Totti menjadi inspirator
Selasa, 04 September 2012 - 10:41 WIB
Totti menjadi inspirator
A
A
A
Sindonews.com – Di usia yang tidak lagi muda, il capitano Francesco Totti menjelma menjadi inspirator para pemain muda AS Roma. Terbukti, berkat dua assist Totti, Il Lupo mengalahkan Inter Milan 3-1 di Giuseppe Meazza, dini hari kemarin.
Beroperasi sebagai penyerang tengah dalam skema 4-3-3, Pangeran Roma itu memang tidak berhasil membobol jala gawang portiere Luca Castellazzi.Namun, dia berhasil menjadi inspirator kemenangan Serigala-Serigala Ibu Kota Italia.Berkat pergerakan dan akselerasi Totti,Alessandro Florenzi,Pablo Daniel Osvaldo, hingga Marco Antonio de Mattos Filho alias Marquinho sukses merobek-robek jala I Nerazzurri. “Roma bermain sempurna.
Inilah yang kami butuhkan untuk mengalahkan tim seperti Inter.Saya pikir kami telah menghadapi Inter dengan cara yang benar dan memang sepatutnya dilakukan.Saya merasa dalam kondisi yang baik.Ketika tim ini bermain baik, semuanya menjadi lebih mudah,”ujar Totti, dilansir Football Italia. Mantan bintang Gli Azzurrikelahiran Roma,27 September 1976,itu juga mengaku sebenarnya bertaruh dengan Osvaldo bahwa dia akan mencetak gol pada pertandingan tersebut.
Meski gagal menambah pundi-pundi gol dan kalah taruhan,Totti tidak kecewa.“Saya justru senang salah satu dari kami berhasil mencetak gol dan membawa Roma menang,”ungkap pemain yang telah eksis di Stadio Olimpico sejak 1993 itu. Hanya,kemenangan Roma harus ditebus dengan dua kartu kuning (kartu merah) yang diterima Osvaldo dari wasit Mauro Bergonzi. Mantan striker Espanyol itu terpaksa menepi dari lapangan pada pertandingan Roma selanjutnya.
Berdasarkan jadwal pertandingan,lawan Roma selanjutnya adalah Bologna, Cagliari,dan Sampdoria.Artinya, ketajaman lini depan Roma tanpa Osvaldo pada satu atau dua pertandingan tidak akan terpengaruh. Sebaliknya,kekalahan dari Roma membuat Inter terpukul.Selain harus menanggung malu di depan pendukung setianya,kelayakan Inter bertarung demi scudetto juga kembali dipertanyakan.
Pasalnya,Inter sesungguhnya mampu menyamakan kedudukan di pengujung babak pertama lewat penyerang anyar Antonio Cassano.Sayang,penampilan para pemain lain tidak bagus.Strategi Allenatore Andrea Stramaccioni juga dinilai tidak lebih baik dari Zdenek Zeman. “Kami tidak melakukan permainan dengan baik dalam fase seperti ini.Saya pikir ini lebih merupakan masalah psikologis daripada sepak bola.
Pemain tidak bisa menerima gol seperti itu di kandang.Kemudian,mereka mengalami penurunan mental.Kini,kami memiliki banyak pekerjaan.Sebab,ini tim baru,” ungkap Stramaccioni. Saat disinggung tentang keputusan membarter Giampaolo ‘Pazzo’ Pazzini dengan Cassano, Stramaccioni mengaku tidak menyesal.
Meski Pazzo mencetak hattrick pada laga AC Milan versus Bologna, Sabtu (1/9),Stramaccioni tetap menganggap keputusan di akhir-akhir transfer window tepat dan sesuai kebutuhan tim.Apalagi,Peter Panjuga sudah menunjukkan penampilan bagus dengan berhasil mencetak satu gol dan assistpada dua laga Inter di Seri A.
