Ini Alasan Maverick Vinales Gagal Taklukkan Misano
Selasa, 17 September 2019 - 18:00 WIB
Ini Alasan Maverick Vinales Gagal Taklukkan Misano
A
A
A
MISANO - Ambisi Maverick Vinales meraih podium utama GP San Marino akhir pekan lalu kandas gara-gara motor Yamaha YZR Mi bermasalah. Apa yang sesungguhnya terjadi?
Ternyata grip ban kuda besi tunggangan pembalap Yamaha itu mengalami hilang cengkeraman. Akibatnya, dia kesulitan menguasai motornya. Padahal, rekan setim Valentino Rossi itu sangat yakin bisa mendapatkan hasil maksimal pada balapan tersebut.
Vinales memang memiliki kepercayaan diri yang tinggi sebelum balapan berlangsung. Apalagi, dia mengawali lomba berada di pole position. Sayang, rider asal Spanyol itu justru mengalami kesulitan sejak lap pertama dan melorot ke posisi ketiga setelah motor yang dikendarainya kehilangan cengkeraman ban secara mendadak.
Setelah kejadian tersebut, Vinales kesulitan mengejar dua pembalap di depannya, yaitu Marc Marquez serta Fabio Quartararo yang pada akhirnya harus puas mengakhiri lomba di podium ketiga.
Seusai lomba, dia sangat kesal dengan masalah yang menimpa pada motornya karena sebenarnya dia punya kans untuk meraih kemenangan keduanya musim ini. “Di saat lomba tinggal tiga lap lagi, saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan saya. Tapi, saya kehilangan ban depan saya di tikungan ke-10,” kata Vinales, dilansir Crash.
“Kami berusaha tetap tenang dan yakin bahwa suatu saat nanti akan kembali memperoleh peluang untuk merebut kemenangan. Jika tidak kehilangan grip, saya pikir kami mampu bersaing untuk meraih posisi pertama,” ujarnya.
Meski kecewa, Vinales tetap puas karena bisa kembali naik podium untuk keempat kali dalam enam balapan terakhir, termasuk kemenangannya di Assen. Hasil ini juga menunjukkan dirinya sudah menemukan konsistensi yang lebih baik dengan motornya. Kini, Vinales tetap berada di posisi kelima di klasemen sementara MotoGP dengan 134 poin atau lima poin di depan rekan setimnya, Valentino Rossi.
“Kami semakin dekat dan konsistensi adalah yang paling penting karena tujuannya adalah naik podium. Empat podium dalam enam balapan terakhir sangat penting bagi kami, sebuah sirkuit di mana saya biasanya berjuang karena cengkeramannya yang sangat rendah. Semua pembalap Yamaha sudah membaik. Tapi, kami harus terus berusaha untuk berada di poin tertinggi,” paparnya.
Direktur Tim Massimo Meregalli mengatakan timnya sudah berjuang maksimal agar pembalapnya bisa meraih kemenangan di Misano. Apalagi, Vinales selalu menunjukkannya selama menjalani latihan dan menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi. Sayang, kecepatan motornya tidak berlanjut saat balapan.
Walau begitu, Meregalli cukup senang bisa menempatkan pembalapnya berada di podium. Apalagi, dia merasa Yamaha sudah berada dalam jalur yang tepat dalam bersaing di barisan depan, terutama dengan Rossi yang sukses menyelesaikan balapan di posisi keempat. Karena itu, dia berharap timnya bisa bangkit dan kembali mendapatkan hasil lebih baik saat balapan berlangsung di GP Aragon, akhir pekan ini.
“Kami benar-benar berharap untuk menempatkannya (Rossi) di podium, terutama di depan para penggemarnya. Dia juga hampir mendapatkannya di Austria dan Inggris. Kami harus terus bekerja. Karena, tujuan kami adalah membuat kedua pem - balap berjuang untuk menang dan naik podium. Kami memiliki kesempatan lain. Sekarang, kami fokus ke Aragon,” ungkapnya.
(Raikhul Amar)
Ternyata grip ban kuda besi tunggangan pembalap Yamaha itu mengalami hilang cengkeraman. Akibatnya, dia kesulitan menguasai motornya. Padahal, rekan setim Valentino Rossi itu sangat yakin bisa mendapatkan hasil maksimal pada balapan tersebut.
Vinales memang memiliki kepercayaan diri yang tinggi sebelum balapan berlangsung. Apalagi, dia mengawali lomba berada di pole position. Sayang, rider asal Spanyol itu justru mengalami kesulitan sejak lap pertama dan melorot ke posisi ketiga setelah motor yang dikendarainya kehilangan cengkeraman ban secara mendadak.
Setelah kejadian tersebut, Vinales kesulitan mengejar dua pembalap di depannya, yaitu Marc Marquez serta Fabio Quartararo yang pada akhirnya harus puas mengakhiri lomba di podium ketiga.
Seusai lomba, dia sangat kesal dengan masalah yang menimpa pada motornya karena sebenarnya dia punya kans untuk meraih kemenangan keduanya musim ini. “Di saat lomba tinggal tiga lap lagi, saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan saya. Tapi, saya kehilangan ban depan saya di tikungan ke-10,” kata Vinales, dilansir Crash.
“Kami berusaha tetap tenang dan yakin bahwa suatu saat nanti akan kembali memperoleh peluang untuk merebut kemenangan. Jika tidak kehilangan grip, saya pikir kami mampu bersaing untuk meraih posisi pertama,” ujarnya.
Meski kecewa, Vinales tetap puas karena bisa kembali naik podium untuk keempat kali dalam enam balapan terakhir, termasuk kemenangannya di Assen. Hasil ini juga menunjukkan dirinya sudah menemukan konsistensi yang lebih baik dengan motornya. Kini, Vinales tetap berada di posisi kelima di klasemen sementara MotoGP dengan 134 poin atau lima poin di depan rekan setimnya, Valentino Rossi.
“Kami semakin dekat dan konsistensi adalah yang paling penting karena tujuannya adalah naik podium. Empat podium dalam enam balapan terakhir sangat penting bagi kami, sebuah sirkuit di mana saya biasanya berjuang karena cengkeramannya yang sangat rendah. Semua pembalap Yamaha sudah membaik. Tapi, kami harus terus berusaha untuk berada di poin tertinggi,” paparnya.
Direktur Tim Massimo Meregalli mengatakan timnya sudah berjuang maksimal agar pembalapnya bisa meraih kemenangan di Misano. Apalagi, Vinales selalu menunjukkannya selama menjalani latihan dan menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi. Sayang, kecepatan motornya tidak berlanjut saat balapan.
Walau begitu, Meregalli cukup senang bisa menempatkan pembalapnya berada di podium. Apalagi, dia merasa Yamaha sudah berada dalam jalur yang tepat dalam bersaing di barisan depan, terutama dengan Rossi yang sukses menyelesaikan balapan di posisi keempat. Karena itu, dia berharap timnya bisa bangkit dan kembali mendapatkan hasil lebih baik saat balapan berlangsung di GP Aragon, akhir pekan ini.
“Kami benar-benar berharap untuk menempatkannya (Rossi) di podium, terutama di depan para penggemarnya. Dia juga hampir mendapatkannya di Austria dan Inggris. Kami harus terus bekerja. Karena, tujuan kami adalah membuat kedua pem - balap berjuang untuk menang dan naik podium. Kami memiliki kesempatan lain. Sekarang, kami fokus ke Aragon,” ungkapnya.
(Raikhul Amar)
(bbk)