Sang Kakak menghapus kerinduan 33 tahun
Minggu, 12 Agustus 2012 - 10:43 WIB
Sang Kakak menghapus kerinduan 33 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Menanti 33 tahun,klub legendaris sarat sejarah Stade de Reims akhirnya kembali ambil bagian pada kompetisi level tertinggi Prancis musim ini.
Kehadiran tim yang disebut sebagai ”sang kakak”itu disambut gembira kontestan Ligue 1 lain. Ya,2012/2013 akan menjadi musim yang berbeda untuk Reims.Pasalnya,mereka akan kembali merasakan tantangan yang sesungguhnya.
Meski pada pertandingan perdana dini hari nanti akan bertemu Olympique Marseille di Stade d’Auguste Delaune, seluruh punggawa Reims terlihat sangat siap.Pertandingan tersebut pasti akan sangat menarik karena baik Reims dan Marseille adalah tim papan atas Prancis.
“Dengan adanya Reims rasanya seperti seorang kakak yang sudah kembali.Musim ini,jelas akan sangat berbahaya.Kehadiran Reims,Olympique Lyon,Marseille,Saint- Etienne,dan Paris Saint-Germain (PSG) persaingan akan mengerikan,”ujar Presiden Lyon Jean-Michel Aulas kepada uefa.com mengomentari kembalinya ”si anak hilang”.
Reims boleh absen 33 tahun.Namun,tidak ada yang bisa memungkiri catatan mereka pada masa lalu.Enam gelar Ligue 1,dua Coupe de France,dan lima Trophee des Champions (Piala Super) menjadi catatan sukses Reims.
Di level internasional,Reims adalah klub Prancis pertama yang tampil di final Piala Champions,yaitu pada 1955/1956 dan 1958/1959.Selain itu,Piala Latin 1953 dan Coppa delle Alpi 1977 sempat mereka koleksi. Klub yang lahir pada 1911 itu juga sempat melahirkan generasi emas sepak bola Prancis yang mencapai semifinal Piala Dunia 1958.
Pemain-pemain tersebut antara lain Roger Marche,Raymond Kopa,Just Fontaine,Jean Vincent,Robert Jaonquet,Armand Penverne, Dominique Colonna,Roger Piantoni. Jadi,pertemuan dengan Marseille dini hari nanti tentu sangat sayang jika dilewatkan.
Sebab,Marseille adalah klub besar Prancis masa kini yang sempat menjadi runner-upPiala Champions 1990/1991 dan mengenyam Trofi Liga Champions 1992/1993.L’Ohemejuga sudah mengantongi sembilan gelar Ligue 1. Menurut Pelatih Reims,Hubert Fournier, persaingan di Ligue 1 musim ini akan sangat ketat.
Meski kurang dua tim tradisional Prancis,AS Monaco dan FC Nantes, Ligue 1 tetap dianggap Fournier sebagai tantangan besar Reims.Bahkan, target juara bukan sesuatu yang mustahil diraih pada comebackke Ligue 1.“Musim ini akan sulit.Namun,saya pastikan kami melakukan segalanya untuk membuat persaingan semakin ketat,”tandas Fournier.
Sama seperti Fournier,striker Kamel Ghilas juga menjelaskan kalau Reims harus bersiap sebaik mungkin.Jika tidak, mereka akan dengan mudah kembali lagi ke Divisi II.“Kami adalah ikan kecil di sini. Tetapi,kami bisa mengubah diri kami jika bermain efisien dan disiplin.Yang jelas,kami harus menimbulkan masalah bagi tim lain,”ujar pemain yang dipinjam dari Hull City itu.
Kehadiran tim yang disebut sebagai ”sang kakak”itu disambut gembira kontestan Ligue 1 lain. Ya,2012/2013 akan menjadi musim yang berbeda untuk Reims.Pasalnya,mereka akan kembali merasakan tantangan yang sesungguhnya.
Meski pada pertandingan perdana dini hari nanti akan bertemu Olympique Marseille di Stade d’Auguste Delaune, seluruh punggawa Reims terlihat sangat siap.Pertandingan tersebut pasti akan sangat menarik karena baik Reims dan Marseille adalah tim papan atas Prancis.
“Dengan adanya Reims rasanya seperti seorang kakak yang sudah kembali.Musim ini,jelas akan sangat berbahaya.Kehadiran Reims,Olympique Lyon,Marseille,Saint- Etienne,dan Paris Saint-Germain (PSG) persaingan akan mengerikan,”ujar Presiden Lyon Jean-Michel Aulas kepada uefa.com mengomentari kembalinya ”si anak hilang”.
Reims boleh absen 33 tahun.Namun,tidak ada yang bisa memungkiri catatan mereka pada masa lalu.Enam gelar Ligue 1,dua Coupe de France,dan lima Trophee des Champions (Piala Super) menjadi catatan sukses Reims.
Di level internasional,Reims adalah klub Prancis pertama yang tampil di final Piala Champions,yaitu pada 1955/1956 dan 1958/1959.Selain itu,Piala Latin 1953 dan Coppa delle Alpi 1977 sempat mereka koleksi. Klub yang lahir pada 1911 itu juga sempat melahirkan generasi emas sepak bola Prancis yang mencapai semifinal Piala Dunia 1958.
Pemain-pemain tersebut antara lain Roger Marche,Raymond Kopa,Just Fontaine,Jean Vincent,Robert Jaonquet,Armand Penverne, Dominique Colonna,Roger Piantoni. Jadi,pertemuan dengan Marseille dini hari nanti tentu sangat sayang jika dilewatkan.
Sebab,Marseille adalah klub besar Prancis masa kini yang sempat menjadi runner-upPiala Champions 1990/1991 dan mengenyam Trofi Liga Champions 1992/1993.L’Ohemejuga sudah mengantongi sembilan gelar Ligue 1. Menurut Pelatih Reims,Hubert Fournier, persaingan di Ligue 1 musim ini akan sangat ketat.
Meski kurang dua tim tradisional Prancis,AS Monaco dan FC Nantes, Ligue 1 tetap dianggap Fournier sebagai tantangan besar Reims.Bahkan, target juara bukan sesuatu yang mustahil diraih pada comebackke Ligue 1.“Musim ini akan sulit.Namun,saya pastikan kami melakukan segalanya untuk membuat persaingan semakin ketat,”tandas Fournier.
Sama seperti Fournier,striker Kamel Ghilas juga menjelaskan kalau Reims harus bersiap sebaik mungkin.Jika tidak, mereka akan dengan mudah kembali lagi ke Divisi II.“Kami adalah ikan kecil di sini. Tetapi,kami bisa mengubah diri kami jika bermain efisien dan disiplin.Yang jelas,kami harus menimbulkan masalah bagi tim lain,”ujar pemain yang dipinjam dari Hull City itu.
(wbs)