“Kami harus fokus dan memilih salah satu.Jadi,saya lebih memilih (Diego) Milito dibandingkan Pazzini.Hattrick Pazzini tidak akan mengubah apa pun.Dalam sudut pandang saya,Pazzini dan Milito tidak bisa bermain bersama.Mereka adalah dua penyerang yang memiliki karakter sama,”pungkas suksesor Claudio Ranieri itu.
Beroperasi sebagai penyerang tengah dalam skema 4-3-3, Pangeran Roma itu memang tidak berhasil membobol jala gawang portiere Luca Castellazzi.Namun, dia berhasil menjadi inspirator kemenangan Serigala-Serigala Ibu Kota Italia.Berkat pergerakan dan akselerasi Totti,Alessandro Florenzi,Pablo Daniel Osvaldo, hingga Marco Antonio de Mattos Filho alias Marquinho sukses merobek-robek jala I Nerazzurri. “Roma bermain sempurna.
Inilah yang kami butuhkan untuk mengalahkan tim seperti Inter.Saya pikir kami telah menghadapi Inter dengan cara yang benar dan memang sepatutnya dilakukan.Saya merasa dalam kondisi yang baik.Ketika tim ini bermain baik, semuanya menjadi lebih mudah,”ujar Totti, dilansir Football Italia. Mantan bintang Gli Azzurrikelahiran Roma,27 September 1976,itu juga mengaku sebenarnya bertaruh dengan Osvaldo bahwa dia akan mencetak gol pada pertandingan tersebut.
Meski gagal menambah pundi-pundi gol dan kalah taruhan,Totti tidak kecewa.“Saya justru senang salah satu dari kami berhasil mencetak gol dan membawa Roma menang,”ungkap pemain yang telah eksis di Stadio Olimpico sejak 1993 itu. Hanya,kemenangan Roma harus ditebus dengan dua kartu kuning (kartu merah) yang diterima Osvaldo dari wasit Mauro Bergonzi. Mantan striker Espanyol itu terpaksa menepi dari lapangan pada pertandingan Roma selanjutnya.
Berdasarkan jadwal pertandingan,lawan Roma selanjutnya adalah Bologna, Cagliari,dan Sampdoria.Artinya, ketajaman lini depan Roma tanpa Osvaldo pada satu atau dua pertandingan tidak akan terpengaruh. Sebaliknya,kekalahan dari Roma membuat Inter terpukul.Selain harus menanggung malu di depan pendukung setianya,kelayakan Inter bertarung demi scudetto juga kembali dipertanyakan.
Pasalnya,Inter sesungguhnya mampu menyamakan kedudukan di pengujung babak pertama lewat penyerang anyar Antonio Cassano.Sayang,penampilan para pemain lain tidak bagus.Strategi Allenatore Andrea Stramaccioni juga dinilai tidak lebih baik dari Zdenek Zeman. “Kami tidak melakukan permainan dengan baik dalam fase seperti ini.Saya pikir ini lebih merupakan masalah psikologis daripada sepak bola.
Pemain tidak bisa menerima gol seperti itu di kandang.Kemudian,mereka mengalami penurunan mental.Kini,kami memiliki banyak pekerjaan.Sebab,ini tim baru,” ungkap Stramaccioni. Saat disinggung tentang keputusan membarter Giampaolo ‘Pazzo’ Pazzini dengan Cassano, Stramaccioni mengaku tidak menyesal.
Meski Pazzo mencetak hattrick pada laga AC Milan versus Bologna, Sabtu (1/9),Stramaccioni tetap menganggap keputusan di akhir-akhir transfer window tepat dan sesuai kebutuhan tim.Apalagi,Peter Panjuga sudah menunjukkan penampilan bagus dengan berhasil mencetak satu gol dan assistpada dua laga Inter di Seri A.
“Kami harus fokus dan memilih salah satu.Jadi,saya lebih memilih (Diego) Milito dibandingkan Pazzini.Hattrick Pazzini tidak akan mengubah apa pun.Dalam sudut pandang saya,Pazzini dan Milito tidak bisa bermain bersama.Mereka adalah dua penyerang yang memiliki karakter sama,”pungkas suksesor Claudio Ranieri itu.
(wbs)