Messi Efektif di Depan Gawang tapi Jarang Bantu Pertahanan
Minggu, 22 Desember 2019 - 16:01 WIB
Messi Efektif di Depan Gawang tapi Jarang Bantu Pertahanan
A
A
A
BARCELONA - Pengakuan sebagai pesepak bola terbaik dunia tak pernah lepas dari sosok Lionel Messi. Baru-baru ini pemain bertubuh mungil itu kembali mengguncang jutaan pasang mata melalui catatan gol yang dicetaknya sepanjang 2019.
Prestasi itu muncul saat Messi mengantarkan Barcelona menang 4-1 melawan Deportivo Alaves pada jornada ke-18 Liga Spanyol 2019/2020 di Camp Nou, Sabtu (22/12) malam WIB. Empat gol Barcelona dicetak Antoine Griezmann, Arturo Vidal, Messi, dan Suarez. Sementara satu gol hiburan tim tamu dicetak Pere Pons.
Bagi Messi, sumbangan satu gol ke gawang Alaves yang dikawal Fernando Pacheco sudah cukup untuk menggenapi torehan gol ke-50 sepanjang musim ini. Itu merupakan kali kesembilan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, La Pulga berhasil mencetak 50 gol lebih. (Baca juga: Ernesto Valverde Puji Rekor Gol Messi )
Kendati terlihat dominan, namun pemain brewok tersebut masih meninggalkan lubang (kelemahan) yang kurang begitu mendapatkan sorotan dari penggemar. Selama ini Barcelona dikenal sangat mendominasi penguasaan bola di sebagian besar pertandingan yang dimainkan Messi.
Plus, sebagian besar tim Messi telah menjadi salah satu tim paling efektif dalam dekade terakhir. Dalam istilah yang lebih sederhana, Messi setidaknya menjadi pemain yang mampu mengubah permainan Barcelona menjadi efektif dan agresif.
Kendati demikian, itu tidak mengubah fakta bahwa Messi hampir tidak dapat berbuat apa-apa di sepertiga barisan pertahanan. Dalam rentang hampir satu dekade, ia hanya membersihkan lima bola, memblokir lima tembakan dan memblokir satu umpan silang.
Selain gagal membantu pertahanan tim, Messi juga bukan seorang penyerang yang hebat sebagaimana yang sudah terpatri di pikiran para penggemar. Dari beberapa statistik menyebut bahwa musim lalu, Messi hanya mampu mengonversikan 14 gol dari 78 umpan silang. Selain itu, persentase penyelesaiannya 17,9% di bawah rata-rata liga yakni 23,9%.
James Yorke selaku Kepala analisis StatsBomb memaparkan Messi telah mencetak angka pada tingkat rata-rata dan jarang memenuhi tujuan yang diharapkan. "Dia pada dasarnya mencetak header pada tingkat rata-rata: golnya kira-kira sama dengan gol yang diharapkan. Dan dia mendapat sekitar satu per musim," kata Yorke.
Prestasi itu muncul saat Messi mengantarkan Barcelona menang 4-1 melawan Deportivo Alaves pada jornada ke-18 Liga Spanyol 2019/2020 di Camp Nou, Sabtu (22/12) malam WIB. Empat gol Barcelona dicetak Antoine Griezmann, Arturo Vidal, Messi, dan Suarez. Sementara satu gol hiburan tim tamu dicetak Pere Pons.
Bagi Messi, sumbangan satu gol ke gawang Alaves yang dikawal Fernando Pacheco sudah cukup untuk menggenapi torehan gol ke-50 sepanjang musim ini. Itu merupakan kali kesembilan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, La Pulga berhasil mencetak 50 gol lebih. (Baca juga: Ernesto Valverde Puji Rekor Gol Messi )
Kendati terlihat dominan, namun pemain brewok tersebut masih meninggalkan lubang (kelemahan) yang kurang begitu mendapatkan sorotan dari penggemar. Selama ini Barcelona dikenal sangat mendominasi penguasaan bola di sebagian besar pertandingan yang dimainkan Messi.
Plus, sebagian besar tim Messi telah menjadi salah satu tim paling efektif dalam dekade terakhir. Dalam istilah yang lebih sederhana, Messi setidaknya menjadi pemain yang mampu mengubah permainan Barcelona menjadi efektif dan agresif.
Kendati demikian, itu tidak mengubah fakta bahwa Messi hampir tidak dapat berbuat apa-apa di sepertiga barisan pertahanan. Dalam rentang hampir satu dekade, ia hanya membersihkan lima bola, memblokir lima tembakan dan memblokir satu umpan silang.
Selain gagal membantu pertahanan tim, Messi juga bukan seorang penyerang yang hebat sebagaimana yang sudah terpatri di pikiran para penggemar. Dari beberapa statistik menyebut bahwa musim lalu, Messi hanya mampu mengonversikan 14 gol dari 78 umpan silang. Selain itu, persentase penyelesaiannya 17,9% di bawah rata-rata liga yakni 23,9%.
James Yorke selaku Kepala analisis StatsBomb memaparkan Messi telah mencetak angka pada tingkat rata-rata dan jarang memenuhi tujuan yang diharapkan. "Dia pada dasarnya mencetak header pada tingkat rata-rata: golnya kira-kira sama dengan gol yang diharapkan. Dan dia mendapat sekitar satu per musim," kata Yorke.
(sha)