa Newell's Old Boys ke final Libertadores.
Ketika itu, tim yang diperkuat Pochettino bermain imbang di leg pertama dan kedua ketika melawan America wakil Kolombia. Untuk menentukan yang lolos ke final harus dimainkan adu penalti. Nah, pada kesempatan inilah Pochettino bisa merasakan tampil di laga puncak sebelum akhirnya kalah dari Sao Paulo.
"Itu gila. Saya ingat permainan ini, bagaimana tidak ada yang percaya pada kami. Mereka adalah favorit. Semuanya disiapkan (untuk mereka)," katanya dikutip Sky Sports.
"Saya ingat semifinal ini karena kami sangat berani. Sebenarnya, kami tidak bermain dengan berani! Karena kami mencetak gol lebih awal dan kemudian kami memarkir bus. Dan kami mencoba bermain serangan balik."
"Ya, itu benar, kami bertahan sepanjang waktu. Tapi ya, itu adalah pertandingan yang luar biasa," kenangnya.
Kondisi yang dialami sekarang tak jauh beda dengan ketika masih jadi pemain. Sama-sama tidak diperhitungkan. Dan Pochettino yakin apa yang dialami anak asuhnya sekarang ini bisa seperti dirinya pada 27 tahun silam. Asalkan para pemain punya keberanian.
"Itu mungkin. Itu mungkin jika Anda bermain dengan berani dan bermain dengan mental pemenang. Itu adalah hal yang paling penting," tegasnya.
Spurs akan melakoni laga sulit di Johan Cruyff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari. Mereka harus mengejar ketinggalan setelah kalah 0-1 di leg pertama.
Membalik kisah ke belakang, meski sulit, Pochettino punya kenangan manis ketika masih jadi pemain. Peristiwa itu terjadi pada 1992 ketika Pochettino membawa Newell's Old Boys ke final Libertadores.
Ketika itu, tim yang diperkuat Pochettino bermain imbang di leg pertama dan kedua ketika melawan America wakil Kolombia. Untuk menentukan yang lolos ke final harus dimainkan adu penalti. Nah, pada kesempatan inilah Pochettino bisa merasakan tampil di laga puncak sebelum akhirnya kalah dari Sao Paulo.
"Itu gila. Saya ingat permainan ini, bagaimana tidak ada yang percaya pada kami. Mereka adalah favorit. Semuanya disiapkan (untuk mereka)," katanya dikutip Sky Sports.
"Saya ingat semifinal ini karena kami sangat berani. Sebenarnya, kami tidak bermain dengan berani! Karena kami mencetak gol lebih awal dan kemudian kami memarkir bus. Dan kami mencoba bermain serangan balik."
"Ya, itu benar, kami bertahan sepanjang waktu. Tapi ya, itu adalah pertandingan yang luar biasa," kenangnya.
Kondisi yang dialami sekarang tak jauh beda dengan ketika masih jadi pemain. Sama-sama tidak diperhitungkan. Dan Pochettino yakin apa yang dialami anak asuhnya sekarang ini bisa seperti dirinya pada 27 tahun silam. Asalkan para pemain punya keberanian.
"Itu mungkin. Itu mungkin jika Anda bermain dengan berani dan bermain dengan mental pemenang. Itu adalah hal yang paling penting," tegasnya.
(bbk)