IITF Gelar Seminar di Surabaya Memperkenalkan Taekwondo-ITF

Senin, 09 Desember 2019 - 09:25 WIB
IITF Gelar Seminar di...
IITF Gelar Seminar di Surabaya Memperkenalkan Taekwondo-ITF
A A A
SURABAYA - Indonesia International Taekwon-Do Federation (IITF) menggelar seminar di Club House Regency Surabaya, Minggu (8/12/2019). Kegiatan bertema The Art of Taekwon-Do ini diikuti sejumlah instruktur dari berbagai perguruan bela diri dari berbagai daerah di Indonesia.

Dan VI Chief Instructor Indonesia ITF, Chandra Lesmana Hadi mengatakan, seminar Taekwon-Do ini digelar untuk mengenalkan kembali seni bela diri yang dikembangkan Taekwon-Do ITF yang bermarkas di Wina, Austria.

"Taekwondo yang dikembangkan ITF ini sempat populer di era 70-an. Namun, setelah itu vakum. Nah, hari ini kami kembali mengenalkannya kepada publik. Bahwa di Indonesia saat ini ada Taekwon-Do ITF," kata Chandra di sela-sela seminar.

Chandra menjelaskan, di dunia, organisasi yang menaungi bela diri taekwondo ada dua. Masing-masing, World Taekwondo Federation (WTF) dan International Taekwondo Federation (ITF). Meski berakar sama, keduanya memiliki perbedaan.

ITF kata Chandra, lebih menekankan pada konsep berpikir. Artinya, setiap gerakan yang dilatih harus dimengerti fungsi dan tujuannya. Sedangkan WTF, lebih pada membentuk atlet.

“Perbedaan lainnya ada di peraturan (pertandingan). ITF misalnya membolehkan memukul di bagian kepala dengan tangan. Sedangkan WTF dengan kaki. ITF memakai pelindung kepala dan kaki. Semetara WTF memakai pelindung perut,” katanya.

Perbedaan inilah kata Chandra yang tengah disatukan. Saat ini, induk kedua organisasi tersebut tengah bertemu untuk menyatukan visi.
"Jadi nanti memungkinkan ada federasi baru. Atau bahkan tuker-tukeran peraturan," katanya.

Indonesia ITF, lanjut Chandra, aktif mengikuti berbagai event kejuaraan baik dalam tingkat nasional maupun tingkat internasional. Di antaranya mengikuti kejuaraan di Singapura, Malaysia, Bulgaria dan berbagai negara lainnya.

"Devent event tersebut, kontingen Indonesia ITF kerap mendapatkan medali. Karena itu, dengan dukungan penuh President Indonesia ITF, Bapak Rudijanto Tanoesoedibjo, kami optimistis ke depannya Taekwon-Do ini bukan hanya lebih dikenal oleh masyarakat luas namun juga menjadi sarana bagi yang ingin belajar seni beladiri ini dan sarana untuk meraih prestasi," ujarnya. (iNews.id/Ihya' Ulumuddin)
(sha)
Berita Terkait
Pugnator Open Internasional...
Pugnator Open Internasional Taekwondo 2025 Guncang Yogyakarta, Perputaran Uang Capai Rp35 Miliar
Kejuaraan Nasional Taekwondo...
Kejuaraan Nasional Taekwondo Piala Kemenpora ke-3 di Magelang Dongkrak Ekonomi Lokal
Raih Medali pada Kejuaraan...
Raih Medali pada Kejuaraan ITT-NVTT 2021, 6 Mahasiswa UNM Dapat Beasiswa
3 Atlet Taekwondo Sulsel...
3 Atlet Taekwondo Sulsel Dipanggil Ikut Seleksi Nasional untuk SEA Games
Panggilan Nurani, Dirc...
Panggilan Nurani, Dirc Richard Maju dalam Bursa Caketum PBTI 2023-2027
28 Pengprov Solid Dukung...
28 Pengprov Solid Dukung Richard Tampubolon Pimpin Taekwondo Indonesia Periode 2023-2027
Berita Terkini
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
1 jam yang lalu
Hong Kong Bongkar Sindikat...
Hong Kong Bongkar Sindikat Merchandise Piala Dunia Palsu Senilai Rp359 Miliar
2 jam yang lalu
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
3 jam yang lalu
Piala Dunia 2026: Jersey...
Piala Dunia 2026: Jersey Haiti Kena Semprit FIFA
6 jam yang lalu
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
7 jam yang lalu
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026 dan Sikap Santai Infantino: Kenapa Dulu Coret Indonesia?
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved