Lionel Messi Dianggap Sebagai Contoh Global, Ini Alasannya

loading...
Lionel Messi Dianggap Sebagai Contoh Global, Ini Alasannya
Lionel Messi Dianggap Sebagai Contoh Global, Ini Alasannya
A+ A-
BARCERLONA - Terlepas kritikannya kepada Barcelona, Lionel Messi dianggap sebagai contoh bagi dunia. Penyerang asal Argentina itu layak dijadikan panutan bila membahas apa yang harus dilakukan pesepak bola profesional.
Hal itu disampaikan Tom Bates yang berprofesi sebagai psikolog olahraga. Dia menyebut contoh yang diberikan Messi dan Barcelona bisa membantu klub dan pemain lain untuk mengikuti langkah serupa guna mengatasi dampak akibat pandemi virus Corona.
Pendapat Bates itu berdasarkan sikap yang diperlihatkan Messi terkait rencana Barcelona memotong gaji pemain di tim utama. Blaugrana berkilah itu guna menghindari krisis keuangan lantaran tidak ada pemasukan selama kompetisi ditangguhkan.

Messi lalu mengeluarkan pernyataan yang mewakili seluruh skuad Barcelona pada 30 Maret, bahwa para pemain sepakat mengurangi gaji hingga 70%. Selain itu, mereka juga bersedia memberi kontribusi finansial agar memastikan karyawan non-pertandingan tetap mendapat gaji penuh.

“Messi yang memulai ini dan masuk kelompok pemain pertama yang rela menerima potongan gaji 70% guna memastikan staf Barcelona bisa terus bertahan hidup dan bekerja. Saya rasa itu menjadi contoh global bagi semua orang ketika membahas masalah finansial,” ucap Bates dilansir skysport.

Langkah Messi dkk kemudian diikuti armada Atletico Madrid yang juga menyatakan siap menerima pemangkasan gaji. Bates menilai apa yang diperlihatkan El Azulgrana dan Los Rojiblancos bisa dijadikan acuan bagi pemain dikompetisi lain untuk melakukan hal serupa.

Pasalnya, asosiasi pemain di Liga Primer dan Serie A diberikatakan menolak menerima pemotongan gaji oleh klub. Terkecuali Juventus dimana seluruh pemainnya sudah setuju upahnya ditiadakan selama empat bulan, mereka menilai hal ini sangat memalukan.



“Hal yang mereka jadikan alasan bisa diartikan seperti ini, ‘sebenarnya klub yang kami bela adalah klub kaya. Jadi, mereka masih sanggup menggaji para staf secara penuh’. Tapi, klub lain di liga yang berbeda tidak bisa melakukan itu,” jelas Bates.

“Klub lain bahkan ada yang merasa pengurangan gaji pemain sebagai satu-satunya jalan untuk bertahan hidup. Para pemain yang saya ajak bicara, khususnya dari Liga Primer hingga saat ini, mereka punya perspektif berbeda. Itu wajar,” tandasnya.
(mir)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top