Langganan kartu, Marcio Souza ditolak fans SFC
Jum'at, 17 Agustus 2012 - 01:26 WIB
Langganan kartu, Marcio Souza ditolak fans SFC
A
A
A
Sindonews.com - Beredarnya kabar manajemen Sriwijaya FC berencana melakukan negosiasi dengan mantan penyerang Persib Bandung, Marcio Souza ke Palembang ditolak suporter.
Karakter mantan pemain Arema Indonesia yang keras dan kerap melakukan provokasi terhadap pemain lawan sehingga sering merugikan tim menjadi salah satu alasan penolakan tersebut.
Dia juga menjadi salah satu pemain yang mengoleksi kartu kuning dan merah terbanyak di Persib. Padahal, sebagai pemain asing sudah seharusnya memberikan contoh bagi para pemain lokal.
Souza sendiri menjadi satu dari empat pemain asing yang didepak oleh Persib Bandung selain Noh Alam Shah, Miljan Radovic, dan Robbie Gaspar. Dengan dilepasnya empat pemain itu, artinya tim berjuluk Maung Bandung itu tinggal menyisakan Abanda Herman.
Rencana untuk melakukan pendekatan terhadap Souza itu diungkapkan oleh Direktur Tehnik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin. Banyaknya masukan dan kritik dari pada fans dan pendukung itu akan dijadikan pertimbangan apakah manajemen akan meneruskan niatan tersebut atau langsung menghentikannya.
’’Bagaimana kira-kira pendapat rekan-rekan dan fans jika musim depan SFC merekrut Marcio Souza, kira –kira dia cocok atau tidak dengan permainan SFC,’’ kata Hendri.
Daripada memilih Souza, fans SFC lebih senang jika manajemen klub melakukan pendekatan terhadap Herman Dzumafo Epandi yang tidak diperpanjang kontraknya oleh Arema Indonesia ISL.
Tetapi jika mantan pemain PSPS Pekanbaru itu tetap pada pendiriannya dengan mematok harga tinggi Rp 1,5 miliar, maka kemungkinan besar SFC juga tidak akan jadi meminangnya. Pasalnya, harga itu dinilai terlampau tinggi untuk seorang Dzumafo.
Kondisi yang sama pernah terjadi pada musim lalu, ketika itu SFC sangat serius ingin mendatangkan Dzumafo. Tetapi lantaran dia tidak mau menurunkan harganya dan tetap ngotot dengan banderol Rp 1,5 miliar. Akhirnya kesepakatan pun batal.
Apalagi saat ini SFC sudah tidak lagi mendapatkan bantuan dari dana APBD dan murni menggantungkan bantuan dari pihak sponsor. Daripada mengincar Dzumafo, SFC nampaknya lebih memilih untuk tetap mempertahankan top skor tim musim lalu, Keith Jerome ’’Kayamba’’ Gumbs.
Musim lalu, pemain asal ST Kitts N Nevis itu hanya dibanderol sekitar Rp 1.3 miliar dengan kewajiban ganda sebagai pemain dan asisten pelatih fisik. Hasilnya pun sangat baik, Kayamba mampu menyumbangkan 22 gol selama satu musim. Sedangkan Dzumafo hanya mampu memberikan 6 gol bersama Arema.
’’Kita sangat menghargai pendapat, saran dan kritik dari para pendukung SFC, karena mereka merupakan bagian terpenting bagi kita,” pungkasnya
Karakter mantan pemain Arema Indonesia yang keras dan kerap melakukan provokasi terhadap pemain lawan sehingga sering merugikan tim menjadi salah satu alasan penolakan tersebut.
Dia juga menjadi salah satu pemain yang mengoleksi kartu kuning dan merah terbanyak di Persib. Padahal, sebagai pemain asing sudah seharusnya memberikan contoh bagi para pemain lokal.
Souza sendiri menjadi satu dari empat pemain asing yang didepak oleh Persib Bandung selain Noh Alam Shah, Miljan Radovic, dan Robbie Gaspar. Dengan dilepasnya empat pemain itu, artinya tim berjuluk Maung Bandung itu tinggal menyisakan Abanda Herman.
Rencana untuk melakukan pendekatan terhadap Souza itu diungkapkan oleh Direktur Tehnik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin. Banyaknya masukan dan kritik dari pada fans dan pendukung itu akan dijadikan pertimbangan apakah manajemen akan meneruskan niatan tersebut atau langsung menghentikannya.
’’Bagaimana kira-kira pendapat rekan-rekan dan fans jika musim depan SFC merekrut Marcio Souza, kira –kira dia cocok atau tidak dengan permainan SFC,’’ kata Hendri.
Daripada memilih Souza, fans SFC lebih senang jika manajemen klub melakukan pendekatan terhadap Herman Dzumafo Epandi yang tidak diperpanjang kontraknya oleh Arema Indonesia ISL.
Tetapi jika mantan pemain PSPS Pekanbaru itu tetap pada pendiriannya dengan mematok harga tinggi Rp 1,5 miliar, maka kemungkinan besar SFC juga tidak akan jadi meminangnya. Pasalnya, harga itu dinilai terlampau tinggi untuk seorang Dzumafo.
Kondisi yang sama pernah terjadi pada musim lalu, ketika itu SFC sangat serius ingin mendatangkan Dzumafo. Tetapi lantaran dia tidak mau menurunkan harganya dan tetap ngotot dengan banderol Rp 1,5 miliar. Akhirnya kesepakatan pun batal.
Apalagi saat ini SFC sudah tidak lagi mendapatkan bantuan dari dana APBD dan murni menggantungkan bantuan dari pihak sponsor. Daripada mengincar Dzumafo, SFC nampaknya lebih memilih untuk tetap mempertahankan top skor tim musim lalu, Keith Jerome ’’Kayamba’’ Gumbs.
Musim lalu, pemain asal ST Kitts N Nevis itu hanya dibanderol sekitar Rp 1.3 miliar dengan kewajiban ganda sebagai pemain dan asisten pelatih fisik. Hasilnya pun sangat baik, Kayamba mampu menyumbangkan 22 gol selama satu musim. Sedangkan Dzumafo hanya mampu memberikan 6 gol bersama Arema.
’’Kita sangat menghargai pendapat, saran dan kritik dari para pendukung SFC, karena mereka merupakan bagian terpenting bagi kita,” pungkasnya
(aww)