Pemain ISL siap terima sanksi
Minggu, 05 Agustus 2012 - 09:08 WIB
Pemain ISL siap terima sanksi
A
A
A
Sindonews.com - Para pemain Indonesian Super League (ISL) siap menerima sanksi dari klub, akibat dari keputusan mereka membela tim Indonesia Selection saat menghadapi Valencia. Pasalnya para pemain ISL menganggap hal tersebut tidak menyalahi aturan dan tak gentar hadapi hukuman.
Pemain ISL seperti Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Ponaryo Astaman, M Ridwan, Firman Utina (Sriwijaya FC), serta Ahmad Bustomi (Mitra Kukar) adalah pemain dari klub ISL yang memilih bergabung dengan tim Indonesia Selection.
Tim itu sebenarnya dipersiapkan menghadapi Valencia, kemarin. Karena itu,mereka menilai keputusan menjalani latihan di tim Indonesia Selection tak ada salahnya, kendati laga itu akan dijadikan ajang uji coba tim Merah Putih sebelum menghadapi Piala AFF 2012, November mendatang. Namun, jika pihak klub masih keberatan, para pemain dari ISL itu siap mengambil risiko.
Firman misalnya, gelandang SFC ini tak gentar menghadapi sanksi dari timnya setelah memutuskan membela tim Merah Putih dalam laga persahabatan kemarin. “Dalam kontrak, jika timnas membutuhkan, harus diizinkan klub. Tapi, saya siap jika klub memberi sanksi apa pun kepada saya. Pada intinya, klub harus menghormati PSSI dan PSSI pun harus menghormati klub,” ungkap Firman.
Mantan gelandang Persija Jakarta dan Arema FC Malang ini juga membantah adanya isu yang menyebutkan dia bergabung dengan timnas karena iming-iming materi. Bagi pemain yang mengenakan nomor punggung 15 ini, keputusan membela timnas karena ingin berjuang atas nama negara.
“Yang penting, saya datang ke sini hanya untuk membela Merah Putih. Bukan karena apa-apa seperti ada yang bilang usia saya 30 tahun, saya dalam masa tidak maksimal jika bermain di timnas, atau ini dan itu. Saya biarkan saja,” ungkap pemain kelahiran Manado, 15 Desember 1981 itu.
Selain yakin dengan keputusannya mementingkan timnas Merah Putih, keputusan itu juga berkat konsultasi dengan Asosiasi Pemain Profesional (FIFpro). Dengan latar belakang tersebut, Firman akhirnya semakin yakin dengan keputusannya tersebut.
“Mereka bilang kepada kami untuk mendukung pemain-pemain yang ada di timnas karena itu panggilan negara,” ujarnya. Namun, komentar Firman tetap tak bisa ditoleransi klub-klub ISL. Mereka menilai keputusan Firman dkk tak menghormati kebijakan klub yang terlebih dahulu melarang mereka menjalani latihan bersama timnas PSSI versi Djohar Arifin Husin.
Pelatih Persija ISL Iwan Setiawan sangat menyayangkan dengan keputusan Bambang. Menurut dia, keputusan Bepe, sapaan akrab Bambang adalah sikap yang salah. Seharusnya kapten Macan Kemayoran itu mengikuti apa yang telah ditetapkan klub.
Iwan mengatakan, Bepe harus menaati itu karena dia terikat kontrak bersama Persija. Jadi, suksesor Rahmad Darmawan itu menilai para pemainnya harus tetap menghormati kebijakan klub, terlebih selama pemain itu masih terikat kontrak.
“Saya juga pernah menjadi pemain. Pemain harus menghormati apa pun yang sudah diputuskan klub. Bepe seharusnya mengikuti kebijakan Persija (ISL). Saya sangat menyayangkan keputusannya itu,” ujar Iwan.
“Kembali kepada kebijakan seorang pemain dan klub yang mengontrak kami. Pemain tidak bisa seenaknya melewati kebijakan klub yang mengontrak dan menggaji pemain,” tambahnya.
Sementara dari Palembang, fansSFC memiliki pernyataan berbeda terkait keputusan tiga pemain Laskar Wong Kito membela tim Merah Putih. Sebagian ada yang geram dengan keputusan itu, tapi tak sedikit yang mendukung Firman, Ponaryo, dan Ridwan.
Ketua Bela Armada Sriwijaya (Beladas) Korwil Simanis Qusoy menilai, alasan yang dikemukakan ketiga pemain itu tak masuk akal dan terkesan dibuat-buat. Pasalnya, pertandingan antara timnas menghadapi Valencia sekadar ajang uji coba seperti pertandingan sebelumnya melawan Inter Milan, LA Galaxy, hingga Queens Park Rangers. Pertandingan itu bukan merupakan ajang resmi dari FIFA ataupun AFC.
“Intinya, mereka itu hanya tidak tahan dengan godaan untuk menghadapi klub besar dunia, yang sebenarnya memang sudah direncanakan PSSI. Apalagi, sejak beberapa bulan terakhir godaan yang diberikan semakin hari makin menggiurkan dengan mendatangkan sejumlah klub besar asal Eropa,” ungkapnya.
Pihak manajemen SFC mengaku cukup berat menjatuhkan sanksi kepada ketiga pemain itu.Apalagi,mengingat kontribusi mereka terhadap SFC hingga berhasil menghantarkan menjadi juara Kompetisi ISL musim 2011/2012.
