Menpora klaim PON on the track
Rabu, 05 September 2012 - 12:51 WIB
Menpora klaim PON on the track
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng mengklaim telah mengikuti semua aturan yang ada terkait dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau. Dia berjanji melakukan pemantauan guna menghindari adanya penyelewengan dana.
"Kami mengikuti semua aturan-aturan yang ada dan untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan, pihaknya akan memberi pendampingan mulai dari Jaksa Agung hingga Kapolri," ungkap Menpora Andi Mallarangeng di DPR, Senayan, Jakarta Rabu (5/9/2012).
"Intinya kami telah mengikuti aturan yang ada, makanya diberikan pendampingan dari berbagai macam instansi untuk memastikan semuanya sesuai dengan aturan," sambungnya.
Sedangkan terkait dengan pembangunan venue untuk pelaksanaan PON Riau yang sempat terhenti. Andi menjelaskan penghentian pembangunan proyek tersebut disebabkan karena belum disahkannya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk daerah tersebut. Hal tersebut juga menjadi alasannya kenapa pelaksanaan PON Riau terkesan terlalu pendek.
"Karena pelaksaan ini dananya bersumber dari APBD, maka sempat terhenti karena persoalan APBD tidak kunjung disahkan DPRD. Dananya belum bisa dicairkan. Kemudian ada percepatan dan pendampingan untuk memastikan tidak ada penyimpangan," jelasnya.
Dia juga menambahkan untuk perkembangan pembangunan venue-venue PON, ia mengatakan telah memasuki tahap penyelesaian akhir seperti lapangan menembak dan futsal yang sudah siap.
"Tadi malam saya mendapatkan laporan venue futsal katanya atapnya sudah selesai. Menembak juga semua peralatan sudah terpasang semua dan hari ini insya Allah finishing semua, dengan demikian maka bisa fungsional," pungkasnya.
"Kami mengikuti semua aturan-aturan yang ada dan untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan, pihaknya akan memberi pendampingan mulai dari Jaksa Agung hingga Kapolri," ungkap Menpora Andi Mallarangeng di DPR, Senayan, Jakarta Rabu (5/9/2012).
"Intinya kami telah mengikuti aturan yang ada, makanya diberikan pendampingan dari berbagai macam instansi untuk memastikan semuanya sesuai dengan aturan," sambungnya.
Sedangkan terkait dengan pembangunan venue untuk pelaksanaan PON Riau yang sempat terhenti. Andi menjelaskan penghentian pembangunan proyek tersebut disebabkan karena belum disahkannya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk daerah tersebut. Hal tersebut juga menjadi alasannya kenapa pelaksanaan PON Riau terkesan terlalu pendek.
"Karena pelaksaan ini dananya bersumber dari APBD, maka sempat terhenti karena persoalan APBD tidak kunjung disahkan DPRD. Dananya belum bisa dicairkan. Kemudian ada percepatan dan pendampingan untuk memastikan tidak ada penyimpangan," jelasnya.
Dia juga menambahkan untuk perkembangan pembangunan venue-venue PON, ia mengatakan telah memasuki tahap penyelesaian akhir seperti lapangan menembak dan futsal yang sudah siap.
"Tadi malam saya mendapatkan laporan venue futsal katanya atapnya sudah selesai. Menembak juga semua peralatan sudah terpasang semua dan hari ini insya Allah finishing semua, dengan demikian maka bisa fungsional," pungkasnya.
(akr)