Super Serena Williams

Rabu, 22 Agustus 2012 - 09:35 WIB
Super Serena Williams
Super Serena Williams
A A A
Sindonews.com - Serena Williams tidak diragukan lagi menjadi salah satu petenis wanita paling menonjol prestasinya tahun ini. Ia mampu menguasai dua kejuaraan penting di 2012 ini, yaitu Grand Slam Wimbledon dan Olimpiade London 2012.

Serena memang petenis luar biasa. Dia mampu menghipnotis dunia dengan prestasi-prestasi spektakulernya. Bahkan, kesuksesan di London 2012 merupakan kemenangan besarnya sepanjang karier Olimpiade. Sebab, dia mampu mengawinkan medali emas tunggal putri dengan ganda putri bersama sang kakak, Venus Williams.

Kesuksesan itu pula yang meningkatkan kepercayaan dirinya untuk terus menguasai tenis dunia. Termasuk, membidik gelar juara Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2012 yang akan dimulai 27 Agustus hingga 9 September mendatang.

Sejauh ini, petenis asal Amerika Serikat ini sudah mengoleksi 14 gelar grand slam. Tiga di antaranya adalah AS Terbuka 1999, 2002, dan 2008. Bahkan, dia juga pernah dua kali runner-up turnamen yang digelar di Flushing Meadows, New York, AS, tersebut. Termasuk,saat kalah dari Samantha Stosur 2-6, 3-6 pada final tahun lalu.

Karena itu, Serena yang kini berusia 30 tahun sangat berambisi merebut gelar keempatnya di New York, sekaligus menebus kegagalannya musim lalu. Apalagi, dia tengah terpacu kemenangan besarnya di London. Terutama, setelah menundukkan juara Prancis Terbuka 2012 asal Rusia Maria Sharapova untuk merebut medali emas pertamanya di nomor tunggal Olimpiade 2012 London. Inilah perkembangan signifikan yang ditunjukkan Serena dalam tiga bulan terakhir.

Sebelum itu, masalah kesehatan sempat mencemaskannya, terutama masalah engkel kaki. Dan, itu terbukti dengan hasil kurang memuaskan yang diraihnya pada awal musim ini. Di Australia Terbuka misalnya, dia hanya sampai babak keempat setelah ditundukkan petenis Rusia Ekaterina Makarova. Bahkan, di Prancis Terbuka, petenis AS tersebut sudah pulang sejak awal karena takluk di tangan petenis Prancis Virginie Razzano pada babak pertama.

Jika kondisinya normal, mungkin Serena tidak akan mengalami kekalahan menyakitkan seperti itu. Dan, itu dibuktikannya ketika merebut gelar Wimbledon untuk kali kelima. Apalagi, dia juga makin mengukuhkan hegemoninya dengan merebut emas di London.

Kini, Serena bertekad merebut gelar AS Terbuka 2012. Dan, untuk menyongsong ajang grand slam terakhir itu, dia istirahat penuh setelah kemenangannya di London. Dia ingin kembali ke pentas tenis dengan kondisi yang fresh setelah menjalani perang fisik dan mental di London. “Saya tidak pernah pergi keluar selama Olimpiade. Saya tidak pernah berani terlalu banyak beraktivitas,” kata Serena, seperti dilansir nbcsport.

“Saya tidak bisa membuat sesuatu yang beda. Jadi, sekarang saya punya waktu untuk bersantai agar bisa berbuat sesuatu yang lebih sebelum AS Terbuka,” sambungnya.

Meski begitu, Serena tentu tidak langsung tampil di AS Terbuka. Dia tetap menjalani laga pemanasan AS Terbuka di Cincinnati Master, 11-19 Agustus lalu. Dia berprinsip, tanpa beradaptasi di lapangan keras Flushing Meadows, dia takkan bisa berbuat banyak. Apalagi, jenis lapangan tenis di Wimbledon yang dikuasainya sangat berbeda dengan jenis lapangan di AS Terbuka. Wimbledon adalah lapangan rumput, sementara AS Terbuka menggunakan lapangan keras.

”Saya harap tahun ini benar-benar menjadi tahun saya. Artinya, saya mampu menutup musim ini dengan kemenangan di AS Terbuka,” kata petenis peringkat 4 WTA tersebut.

Meski begitu, Serena tetap harus waspada. Persaingan di AS Terbuka pastinya akan sangat ketat. Terutama, karena para petenis wanita top dunia lebih menguasai jenis-jenis lapangan keras seperti yang digunakan di AS Terbuka. Sebut saja Sharapova, tentu akan menerapkan gaya berbeda saat turun di Wimbledon dan bermain di AS Terbuka.

Begitu juga petenis nomor satu dunia Victoria Azarenka asal Belarus, lebih piawai saat bermain di jenis lapangan keras. Terbukti, dia mampu menguasai Grand Slam Australia Terbuka 2012 dengan gemilang. Belum lagi, sang kuda hitam seperti Agnieszka Radwanska asal Polandia dipastikan akan berjuang lebih keras untuk menebus kegagalannya meraih gelar Wimbledon 2012. Yang menarik, selain membidik AS Terbuka,Serena juga tetap memendam ambisi meneruskan kariernya di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Meski usianya sudah kepala tiga, dia tetap ingin mengharumkan negaranya untuk menjadi yang terbaik di dunia. “Saya berencana akan kembali ke Rio. Kecuali Tuhan mencegah saya,” ujar Serena.

“Ketika saya merasa tidak kuat lagi, maka saya akan berhenti. Tapi,s ekarang saya belum lelah dan sangat menikmati permainan ini,” lanjutnya.
(akr)
Berita Terkait
Profil Donnygho, Sosok...
Profil Donnygho, Sosok Pendiri Victim Esport yang Inspiratif
Kalahkan LeBron James,...
Kalahkan LeBron James, Khabib Nurmagomedov Bintang Olahraga Dunia
3 Bintang Olahraga yang...
3 Bintang Olahraga yang Jadi Pebisnis Minuman Alkohol
4 Zodiak yang Paling...
4 Zodiak yang Paling Malas Olahraga, Taurus Lebih Pilih Santai
15 Ikatan Cinta Selebritas...
15 Ikatan Cinta Selebritas dan Bintang Olahraga Yang Menghebohkan
Bob Arum Juluki Devin...
Bob Arum Juluki Devin Haney Bintang Olahraga Tinju Dunia
Berita Terkini
Daftar Juara Liga Champions:...
Daftar Juara Liga Champions: PSG Ukir Sejarah dengan Gelar Beruntun
3 jam yang lalu
PSG Juara Liga Champions...
PSG Juara Liga Champions 2026 usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti
8 jam yang lalu
PSG vs Arsenal Imbang...
PSG vs Arsenal Imbang 1-1, Final Liga Champions Berlanjut ke Extra Time
9 jam yang lalu
Arsenal Ungguli PSG...
Arsenal Ungguli PSG 1-0 di Babak Pertama Final Liga Champions
10 jam yang lalu
Raul Fernandez Juara...
Raul Fernandez Juara Sprint Race MotoGP Italia 2026, Marc Marquez Kelima
10 jam yang lalu
Campus League 2026 Regional...
Campus League 2026 Regional Jakarta: UPH dan Binus Kompak Melaju ke Final
12 jam yang lalu
Infografis
Super Truk Anti-kiamat...
Super Truk Anti-kiamat Apocalypse, Apa Keunggulannya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved