London Nyatakan Siap Gelar Olimpiade 2020, Menkes Jepang: Terlalu Dini Bicara Tokyo Batal
Selasa, 25 Februari 2020 - 18:05 WIB
London Nyatakan Siap Gelar Olimpiade 2020, Menkes Jepang: Terlalu Dini Bicara Tokyo Batal
A
A
A
TOKYO - Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato mengatakan masih terlalu dini berbicara tentang pembatalan Olimpiade Tokyo 2020. Kato menyatakan hal itu dalam konferensi pers, Selasa (25/2/2020), setelah muncul pertanyaan apakah Olimpiade harus dipindahkan atau dibatalkan akibat coronavirus dan penyebarannya di Jepang.
Olmpiade 2020 akan digelar di Tokyo pada 24 Juli-9 Agustus, dan dilanjutkan dengan Paralimpiade yang berlangsung 25 Agustus-6 September. Wabah coronavirus, yang dimulai di Wuhan, China, telah mengakibatkan banyak acara olahraga dipindahkan atau ditunda.
Jepang sudah menunda latihan untuk sukarelawan Olimpiade pada Jumat (21/2/2020). Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 mengumumkan bahwa mereka telah menunda pelatihan untuk sukarelawan karena munculnya wabah Covid-19. Semula latihan dijadwalkan Sabtu (22/2/2020) tetapi akan dijadwal ulang. Meski demikian, panitia penyelenggara tidak mempertimbangkan membatalkan Olimpiade.
Sejumlah event olahraga di Jepang pun dibatalkan seperti lari maraton Tokyo yang diikuti 38.000 pelari dibatalkan. Lomba lari tersebut hanya diikuti sekitar 176 pelari elite maraton dan 30 atlet kursi roda. Sebanyak 1800 pelari dari China terdaftar untuk bersaing di Jepang pada 1 Maret. Lomba ini, sebagai uji coba Olimpiade untuk pelari maraton Jepang. Maraton Wanita di Nagoya yang dijadwalkan 8 Maret, juga hanya terbatas pada pelari elite saja. Pelari elite hanya menampilkan atlet yang diundang.
Situasi itu memancing kandidat walikota London meminta pejabat Olimpiade untuk mempertimbangkan memindahkan Olimpiade 2020 ke ibukota Inggris, London, di mana mereka menggelar acara tersebut delapan tahun yang lalu, jika coronavirus yang mematikan memaksa Tokyo mundur sebagai tuan rumah.
“London dapat menjadi tuan rumah #Olimpiade tahun 2020,” Shaun Bailey, kandidat Konservatif, menulis di Twitter. “Kami memiliki infrastruktur dan pengalaman. Dan karena wabah #coronavirus, dunia mungkin membutuhkan kami untuk melangkah.”
"Mengingat gangguan yang terus-menerus disebabkan oleh wabah coronavirus, saya mendesak Komite Olimpiade untuk secara serius mempertimbangkan bagaimana London bisa siap menjadi tuan rumah Olimpiade jika diperlukan," Shaun Bailey menambahkan dalam sebuah pernyataan kepada CityAM Magazine.
Olmpiade 2020 akan digelar di Tokyo pada 24 Juli-9 Agustus, dan dilanjutkan dengan Paralimpiade yang berlangsung 25 Agustus-6 September. Wabah coronavirus, yang dimulai di Wuhan, China, telah mengakibatkan banyak acara olahraga dipindahkan atau ditunda.
Jepang sudah menunda latihan untuk sukarelawan Olimpiade pada Jumat (21/2/2020). Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 mengumumkan bahwa mereka telah menunda pelatihan untuk sukarelawan karena munculnya wabah Covid-19. Semula latihan dijadwalkan Sabtu (22/2/2020) tetapi akan dijadwal ulang. Meski demikian, panitia penyelenggara tidak mempertimbangkan membatalkan Olimpiade.
Sejumlah event olahraga di Jepang pun dibatalkan seperti lari maraton Tokyo yang diikuti 38.000 pelari dibatalkan. Lomba lari tersebut hanya diikuti sekitar 176 pelari elite maraton dan 30 atlet kursi roda. Sebanyak 1800 pelari dari China terdaftar untuk bersaing di Jepang pada 1 Maret. Lomba ini, sebagai uji coba Olimpiade untuk pelari maraton Jepang. Maraton Wanita di Nagoya yang dijadwalkan 8 Maret, juga hanya terbatas pada pelari elite saja. Pelari elite hanya menampilkan atlet yang diundang.
Situasi itu memancing kandidat walikota London meminta pejabat Olimpiade untuk mempertimbangkan memindahkan Olimpiade 2020 ke ibukota Inggris, London, di mana mereka menggelar acara tersebut delapan tahun yang lalu, jika coronavirus yang mematikan memaksa Tokyo mundur sebagai tuan rumah.
“London dapat menjadi tuan rumah #Olimpiade tahun 2020,” Shaun Bailey, kandidat Konservatif, menulis di Twitter. “Kami memiliki infrastruktur dan pengalaman. Dan karena wabah #coronavirus, dunia mungkin membutuhkan kami untuk melangkah.”
"Mengingat gangguan yang terus-menerus disebabkan oleh wabah coronavirus, saya mendesak Komite Olimpiade untuk secara serius mempertimbangkan bagaimana London bisa siap menjadi tuan rumah Olimpiade jika diperlukan," Shaun Bailey menambahkan dalam sebuah pernyataan kepada CityAM Magazine.
(sha)