Manchester United Tak Perlu Ikuti Liverpool yang Puluhan Tahun Gagal Juara
Minggu, 20 Oktober 2019 - 21:00 WIB
Manchester United Tak Perlu Ikuti Liverpool yang Puluhan Tahun Gagal Juara
A
A
A
MANCHESTER - Ole Gunnar Solskjaer mengakui peluang Manchester United untuk menjuarai Liga Primer musim ini sangat tipis. Tapi, pelatih asal Norwegia itu menyatakan Setan Merah tidak perlu menunggu hingga 30 tahun untuk kembali merajai Inggris.
Manchester United sudah 20 kali menjuarai Liga Primer. Tapi, setelah Sir Alex Ferguson mundur sebagai pelatih pada 2013, The Red Devils tidak pernah lagi berdiri di podium pertama. Artinya, sudah enam musim beruntun Marcus Rashford dkk kalah bersaing di ranah Inggris.
Masa paceklik Manchester United hampir dipastikan berlanjut. Pasalnya, saat ini mereka masih terdampar di posisi 12 dan terpaut 15 poin dari Liverpool selaku pemuncak klasemen sementara. Walau masih ada 30 pertandingan lagi atau 90 poin yang diperebutkan, selisih itu tetap sulit dipangkas.
Tapi, bukan berarti Manchester United akan terus gagal memenangi Liga Primer. Solskjaer menyebut armadanya tidak perlu mengikuti jejak Liverpool yang harus menunggu puluhan tahun untuk sekedar mendapat peluang menjadi juara.
Liverpool sejatinya sudah 18 kali menguasai Liga Primer. Tapi, setelah jadi yang terbaik pada 1989/1990, The Reds tidak pernah lagi berjaya. Artinya, klub Meryseyside itu sudah hampa gelar di kompetisi domestik selama 28 tahun.
Selain itu, sekalipun saat ini menempati posisi pertama, tidak ada jaminan Liverpool bakal keluar sebagai juara. Soalnya, pada musim lalu, tim asuhan Juergen Klopp itu juga pernah cukup lama memimpin klasemen. Tapi, pada akhirnya malah Manchester City yang sukses mempertahankan gelarnya.
“Manchester United pasti akan bangkit dan menjuarai Liga Primer. Kami mungkin masih harus menuggu. Tapi, saya yakin kami tidak perlu menunggu hingga 30 tahun untuk meraih gelar berikutnya,” ujar Solskjaer, dilansir skysport.
Agar pasukannya dapat segera menjuarai Liga Primer, Solskjaer mengaku sedang berusaha mengembalikan identitas tim. Jika memang masih dipertahankan, dia akan membuat Manchester United seperti sedia kala, yakni menjadi tim yang selalu tampil menyerang.
“Saya tahu kami jarang menciptakan peluang. Kami harus berani menjelajah. Salah satu filosofi utama saya adalah memainkan sepak bola menyerang dan melancarkan serangan dengan cepat. Tapi, agar bisa melakukan itu, Anda perlu kepercayaan diri untuk mengirim bola ke depan,” tandasnya.
Manchester United sudah 20 kali menjuarai Liga Primer. Tapi, setelah Sir Alex Ferguson mundur sebagai pelatih pada 2013, The Red Devils tidak pernah lagi berdiri di podium pertama. Artinya, sudah enam musim beruntun Marcus Rashford dkk kalah bersaing di ranah Inggris.
Masa paceklik Manchester United hampir dipastikan berlanjut. Pasalnya, saat ini mereka masih terdampar di posisi 12 dan terpaut 15 poin dari Liverpool selaku pemuncak klasemen sementara. Walau masih ada 30 pertandingan lagi atau 90 poin yang diperebutkan, selisih itu tetap sulit dipangkas.
Tapi, bukan berarti Manchester United akan terus gagal memenangi Liga Primer. Solskjaer menyebut armadanya tidak perlu mengikuti jejak Liverpool yang harus menunggu puluhan tahun untuk sekedar mendapat peluang menjadi juara.
Liverpool sejatinya sudah 18 kali menguasai Liga Primer. Tapi, setelah jadi yang terbaik pada 1989/1990, The Reds tidak pernah lagi berjaya. Artinya, klub Meryseyside itu sudah hampa gelar di kompetisi domestik selama 28 tahun.
Selain itu, sekalipun saat ini menempati posisi pertama, tidak ada jaminan Liverpool bakal keluar sebagai juara. Soalnya, pada musim lalu, tim asuhan Juergen Klopp itu juga pernah cukup lama memimpin klasemen. Tapi, pada akhirnya malah Manchester City yang sukses mempertahankan gelarnya.
“Manchester United pasti akan bangkit dan menjuarai Liga Primer. Kami mungkin masih harus menuggu. Tapi, saya yakin kami tidak perlu menunggu hingga 30 tahun untuk meraih gelar berikutnya,” ujar Solskjaer, dilansir skysport.
Agar pasukannya dapat segera menjuarai Liga Primer, Solskjaer mengaku sedang berusaha mengembalikan identitas tim. Jika memang masih dipertahankan, dia akan membuat Manchester United seperti sedia kala, yakni menjadi tim yang selalu tampil menyerang.
“Saya tahu kami jarang menciptakan peluang. Kami harus berani menjelajah. Salah satu filosofi utama saya adalah memainkan sepak bola menyerang dan melancarkan serangan dengan cepat. Tapi, agar bisa melakukan itu, Anda perlu kepercayaan diri untuk mengirim bola ke depan,” tandasnya.
(mir)