Israel lepas mantan pesepakbola nasional Palestina
Selasa, 10 Juli 2012 - 20:11 WIB
Israel lepas mantan pesepakbola nasional Palestina
A
A
A
Sindonews.com - Setelah 95 hari menggelar aksi mogok makan, mantan pemain sepak bola nasional Palestina, Mahmoud al-Sarsak (25) akhirnya dibebaskan oleh Pengadilan Israel.
Kebebasan Mahmoud al-Sarsak sore ini disambut meriah dengan bunga dan kemeriahan puluhan orang di titik persimpangan Erez. Mereka menunggu sambil mengangkat poster gambar mantan pemain sepak bola Palestina itu.
Setibanya di sana, al-Sarsak langsung dibawa ke rumah sakit al-Shifa di Jalur Gaza untuk pemeriksaan medis. Al-Sarsak berhenti mogok makan pada 18 Juni lalu setelah pemerintah Israel sepakat membebaskannya pada 10 Juli 2012.
Selama dua minggu terakhir, ia berada di rumah sakit Israel. Al-Sarsak ditangkap pada 2009 di Erez saat ia dalam perjalanan dari Jalur Gaza ke Tepi Barat, ia berencana bergabung dengan klub sepak bola lokal di sana.
Al-Sarsak ditangkap berdasarkan hukum Unlawful Combatant tahun 2002 yang memungkinkan Israel melakukan penahanan beberapa warga Palestina dan Lebanon tanpa proses pengadilan.
Al-Sarsak merupakan tahanan keempat yang dibebaskan oleh pemerintah Israel atas aksi mogok makanya. Saat ini, dua tahanan lain masih bertahan melakukan puasa 91 hari dan 84 hari.
Sebelumnya, Juni lalu Presiden FIFA Sepp Blatter prihatin atas kejadian yang menimpa Al-Sarsak. FIFA mendesak Israel untuk menjamin hak asasi manusia dalam dalam proses penahanan.
Kebebasan Mahmoud al-Sarsak sore ini disambut meriah dengan bunga dan kemeriahan puluhan orang di titik persimpangan Erez. Mereka menunggu sambil mengangkat poster gambar mantan pemain sepak bola Palestina itu.
Setibanya di sana, al-Sarsak langsung dibawa ke rumah sakit al-Shifa di Jalur Gaza untuk pemeriksaan medis. Al-Sarsak berhenti mogok makan pada 18 Juni lalu setelah pemerintah Israel sepakat membebaskannya pada 10 Juli 2012.
Selama dua minggu terakhir, ia berada di rumah sakit Israel. Al-Sarsak ditangkap pada 2009 di Erez saat ia dalam perjalanan dari Jalur Gaza ke Tepi Barat, ia berencana bergabung dengan klub sepak bola lokal di sana.
Al-Sarsak ditangkap berdasarkan hukum Unlawful Combatant tahun 2002 yang memungkinkan Israel melakukan penahanan beberapa warga Palestina dan Lebanon tanpa proses pengadilan.
Al-Sarsak merupakan tahanan keempat yang dibebaskan oleh pemerintah Israel atas aksi mogok makanya. Saat ini, dua tahanan lain masih bertahan melakukan puasa 91 hari dan 84 hari.
Sebelumnya, Juni lalu Presiden FIFA Sepp Blatter prihatin atas kejadian yang menimpa Al-Sarsak. FIFA mendesak Israel untuk menjamin hak asasi manusia dalam dalam proses penahanan.
(aww)