Takut bersaing, pemain buruan SFC tolak bergabung
Selasa, 28 Agustus 2012 - 05:46 WIB
Takut bersaing, pemain buruan SFC tolak bergabung
A
A
A
Sindonews.com - Manajemen klub Sriwijaya FC akhirnya buka suara. Mereka menjelaskan alasan mengapa banyak pemain buruan yang lepas dari bidikan.
Presiden SFC Dodi Reza Alex mengungkapkan, selain masalah harga yang tidak rasional, para pemain yang masuk radar SFC takut kalah bersaing dengan bintang lama di skuad Laskar Wong Kito.
Pria berkaca mata ini menjelaskan, sebenarnya SFC sudah hampir mencapai kata sepakat dengan sejumlah pemain tengah seperti Asri Akbar, Mahadirga Lasut dan lainnya. Namun, belakangan, setelah masalah harga di antara kedua belah pihak deal, sang pemain juga meminta jaminan agar bisa bermain sebagai pemain reguler di tim inti.
Permintaan inilah yang sulit untuk disanggupi. Apalagi di posisi tengah SFC sudah memiliki para pemain yang sulit untuk digantikan. Sebut saja nama-nama seperti M Ridwan, Firman Utina, Ponaryo Astaman dan Lim Joon Sik yang merupakan komposisi terbaik di posisi masing-masing.
Kondisi itu yang membuat Syamsul Chaeruddin akhirnya memilih hengkang pada putaran kedua Indonesia Super League (ISL) musim lalu. Begitupula dengan Siswanto yang terpaksa harus dicoret dari skuad tim. Dia dikabarkan menginginkan agar musim depan bisa menjadi salah satu prioritas di tim utama. Selain kenaikan gaji yang lebih tinggi dari musim lalu.
’’Ya, itulah realitasnya. Rata-rata pemain bidikan kita sudah down duluan saat kita minta untuk bergabung. Tetapi itu lebih baik dari pada mereka nantinya kecewa di saat telah menjadi bagian dari tim,” jelasnya.
Dodi mengakui, saat melakukan komunikasi dengan para pemain khususnya yang bermain di lini tengah, pihaknya memang tidak mau memberikan iming-iming. Manajemen langsung menanyakan apakah mereka mau jika menjadi pemain pelapis. Meskipun sebenarnya peluang untuk masuk ke tim utama selalu ada.
Selain pemain tengah, kegagalan mendatangkan para penyerang khususnya asing juga ditengarai terjadi dengan alasan yang sama. Apalagi hingga saat ini SFC masih belum mencoret dua penyerang utamanya yakni Keith Jerome ’’Kayamba’’ Gumbs dan Hilton Moreira serta masih melakukan negosiasi.
Akibatnya, beberapa nama seperti Kenji Adachihara, Herman Dzumafo Epandi dan lainnya menolak untuk bergabung bersama SFC. Berbeda dengan klub lainnya seperti Persib Bandung yang secara tegas telah memutus kontrak empat pemain asingnya.
’’Kita bukannya lamban dan tidak tegas dalam menentukan siapa pemain lokal maupun asing yang akan diambil, tetapi hanya kita tidak mau terburu-buru. Lepasnya beberapa pemain buruan saya rasa tidak masalah karena masih banyak pemain lain yang bisa kita rekrut. Bahkan bila perlu kita datangkan pemain yang benar-benar baru dan belum pernah main di Indonesia,” tukasnya.
Presiden SFC Dodi Reza Alex mengungkapkan, selain masalah harga yang tidak rasional, para pemain yang masuk radar SFC takut kalah bersaing dengan bintang lama di skuad Laskar Wong Kito.
Pria berkaca mata ini menjelaskan, sebenarnya SFC sudah hampir mencapai kata sepakat dengan sejumlah pemain tengah seperti Asri Akbar, Mahadirga Lasut dan lainnya. Namun, belakangan, setelah masalah harga di antara kedua belah pihak deal, sang pemain juga meminta jaminan agar bisa bermain sebagai pemain reguler di tim inti.
Permintaan inilah yang sulit untuk disanggupi. Apalagi di posisi tengah SFC sudah memiliki para pemain yang sulit untuk digantikan. Sebut saja nama-nama seperti M Ridwan, Firman Utina, Ponaryo Astaman dan Lim Joon Sik yang merupakan komposisi terbaik di posisi masing-masing.
Kondisi itu yang membuat Syamsul Chaeruddin akhirnya memilih hengkang pada putaran kedua Indonesia Super League (ISL) musim lalu. Begitupula dengan Siswanto yang terpaksa harus dicoret dari skuad tim. Dia dikabarkan menginginkan agar musim depan bisa menjadi salah satu prioritas di tim utama. Selain kenaikan gaji yang lebih tinggi dari musim lalu.
’’Ya, itulah realitasnya. Rata-rata pemain bidikan kita sudah down duluan saat kita minta untuk bergabung. Tetapi itu lebih baik dari pada mereka nantinya kecewa di saat telah menjadi bagian dari tim,” jelasnya.
Dodi mengakui, saat melakukan komunikasi dengan para pemain khususnya yang bermain di lini tengah, pihaknya memang tidak mau memberikan iming-iming. Manajemen langsung menanyakan apakah mereka mau jika menjadi pemain pelapis. Meskipun sebenarnya peluang untuk masuk ke tim utama selalu ada.
Selain pemain tengah, kegagalan mendatangkan para penyerang khususnya asing juga ditengarai terjadi dengan alasan yang sama. Apalagi hingga saat ini SFC masih belum mencoret dua penyerang utamanya yakni Keith Jerome ’’Kayamba’’ Gumbs dan Hilton Moreira serta masih melakukan negosiasi.
Akibatnya, beberapa nama seperti Kenji Adachihara, Herman Dzumafo Epandi dan lainnya menolak untuk bergabung bersama SFC. Berbeda dengan klub lainnya seperti Persib Bandung yang secara tegas telah memutus kontrak empat pemain asingnya.
’’Kita bukannya lamban dan tidak tegas dalam menentukan siapa pemain lokal maupun asing yang akan diambil, tetapi hanya kita tidak mau terburu-buru. Lepasnya beberapa pemain buruan saya rasa tidak masalah karena masih banyak pemain lain yang bisa kita rekrut. Bahkan bila perlu kita datangkan pemain yang benar-benar baru dan belum pernah main di Indonesia,” tukasnya.
(aww)