Muster Tidak Ingin Bhayangkara FC Disebut The Dream Team
Jum'at, 28 Februari 2020 - 04:35 WIB
Muster Tidak Ingin Bhayangkara FC Disebut The Dream Team
A
A
A
JAKARTA - Paul Munster tidak setuju dengan adanya sebutan The Dream Team terhadap Bhayangkara FC. Sebab, pelatih asal Irlandia Utara itu menegaskan kalau tim asuhannya tidak mempunyai pemain bintang.
Sebutan The Dream Team muncul karena The Guardian memboyong sejumlah pemain bintang. Nama-nama besar seperti Andik Vermansyah, Ezechiel N'douasel, dan Renan Silva kini menjadi bala tentara tim yang bermarkas di Jakarta Selatan itu.
Ini mendapat tanggapan dari Munster. Mantan penyerang Slavia Praha tersebut tidak merasa timnya seperti itu. “Saya lelah orang-orang bilang tim kami tim bintang. Saya tegaskan di sini, tidak ada pemain bintang. Di sini adalah tentang tim, itu yang terpenting,” katanya, dilansir laman liga-indonesia.
Munster menilai sebutan The Dream Team harusnya disematkan kepada tim-tim besar karena biasanya memilki banyak pemain hebat. “Saya tidak tahu dari mana label itu datang kepada Bhayangkara FC. Saya tidak dengar label itu ada di Bali United, Persipura, Persija," lanjutnya.
“Di sini tidak ada pemain bintang. Kalau orang mengerti ini lah Bhayangkara FC yang lebih mementingkan tim dibandingkan pemain (bintang) dan mereka tidak tahu itu,” tandas bekas nakhoda Vanuatu tersebut.
Ketimbang membahas sebutan The Dream Team, Munster lebih memilih memusatkan perhatiannya untuk menyambut Liga 1 2020. Soalnya, Bhayangkara FC akan memulai kampanyenya dengan menyambangi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa, Sabtu (29/2).
Sebutan The Dream Team muncul karena The Guardian memboyong sejumlah pemain bintang. Nama-nama besar seperti Andik Vermansyah, Ezechiel N'douasel, dan Renan Silva kini menjadi bala tentara tim yang bermarkas di Jakarta Selatan itu.
Ini mendapat tanggapan dari Munster. Mantan penyerang Slavia Praha tersebut tidak merasa timnya seperti itu. “Saya lelah orang-orang bilang tim kami tim bintang. Saya tegaskan di sini, tidak ada pemain bintang. Di sini adalah tentang tim, itu yang terpenting,” katanya, dilansir laman liga-indonesia.
Munster menilai sebutan The Dream Team harusnya disematkan kepada tim-tim besar karena biasanya memilki banyak pemain hebat. “Saya tidak tahu dari mana label itu datang kepada Bhayangkara FC. Saya tidak dengar label itu ada di Bali United, Persipura, Persija," lanjutnya.
“Di sini tidak ada pemain bintang. Kalau orang mengerti ini lah Bhayangkara FC yang lebih mementingkan tim dibandingkan pemain (bintang) dan mereka tidak tahu itu,” tandas bekas nakhoda Vanuatu tersebut.
Ketimbang membahas sebutan The Dream Team, Munster lebih memilih memusatkan perhatiannya untuk menyambut Liga 1 2020. Soalnya, Bhayangkara FC akan memulai kampanyenya dengan menyambangi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa, Sabtu (29/2).
(mir)