PON & SEA Games bukti Kemenpora amburadul
Rabu, 05 September 2012 - 12:08 WIB
PON & SEA Games bukti Kemenpora amburadul
A
A
A
Sindonews.com - Pelaksanaan pesta olahraga SEA Games XXVI dan persiapan Pekan Olahraga Nasional XVIII di Riau yang akan berlangsung 9-21 September 2012 mendatang sarat dengan masalah.
Belum rampungnya sejumlah fasilitas hingga diduga adanya penyelewengan dana, dinilai sebagai bukti amburadulnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Melihat hal tersebut anggota Komisi X, Dedi S Gumelar alias Miing meminta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng segera mengatur langsung persiapan PON Riau. Bahkan seharusnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga turun tangan.
"Bukan hanya Menpora sebagai penanggung jawab, tapi presiden harus turun tangan. Kejadian SEA Games dan PON menunjukkan buruknya managemen perencanaan di Kemenpora," kata pria yang dikenal dengan panggilan Miing ini, di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Politikus PDI perjuangan ini menilai persiapan PON lebih parah dari persiapan Wisma Atlet, SEA Games. Pasalnya hal itu terlihat dari persiapan lapangan menembak, lapangan futsal yang sangat mengecewakan karena tidak kunjung selesai.
Proses pengerjaan proyek PON yang tidak melalui tender melainkan melalui penunjukan langsung dinilai sebagai biang kerok tidak profesionalnya manajemen perencanaan PON. Padahal seharusnya hal tersebut bisa menjadi lebih baik, mengingat sejak tahun 2006 lalu sudah diketahui bahwa PON akan dilaksanakan di Riau.
"Ini karena melakukan penunjukan serta melegalisasi segala persoalan yang di luar peraturan. Tidak ada yang mendesak sebetulnya kalau perencanaannya matang," pungkasnya.
Belum rampungnya sejumlah fasilitas hingga diduga adanya penyelewengan dana, dinilai sebagai bukti amburadulnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Melihat hal tersebut anggota Komisi X, Dedi S Gumelar alias Miing meminta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng segera mengatur langsung persiapan PON Riau. Bahkan seharusnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga turun tangan.
"Bukan hanya Menpora sebagai penanggung jawab, tapi presiden harus turun tangan. Kejadian SEA Games dan PON menunjukkan buruknya managemen perencanaan di Kemenpora," kata pria yang dikenal dengan panggilan Miing ini, di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Politikus PDI perjuangan ini menilai persiapan PON lebih parah dari persiapan Wisma Atlet, SEA Games. Pasalnya hal itu terlihat dari persiapan lapangan menembak, lapangan futsal yang sangat mengecewakan karena tidak kunjung selesai.
Proses pengerjaan proyek PON yang tidak melalui tender melainkan melalui penunjukan langsung dinilai sebagai biang kerok tidak profesionalnya manajemen perencanaan PON. Padahal seharusnya hal tersebut bisa menjadi lebih baik, mengingat sejak tahun 2006 lalu sudah diketahui bahwa PON akan dilaksanakan di Riau.
"Ini karena melakukan penunjukan serta melegalisasi segala persoalan yang di luar peraturan. Tidak ada yang mendesak sebetulnya kalau perencanaannya matang," pungkasnya.
(akr)