“Kami masih memberikan kesempatan terakhir kepada M Ridwan, Firman Utina,d an Ponaryo untuk segera meninggalkan timnas. Kami berikan sanksi tegas jika ketiganya bermain saat menghadapi Valencia,” tandas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.
Pemain ISL seperti Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Ponaryo Astaman, M Ridwan, Firman Utina (Sriwijaya FC), serta Ahmad Bustomi (Mitra Kukar) adalah pemain dari klub ISL yang memilih bergabung dengan tim Indonesia Selection.
Tim itu sebenarnya dipersiapkan menghadapi Valencia, kemarin. Karena itu,mereka menilai keputusan menjalani latihan di tim Indonesia Selection tak ada salahnya, kendati laga itu akan dijadikan ajang uji coba tim Merah Putih sebelum menghadapi Piala AFF 2012, November mendatang. Namun, jika pihak klub masih keberatan, para pemain dari ISL itu siap mengambil risiko.
Firman misalnya, gelandang SFC ini tak gentar menghadapi sanksi dari timnya setelah memutuskan membela tim Merah Putih dalam laga persahabatan kemarin. “Dalam kontrak, jika timnas membutuhkan, harus diizinkan klub. Tapi, saya siap jika klub memberi sanksi apa pun kepada saya. Pada intinya, klub harus menghormati PSSI dan PSSI pun harus menghormati klub,” ungkap Firman.
Mantan gelandang Persija Jakarta dan Arema FC Malang ini juga membantah adanya isu yang menyebutkan dia bergabung dengan timnas karena iming-iming materi. Bagi pemain yang mengenakan nomor punggung 15 ini, keputusan membela timnas karena ingin berjuang atas nama negara.
“Yang penting, saya datang ke sini hanya untuk membela Merah Putih. Bukan karena apa-apa seperti ada yang bilang usia saya 30 tahun, saya dalam masa tidak maksimal jika bermain di timnas, atau ini dan itu. Saya biarkan saja,” ungkap pemain kelahiran Manado, 15 Desember 1981 itu.
Selain yakin dengan keputusannya mementingkan timnas Merah Putih, keputusan itu juga berkat konsultasi dengan Asosiasi Pemain Profesional (FIFpro). Dengan latar belakang tersebut, Firman akhirnya semakin yakin dengan keputusannya tersebut.
“Mereka bilang kepada kami untuk mendukung pemain-pemain yang ada di timnas karena itu panggilan negara,” ujarnya. Namun, komentar Firman tetap tak bisa ditoleransi klub-klub ISL. Mereka menilai keputusan Firman dkk tak menghormati kebijakan klub yang terlebih dahulu melarang mereka menjalani latihan bersama timnas PSSI versi Djohar Arifin Husin.
Pelatih Persija ISL Iwan Setiawan sangat menyayangkan dengan keputusan Bambang. Menurut dia, keputusan Bepe, sapaan akrab Bambang adalah sikap yang salah. Seharusnya kapten Macan Kemayoran itu mengikuti apa yang telah ditetapkan klub.
Iwan mengatakan, Bepe harus menaati itu karena dia terikat kontrak bersama Persija. Jadi, suksesor Rahmad Darmawan itu menilai para pemainnya harus tetap menghormati kebijakan klub, terlebih selama pemain itu masih terikat kontrak.
“Saya juga pernah menjadi pemain. Pemain harus menghormati apa pun yang sudah diputuskan klub. Bepe seharusnya mengikuti kebijakan Persija (ISL). Saya sangat menyayangkan keputusannya itu,” ujar Iwan.
“Kembali kepada kebijakan seorang pemain dan klub yang mengontrak kami. Pemain tidak bisa seenaknya melewati kebijakan klub yang mengontrak dan menggaji pemain,” tambahnya.
Sementara dari Palembang, fansSFC memiliki pernyataan berbeda terkait keputusan tiga pemain Laskar Wong Kito membela tim Merah Putih. Sebagian ada yang geram dengan keputusan itu, tapi tak sedikit yang mendukung Firman, Ponaryo, dan Ridwan.
Ketua Bela Armada Sriwijaya (Beladas) Korwil Simanis Qusoy menilai, alasan yang dikemukakan ketiga pemain itu tak masuk akal dan terkesan dibuat-buat. Pasalnya, pertandingan antara timnas menghadapi Valencia sekadar ajang uji coba seperti pertandingan sebelumnya melawan Inter Milan, LA Galaxy, hingga Queens Park Rangers. Pertandingan itu bukan merupakan ajang resmi dari FIFA ataupun AFC.
“Intinya, mereka itu hanya tidak tahan dengan godaan untuk menghadapi klub besar dunia, yang sebenarnya memang sudah direncanakan PSSI. Apalagi, sejak beberapa bulan terakhir godaan yang diberikan semakin hari makin menggiurkan dengan mendatangkan sejumlah klub besar asal Eropa,” ungkapnya.
Pihak manajemen SFC mengaku cukup berat menjatuhkan sanksi kepada ketiga pemain itu.Apalagi,mengingat kontribusi mereka terhadap SFC hingga berhasil menghantarkan menjadi juara Kompetisi ISL musim 2011/2012.
“Kami masih memberikan kesempatan terakhir kepada M Ridwan, Firman Utina,d an Ponaryo untuk segera meninggalkan timnas. Kami berikan sanksi tegas jika ketiganya bermain saat menghadapi Valencia,” tandas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.
(akr)