Empat cabang PON XVIII mengkhawatirkan
Jum'at, 13 Juli 2012 - 16:19 WIB
Empat cabang PON XVIII mengkhawatirkan
A
A
A
Sindonews.com - Persiapan empat arena pertandingan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON XVIII), Riau sangat mengkhawatirkan. Hal itu diungkapkan tim pengarah PON dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Eman Sumusi.
Menurut Sumusi, prasarana keempat arena tersebut yang di bawah 65 persen, yakni cabang olahraga Boling, Billiar, Panahan, dan Basball. Karenanya agar PON 2012 berjalan lancar maka akan dipercepat proses pembangunannya.
"Meski di bawah 65 persen penyelesaiannya, tapi saya yakin akan selesai tepat pada waktunya," jelas Sumusi ketika dihubungi, Jumat (13/7/2012).
Diakuinya, sarana yang di bawah 65 persen tersebut, KONI bersama dengan bidang terkait dalam rapat 12 Juli 2012, kemarin sudah memutuskan tidak akan memindahkan arena tersebut.
Sumusi menambahkan dalam rapat bidang kordinasi kemarin, semua bidang membahas mengenai masalah informasi teknologi (IT). Karena pada PON kali ini KONI ingin memperlihatkan kecanggihan informasi dan bisa dikatakan sebagai PON modern.
"Saya berharap dapat meningkatkan PON kali ini dimana semua bidang terkait memiliki progres untuk memperbaikinya," tambahnya.
Sementara mengenai masalah anggaran, KONI telah menerima kurang lebih 100 miliar dimana 43 M berasal dari dana APBN 2012 dan 57 M berasal dari dana APBNP. Dirinya berharap bantuan dari pemerintah tersebut dapat dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya.
Lebih lanjut, PON XVIII 2012 di Riau, Pekan Baru terdapat 26 cabang olahraga yang dipertandingkan dimana masalah IT harus berkaitan dengan bidang pertandingan yang tersebar di 10 Kabupaten. Dan IT tersebut langsung mentransfer ke 10 titik media fren center (MPC) yang berada di Riau.
Menurut Sumusi, prasarana keempat arena tersebut yang di bawah 65 persen, yakni cabang olahraga Boling, Billiar, Panahan, dan Basball. Karenanya agar PON 2012 berjalan lancar maka akan dipercepat proses pembangunannya.
"Meski di bawah 65 persen penyelesaiannya, tapi saya yakin akan selesai tepat pada waktunya," jelas Sumusi ketika dihubungi, Jumat (13/7/2012).
Diakuinya, sarana yang di bawah 65 persen tersebut, KONI bersama dengan bidang terkait dalam rapat 12 Juli 2012, kemarin sudah memutuskan tidak akan memindahkan arena tersebut.
Sumusi menambahkan dalam rapat bidang kordinasi kemarin, semua bidang membahas mengenai masalah informasi teknologi (IT). Karena pada PON kali ini KONI ingin memperlihatkan kecanggihan informasi dan bisa dikatakan sebagai PON modern.
"Saya berharap dapat meningkatkan PON kali ini dimana semua bidang terkait memiliki progres untuk memperbaikinya," tambahnya.
Sementara mengenai masalah anggaran, KONI telah menerima kurang lebih 100 miliar dimana 43 M berasal dari dana APBN 2012 dan 57 M berasal dari dana APBNP. Dirinya berharap bantuan dari pemerintah tersebut dapat dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya.
Lebih lanjut, PON XVIII 2012 di Riau, Pekan Baru terdapat 26 cabang olahraga yang dipertandingkan dimana masalah IT harus berkaitan dengan bidang pertandingan yang tersebar di 10 Kabupaten. Dan IT tersebut langsung mentransfer ke 10 titik media fren center (MPC) yang berada di Riau.
(wbs)