Peluru Arsenal tidak mempan

Selasa, 28 Agustus 2012 - 10:01 WIB
Peluru Arsenal tidak...
Peluru Arsenal tidak mempan
A A A
Sindonews.com – Rata-rata per laga melepas 14 tembakan ke gawang lawan, hanya tiga yang menemui sasaran, serta belum menciptakan gol. Karena statistik tersebut, Arsenal menjadi salah satu tim dengan performa ofensif terburuk pada awal Liga Primer musim ini.

Data itu pula yang membuat striker anyar The Gunners––julukan Arsenal––dikritik habis-habisan.Oliver Giroud dan Lukas Podolski dianggap gagal mengisi lubang yang ditinggalkan Robin van Persie. Keduanya bahkan sudah dicap sebagai pembelian gagal,meski kompetisi 2012/2013 baru berjalan dua pertandingan. Cercaan tersebut memaksa Pelatih Arsene Wenger angkat bicara.

Nakhoda berkebangsaan Prancis ini mengakui timnya merindukan produktivitas Van Persie.Namun,Wenger yakin Gidoud dan Podolski dapat segera menyumbang gol bagi klub London Utara tersebut. “Saya tahu kami kehilangan striker hebat.Saya telah 30 tahun menekuni sepak bola.Saya tahu apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pemain,” ungkap Wenger,dikutip Eurosport.

Keterpurukan Arsenal pada kategori ofensif sebenarnya bukan disebabkan ketumpulan penyerang saja.Pemain di lini lain juga harus bertanggung jawab. Gelandang Santi Cazorla contohnya.Dia rata-rata melepas lima tembakan per laga, tapi semua aksinya tidak ada yang berbuah manis. “Tidak ada alasan.Kami memang jelek. Kami menciptakan banyak kesempatan tapi tidak mengambilnya,”kata gelandang Mikel Arteta.

Klub Liga Primer terbaik menyangkut rasio gol adalah Fulham.Pasukan Martin Jol hanya membutuhkan 2,1 tembakan untuk merobek gawang lawan.Menyusul kemudian Swansea City (2,6) dan West Bromwich Albion (4,25). Klub besar terbaik bertengger di urutan 5.Gol Chelsea,yang memimpin klasemen, dicetak dari 4,6 tembakan.Di belakang Chelsea hadir juara bertahan Manchester City (4,8).Runner-up musim lalu Manchester United melepas 8,3 tembakan demi merobek gawang lawan.

Sementara Liverpool membutuhkan usaha lebih banyak (9),begitu pula Tottenham Hotspur (12,5). Keberhasilan klub-klub medioker merajai kategori ini merupakan fenomena tersendiri.Namun,kesuksesan mereka bisa dijelaskan menggunakan hukum alam.Dengan kualitas skuad berada di bawah tim papan atas,mereka dituntut memaksimalkan setiap kesempatan jika mau memetik angka.Kondisi ini memaksa klub tersebut meningkatkan efisiensi.

Sebaliknya,klub besar otomatis memiliki banyak momen mengancam pertahanan musuh.Namun,rasio efektivitas klub kuat menjadi rendah karena perjuangan mati-matian lawan melindungi gawang mereka.Faktor memandang remeh juga membuat klub papan atas cenderung menyia-nyiakan peluang
(wbs)
Berita Terkait
Wenger Berharap Mikel...
Wenger Berharap Mikel Arteta Bisa Kembalikan Budaya Arsenal
Mengenang Jose Antonio...
Mengenang Jose Antonio Reyes, Penggawa Invincibles Arsenal 1 Dasawarsa Lalu
Tekuk Tottenham Hotspur,...
Tekuk Tottenham Hotspur, Arsenal Makin Berjaya di Puncak Klasemen
Mikel Arteta Harap Aubameyang...
Mikel Arteta Harap Aubameyang Perpanjang Kontrak di Arsenal
Orlando City vs Arsenal:...
Orlando City vs Arsenal: The Gunners Petik 4 Kemenangan Beruntun Usai Tekuk The Lions
Arsenal Curi Poin Penuh...
Arsenal Curi Poin Penuh dari Markas Chelsea
Berita Terkini
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
12 menit yang lalu
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
2 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
H-3 Piala AFF 2026,...
H-3 Piala AFF 2026, Kapan Daftar Pemain Timnas Indonesia Diumumkan?
5 jam yang lalu
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
7 jam yang lalu
DBL Indonesia Lepas...
DBL Indonesia Lepas Tim ke Amerika Serikat, Musim 2026-2027 Digelar di 31 Kota
8 jam yang lalu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved