Udinese kian terpuruk
Kamis, 30 Agustus 2012 - 09:34 WIB
Udinese kian terpuruk
A
A
A
Sindonews.com – Udinese kembali patah hati karena gagal lolos ke fase grup Liga Champions. Kekecewaan besar ini sampai membuat Allenatore Francesco Guidolin berencana mengundurkan diri.
Langkah Il Zebrete––julukan Udinese–– terhenti di putaran play-off 2012/2013, setelah kalah adu penalti 4-5 dari wakil Portugal,SC Braga,pada laga kedua, Selasa (28/8).Babak adu keberuntungan terpaksa digelar di Friuli,mengingat skor 1-1 mengulang hasil pertemuan pertama pekan lalu.Maicosuel menjadi biang keladi keterpurukan Udinese seusai tidak mampu menunaikan tugas sebagai algojo ketiga.
“Saya begitu terluka.Saya hanya dapat mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain yang memberikan usaha terbaik.Saya minta maaf tidak bisa mewujudkan impian,”kata Guidolin, dilansir Football Italia. “Tampaknya saya memang tidak diizinkan membawa Udinese ke Liga Champions,mungkin itu takdir.Saya terima keadaan ini dan siap tanggung jawab.Sekarang saya ingin memikirkan masa depan.
” Guidolin pantas terpukul.Dia sebelumnya telah merasakan nestapa serupa kala Udinese juga terpaku pada babak play-off Liga Champions 2011/2012.Ketika itu, mereka kalah agregat 1-3 melawan Arsenal. Padahal,Guidolin sudah melakukan segalanya agar Antonio di Natale dkk ambil bagian di panggung paling bergengsi Eropa. Hebatnya,prestasi itu dicapai walau situasi tidak menguntungkan.
Ya,Guidolin terpaksa melepas pemain bintang karena Udinese bukan klub kaya.Pada 2010/2011,dia melego Gaetano D’Agostino, Simone Pepe,Marco Motta, dan Antonio Floro Flores. Namun,Udinese dibantunya menempati urutan 4.Peristiwa yang sama terulang musim 2011/2012.Alexis Sanchez,Gokhan Inler,dan Cristian Zapata dilepas.
Namun, Il Zebrete justru sukses memperbaiki prestasi dan menduduki peringkat 3 Seri A. Kondisi sama terjadi lagi pada kesempatan kali ini.Udinese melepas Samir Handanovic,Kwadwo Asamoah,dan Mauricio Isla.Entah apa peruntungan Udinese jika trio pemain kunci tersebut masih memperkuat tim. “Tidak ada gunanya berandaiandai.
Kami tahu butuh usaha ekstra untuk mengikuti babak utama Liga Champions,” ungkap bek Maurizio Domizzi. “Kini,kami mesti berjuang lagi dari awal. Rasanya mustahil dapat kembali masuk 3 besar.Target realistis adalah menempati 6 besar. Keadaan inilah yang membuat kekalahan tadi sulit diterima.Sebab,kami mungkin tidak bisa lagi mencicipi Liga Champions. Itulah nasib klub seperti Udinese.
” Di tengah air mata Udinese, kegembiraan besar mewarnai keberhasilan Braga tampil di Liga Champions pertama kali sepanjang sejarah. Capaian ini sekaligus meneruskan penampilan cemerlang pasukan Jose Peseiro di pentas Benua Biru. Sebelumnya, Os Arcebispos–– julukan Braga––mampu menembus final Liga Europa 2010/2011.
Langkah Il Zebrete––julukan Udinese–– terhenti di putaran play-off 2012/2013, setelah kalah adu penalti 4-5 dari wakil Portugal,SC Braga,pada laga kedua, Selasa (28/8).Babak adu keberuntungan terpaksa digelar di Friuli,mengingat skor 1-1 mengulang hasil pertemuan pertama pekan lalu.Maicosuel menjadi biang keladi keterpurukan Udinese seusai tidak mampu menunaikan tugas sebagai algojo ketiga.
“Saya begitu terluka.Saya hanya dapat mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain yang memberikan usaha terbaik.Saya minta maaf tidak bisa mewujudkan impian,”kata Guidolin, dilansir Football Italia. “Tampaknya saya memang tidak diizinkan membawa Udinese ke Liga Champions,mungkin itu takdir.Saya terima keadaan ini dan siap tanggung jawab.Sekarang saya ingin memikirkan masa depan.
” Guidolin pantas terpukul.Dia sebelumnya telah merasakan nestapa serupa kala Udinese juga terpaku pada babak play-off Liga Champions 2011/2012.Ketika itu, mereka kalah agregat 1-3 melawan Arsenal. Padahal,Guidolin sudah melakukan segalanya agar Antonio di Natale dkk ambil bagian di panggung paling bergengsi Eropa. Hebatnya,prestasi itu dicapai walau situasi tidak menguntungkan.
Ya,Guidolin terpaksa melepas pemain bintang karena Udinese bukan klub kaya.Pada 2010/2011,dia melego Gaetano D’Agostino, Simone Pepe,Marco Motta, dan Antonio Floro Flores. Namun,Udinese dibantunya menempati urutan 4.Peristiwa yang sama terulang musim 2011/2012.Alexis Sanchez,Gokhan Inler,dan Cristian Zapata dilepas.
Namun, Il Zebrete justru sukses memperbaiki prestasi dan menduduki peringkat 3 Seri A. Kondisi sama terjadi lagi pada kesempatan kali ini.Udinese melepas Samir Handanovic,Kwadwo Asamoah,dan Mauricio Isla.Entah apa peruntungan Udinese jika trio pemain kunci tersebut masih memperkuat tim. “Tidak ada gunanya berandaiandai.
Kami tahu butuh usaha ekstra untuk mengikuti babak utama Liga Champions,” ungkap bek Maurizio Domizzi. “Kini,kami mesti berjuang lagi dari awal. Rasanya mustahil dapat kembali masuk 3 besar.Target realistis adalah menempati 6 besar. Keadaan inilah yang membuat kekalahan tadi sulit diterima.Sebab,kami mungkin tidak bisa lagi mencicipi Liga Champions. Itulah nasib klub seperti Udinese.
” Di tengah air mata Udinese, kegembiraan besar mewarnai keberhasilan Braga tampil di Liga Champions pertama kali sepanjang sejarah. Capaian ini sekaligus meneruskan penampilan cemerlang pasukan Jose Peseiro di pentas Benua Biru. Sebelumnya, Os Arcebispos–– julukan Braga––mampu menembus final Liga Europa 2010/2011.
(wbs)