Jelang Lawan Leicester, Guardiola Bicara Sanksi UEFA dan Rodgers
Sabtu, 22 Februari 2020 - 17:04 WIB
Jelang Lawan Leicester, Guardiola Bicara Sanksi UEFA dan Rodgers
A
A
A
LEICESTER - Pep Guardiola menegaskan apa yang dialami Manchester City terkait sanksi yang diberikan UEFA lantaran dianggap melanggar aturan Financial Fair Play (FPP) tidak akan mengubah prestasinya di klub. Itu disampaikannya dalam konferensi pers jelang laga melawan Leicester City di King Power, Minggu (23/2/2020) dini hari WIB.
"Saya tidak bisa mengubah apa yang dipikirkan orang. Saya tahu betapa kerasnya kami bekerja dan saya sangat bangga denagn apa yang telah kami lakukan dalam beberapa tahun ini bersama. Segala sesuatu yang kami menangi musim ini, tidak ada yang membantu kami. Kami melakukan pekerjaan luar biasa hari demi hari, pertandingan demi pertandingan, dan tidak ada yang akan mengubahnya," tegas Guardiola dikutip dari Sky Sports
Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA (CFCB) mengatakan City dinilai telah melakukan pelanggaran serius terhadap peraturan FFP dengan membuat laporan keuangan fiktif selama 2012 hingga 2016. CFCB menambahkan klub tersebut telah gagal bekerja sama dalam penyelidikannya.
Akibat persoalan ini UEFA menjatuhkan sanksi berupa hukuman larangan tampil di Liga Champions selama dua musim. Selain itu, klub berjuluk The Citizens juga terancam denda sebesar 30 juta euro atau sekira Rp445,6 miliar.
City mengaku kecewa dengan keputusan tersebut dan mereka bakal mengajukan banding terhadap keputusan itu di Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS). "Ini belum selesai, belum berakhir. Kami telah mengajukan banding sebagai klub dan kami akan melihat apa yang terjadi."
Saat ini City akan melakukan perjalanan ke Stadion King Power untuk mencari kemenangan lain demi menunda perayaan pesta juara Liverpool sekaligus mempertajam jarak dengan Leicester. Jelang laga ini, Guardiola mengakui bahwa dia sangat terkesan dengan pekerjaan Brendan Rodgers sejak mengambil alih dari Claude Puel pada Februari 2019.
"Saya tahu pekerjaan luar biasa yang dia lakukan di Liverpool tetapi saya tidak di Man City. Saya melihat timnya di Celtic dan saya berkata 'wow, tim ini bermain bagus dan agresif dan memiliki getaran yang baik. Leicester luar biasa sepanjang musim. Mereka memiliki organisasi yang luar biasa. Mereka tahu persis apa yang harus mereka lakukan dan senang melihat tim bermain serta mereka bermain," kata Guardiola.
"Ini menguntungkan sepak bola Inggris untuk memiliki manajer dan tim semacam ini," pungkas Guardiola.
"Saya tidak bisa mengubah apa yang dipikirkan orang. Saya tahu betapa kerasnya kami bekerja dan saya sangat bangga denagn apa yang telah kami lakukan dalam beberapa tahun ini bersama. Segala sesuatu yang kami menangi musim ini, tidak ada yang membantu kami. Kami melakukan pekerjaan luar biasa hari demi hari, pertandingan demi pertandingan, dan tidak ada yang akan mengubahnya," tegas Guardiola dikutip dari Sky Sports
Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA (CFCB) mengatakan City dinilai telah melakukan pelanggaran serius terhadap peraturan FFP dengan membuat laporan keuangan fiktif selama 2012 hingga 2016. CFCB menambahkan klub tersebut telah gagal bekerja sama dalam penyelidikannya.
Akibat persoalan ini UEFA menjatuhkan sanksi berupa hukuman larangan tampil di Liga Champions selama dua musim. Selain itu, klub berjuluk The Citizens juga terancam denda sebesar 30 juta euro atau sekira Rp445,6 miliar.
City mengaku kecewa dengan keputusan tersebut dan mereka bakal mengajukan banding terhadap keputusan itu di Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS). "Ini belum selesai, belum berakhir. Kami telah mengajukan banding sebagai klub dan kami akan melihat apa yang terjadi."
Saat ini City akan melakukan perjalanan ke Stadion King Power untuk mencari kemenangan lain demi menunda perayaan pesta juara Liverpool sekaligus mempertajam jarak dengan Leicester. Jelang laga ini, Guardiola mengakui bahwa dia sangat terkesan dengan pekerjaan Brendan Rodgers sejak mengambil alih dari Claude Puel pada Februari 2019.
"Saya tahu pekerjaan luar biasa yang dia lakukan di Liverpool tetapi saya tidak di Man City. Saya melihat timnya di Celtic dan saya berkata 'wow, tim ini bermain bagus dan agresif dan memiliki getaran yang baik. Leicester luar biasa sepanjang musim. Mereka memiliki organisasi yang luar biasa. Mereka tahu persis apa yang harus mereka lakukan dan senang melihat tim bermain serta mereka bermain," kata Guardiola.
"Ini menguntungkan sepak bola Inggris untuk memiliki manajer dan tim semacam ini," pungkas Guardiola.
(mir)