Lolos ke Final, Thiem Siap Hadapi Raja Australia Terbuka
Jum'at, 31 Januari 2020 - 21:35 WIB
Lolos ke Final, Thiem Siap Hadapi Raja Australia Terbuka
A
A
A
MELBOURNE - Dominic Thiem sukses menciptakan sejarah setelah mengalahkan Alexander Zverev saat semifinal Australia Terbuka. Dia menjadi petenis putra pertama kelahiran 1990-an yang mampu menembus final Grand Slam awal tahun tersebut.
(Baca Juga: Lewati Hadangan Zverev, Dominic Thiem Tantang Djokovic di Final )
Pada laga yang sempat tertunda akibat hujan dan petir itu, Thiem berhasil memenangi duel yang dianggap generasi tenis berikutnya. Wakil Austria berusia 26 tahun itu sukses mengalahkan jagoan Jerman Alexander Zverev yang lebih muda empat tahun dengan skor 3-6, 6-4, 7-6 (3), 7-6 (4).
Kemenangan itu membuka peluang bagi Thiem untuk mengukir sejarah sekaligus mematahkan kutukannya di Grand Slam. Terlebih, ini juga menjadi kesempatan baginya untuk mendobrak dominasi the Big Three.
Pada partai puncak nanti, Thiem akan menghadapi Novak Djokovic yang sebelumnya menyingkirkan Roger Federer straight set 7-6, 6-4, 6-3. Bintang asal Serbia itu merupakan juara bertahan dan sudah tujuh kali merajai Negeri Kanguru.
Jika kemenangan kembali diraih saat final, Thiem akan menjadi petenis pria pertama yang menjuarai Grand Slam selain Djokovic, Federer dan Rafael Nadal selama lima tahun belakangan. Petenis terakhir di luar Big Three yang bisa juara adalah Stanislas Wawrinka.
Wawrinka pernah menjuarai Australia Terbuka edisi 2014. Lalu memenangi Prancis Terbuka pada 2015. Sedangkan, pada 2016 petenis asal Swiss itu juga menguasai AS Terbuka. Selain itu, gelar juara juga akan memuaskan rasa penasaran Thiem saat final Grand Slam.
Thiem sebelumnya sudah dua kali menembus partai puncak Prancis Terbuka, namun selalu terjungkal. Pada 2018 dia dikalahkan Nadal dengan skor 6-4, 6-3, 6-2. Sedangkan pada perhelatan 2019, dia kembali dikalahkan King of Clay dengan kedudukan 6-3, 5-7, 6-1, 6-1.
“Djokovic adalah raja Australia Terbuka. Saya selalu menghadapi raja setiap kali menembus final Grand Slam. Jika nanti saya keluar dari lapangan sebagai pihak yang kalah, saya masih harus bersabar. Saya masih harus mempercayai proses,” ujar Thiem, dilansir sports.yahoo.
Meski akan menghadapi raja Australia Terbuka, kans Thiem untuk menang tetap ada. Pasalnya, dia sempat memetik empat kemenangan dari lima pertemuannya kontra Djokovic, walau tiga diantaranya terjadi di tanah liat yang merupakan lapangan favoritnya.
(Baca Juga: Lewati Hadangan Zverev, Dominic Thiem Tantang Djokovic di Final )
Pada laga yang sempat tertunda akibat hujan dan petir itu, Thiem berhasil memenangi duel yang dianggap generasi tenis berikutnya. Wakil Austria berusia 26 tahun itu sukses mengalahkan jagoan Jerman Alexander Zverev yang lebih muda empat tahun dengan skor 3-6, 6-4, 7-6 (3), 7-6 (4).
Kemenangan itu membuka peluang bagi Thiem untuk mengukir sejarah sekaligus mematahkan kutukannya di Grand Slam. Terlebih, ini juga menjadi kesempatan baginya untuk mendobrak dominasi the Big Three.
Pada partai puncak nanti, Thiem akan menghadapi Novak Djokovic yang sebelumnya menyingkirkan Roger Federer straight set 7-6, 6-4, 6-3. Bintang asal Serbia itu merupakan juara bertahan dan sudah tujuh kali merajai Negeri Kanguru.
Jika kemenangan kembali diraih saat final, Thiem akan menjadi petenis pria pertama yang menjuarai Grand Slam selain Djokovic, Federer dan Rafael Nadal selama lima tahun belakangan. Petenis terakhir di luar Big Three yang bisa juara adalah Stanislas Wawrinka.
Wawrinka pernah menjuarai Australia Terbuka edisi 2014. Lalu memenangi Prancis Terbuka pada 2015. Sedangkan, pada 2016 petenis asal Swiss itu juga menguasai AS Terbuka. Selain itu, gelar juara juga akan memuaskan rasa penasaran Thiem saat final Grand Slam.
Thiem sebelumnya sudah dua kali menembus partai puncak Prancis Terbuka, namun selalu terjungkal. Pada 2018 dia dikalahkan Nadal dengan skor 6-4, 6-3, 6-2. Sedangkan pada perhelatan 2019, dia kembali dikalahkan King of Clay dengan kedudukan 6-3, 5-7, 6-1, 6-1.
“Djokovic adalah raja Australia Terbuka. Saya selalu menghadapi raja setiap kali menembus final Grand Slam. Jika nanti saya keluar dari lapangan sebagai pihak yang kalah, saya masih harus bersabar. Saya masih harus mempercayai proses,” ujar Thiem, dilansir sports.yahoo.
Meski akan menghadapi raja Australia Terbuka, kans Thiem untuk menang tetap ada. Pasalnya, dia sempat memetik empat kemenangan dari lima pertemuannya kontra Djokovic, walau tiga diantaranya terjadi di tanah liat yang merupakan lapangan favoritnya.
(mir)