Marotta Tuding Liga Italia Terdistorsi, Dal Pino: Jangan buat Drama
Senin, 02 Maret 2020 - 00:27 WIB
Marotta Tuding Liga Italia Terdistorsi, Dal Pino: Jangan buat Drama
A
A
A
MILAN - Penundaan laga Juventus versus Inter Milan yang sejatinya bakal digelar di Stadion Allianz, Senin (2/3) dini hari WIB, terpaksa ditunda lantaran adanya kekhawatiran penyebaran virus corona di Italia. Pertandingan itu telah dijadwal ulang pada 13 Mei mendatang, sementara final Coppa Italia yang semula digelar di tanggal yang sama digeser hingga 20 Mei.
Perubahan jadwal yang dilakukan Lega Serie A mendapatkan kritikan pedas dari Direktur Inter Milan, Beppe Marotta. Dalam sebuah wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, dia menuding kompetisi sepak bola Italia telah terdistorsi. (Baca juga: Resmi: Juventus vs Inter Milan dan 4 Laga Lainnya Ditunda )
"Apakah liga berisiko tidak berakhir? Ya, jika lebih banyak pertandingan tertunda, maka ya. Dan kemudian saya bertanya pada diri sendiri mengapa tanggal Juve versus Inter diputuskan sebelum tanggal Inter kontrak Sampdoria? Atas dasar apa?" cetus Marotta.
"Liga ini terdistorsi. Itu diubah dalam keseimbangannya. Pikirkan saja cedera dan diskualifikasi dan kemudian ada aspek psikologisnya. Sekali lagi, Inter merasa dirugikan, jadwal kami di bulan Mei luar biasa," sambung Marotta.
Di bagian terpisah, Ketua Serie A, Paolo Dal Pino memberikan versinya tentang kontroversi perubahan jadwal pertandingan Juventus versus Inter. Menurutnya, dia sudah meminta manajer umum Serie A, Luigi De Siervo mengusulkan kepada Inter terkait gagasan untuk memindahkan pertandingan pada Senin malam (waktu setempat).
"Inter menolak. Jadi mereka harus bertanggung jawab atas keputusan mereka dan tidak berbicara tentang situasi yang tidak sportif atau liga yang terdistorsi. Marotta mewakili kebutuhan Inter, saya harus menjaga kepentingan umum seluruh divisi Serie A, yang sayangnya berarti konflik kepentingan harian yang terkait dengan setiap klub," jelas Dal Pino.
"Tugas saya adalah mempromosikan sepak bola Italia dan citranya ke dunia, sehingga mentransmisikan game di stadion kosong akan menjadi kartu panggil yang mengerikan bagi negara. Keputusan ada di tangan saya, tetapi klub-klub yang terlibat dihubungi melalui telepon, jadi kami tahu bahwa mereka semua memiliki posisi yang sulit untuk didamaikan.
Dal Pino menambahkan Lega Serie A memiliki rasa tanggung jawab untuk melindungi hak para penggemar dan semua orang untuk menghadiri pertandingan, termasuk kebutuhan para penyiar dalam mengirimkan gambar dari tribun.
"Saya mengundang semua orang untuk memikirkan ini sebagai Serie A, bukan sebagai klub individu. Saya ingin menunjukkan bahwa di Liga Primer misalnya, ada tim reguler dengan permainan di tangan selama berminggu-minggu karena banyaknya kompetisi piala. Jadi jangan membuat drama di mana tidak ada," pungkas Dal Pino.
Perubahan jadwal yang dilakukan Lega Serie A mendapatkan kritikan pedas dari Direktur Inter Milan, Beppe Marotta. Dalam sebuah wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, dia menuding kompetisi sepak bola Italia telah terdistorsi. (Baca juga: Resmi: Juventus vs Inter Milan dan 4 Laga Lainnya Ditunda )
"Apakah liga berisiko tidak berakhir? Ya, jika lebih banyak pertandingan tertunda, maka ya. Dan kemudian saya bertanya pada diri sendiri mengapa tanggal Juve versus Inter diputuskan sebelum tanggal Inter kontrak Sampdoria? Atas dasar apa?" cetus Marotta.
"Liga ini terdistorsi. Itu diubah dalam keseimbangannya. Pikirkan saja cedera dan diskualifikasi dan kemudian ada aspek psikologisnya. Sekali lagi, Inter merasa dirugikan, jadwal kami di bulan Mei luar biasa," sambung Marotta.
Di bagian terpisah, Ketua Serie A, Paolo Dal Pino memberikan versinya tentang kontroversi perubahan jadwal pertandingan Juventus versus Inter. Menurutnya, dia sudah meminta manajer umum Serie A, Luigi De Siervo mengusulkan kepada Inter terkait gagasan untuk memindahkan pertandingan pada Senin malam (waktu setempat).
"Inter menolak. Jadi mereka harus bertanggung jawab atas keputusan mereka dan tidak berbicara tentang situasi yang tidak sportif atau liga yang terdistorsi. Marotta mewakili kebutuhan Inter, saya harus menjaga kepentingan umum seluruh divisi Serie A, yang sayangnya berarti konflik kepentingan harian yang terkait dengan setiap klub," jelas Dal Pino.
"Tugas saya adalah mempromosikan sepak bola Italia dan citranya ke dunia, sehingga mentransmisikan game di stadion kosong akan menjadi kartu panggil yang mengerikan bagi negara. Keputusan ada di tangan saya, tetapi klub-klub yang terlibat dihubungi melalui telepon, jadi kami tahu bahwa mereka semua memiliki posisi yang sulit untuk didamaikan.
Dal Pino menambahkan Lega Serie A memiliki rasa tanggung jawab untuk melindungi hak para penggemar dan semua orang untuk menghadiri pertandingan, termasuk kebutuhan para penyiar dalam mengirimkan gambar dari tribun.
"Saya mengundang semua orang untuk memikirkan ini sebagai Serie A, bukan sebagai klub individu. Saya ingin menunjukkan bahwa di Liga Primer misalnya, ada tim reguler dengan permainan di tangan selama berminggu-minggu karena banyaknya kompetisi piala. Jadi jangan membuat drama di mana tidak ada," pungkas Dal Pino.
(bbk)