Panjat Tebing DIY yakin lebih dari 2 emas
Kamis, 06 September 2012 - 14:16 WIB
Panjat Tebing DIY yakin lebih dari 2 emas
A
A
A
Sindonews.com – Tim Panjat Tebing DIY pada PON XVIII Riau sumringah. Target dua medali emas di ajang olahraga terbesar di tanah air berpeluang besar terlampaui. Sebab, salah satu kandidat kuat penghalang di nomor speed track dan speed world record, Evi Neliwati dipastikan absen.
Evi batal berpartisipasi akibat kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, DIY yang mengandalkan peraih emas SEA Games, Fitriyani berpeluang menyumbangkan emas di dua nomor yang menjadi spesialis Evi tersebut.
“Evi akhirnya absen. Kondisi ini seharusnya bisa dimanfaatkan atlet kita. Dia dominan di dua nomor yaitu speed track dan speed world record. Karena sudah dipastikan batal berpartisipasi, kita seharusnya bisa menyumbang lebih dari dua emas,” kata Arif Nurhartanto, Manajer Tim Panjat Tebing DIY, Rabu (5/9/2012)
Meski begitu, Arif mengaku turut bersimpati atas musibah yang dialami Evi. Terlebih dia merupakan mantan atlet Kota Gudeg. Dia berharap, andalan Indonesia di level internasional itu bisa segera pulih dan kembali menggeluti olahraga yang telah membesarkan namanya. “Dia pemanjat binaan DIY. Karena itu kami turut bersimpati atas musibah yang dialaminya,” terang dia.
Dia menjelaskan, belum siapnya arena panjat tebing di Kota Pekanbaru kemungkinan mengganggu psikologis tim DIY. Hanya saja, kondisi itu dipastikan juga mengganggu psikologis tim daerah lain. Sehingga, tim yang lebih siap secara psikologis dipastikan akan memetik keuntungan dari situasi ini.
“Jika atlet DIY bisa menjaga mentalnya sedangkan pemanjat daerah lain tidak, jelas akan menguntungkan. Kami sudah mewanti-wanti agar atlet tidak menghiraukan belum siapnya arena. Pokoknya lebih dari dua emas seharusnya bisa.
DIY diwakili 10 atlet Panjat Tebing di PON 2012 ini. Fitriyani menjadi tulang punggung untuk mendulang emas pada rangkaian lomba yang dimulai pada 9 September mendatang.
Fitriyani sendiri mengaku siap mengeluarkn kemampuan terbaik untuk meraih medali emas. Pengalaman membela Merah Putih pada SEA Games lalu menjadi modal berharga bagi putri asal Sleman ini. “InsyaAllah siap. Mudah-mudahan tidak ada kendala berarti,” ucap dia. Sodik/Koran Sindo
Evi batal berpartisipasi akibat kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, DIY yang mengandalkan peraih emas SEA Games, Fitriyani berpeluang menyumbangkan emas di dua nomor yang menjadi spesialis Evi tersebut.
“Evi akhirnya absen. Kondisi ini seharusnya bisa dimanfaatkan atlet kita. Dia dominan di dua nomor yaitu speed track dan speed world record. Karena sudah dipastikan batal berpartisipasi, kita seharusnya bisa menyumbang lebih dari dua emas,” kata Arif Nurhartanto, Manajer Tim Panjat Tebing DIY, Rabu (5/9/2012)
Meski begitu, Arif mengaku turut bersimpati atas musibah yang dialami Evi. Terlebih dia merupakan mantan atlet Kota Gudeg. Dia berharap, andalan Indonesia di level internasional itu bisa segera pulih dan kembali menggeluti olahraga yang telah membesarkan namanya. “Dia pemanjat binaan DIY. Karena itu kami turut bersimpati atas musibah yang dialaminya,” terang dia.
Dia menjelaskan, belum siapnya arena panjat tebing di Kota Pekanbaru kemungkinan mengganggu psikologis tim DIY. Hanya saja, kondisi itu dipastikan juga mengganggu psikologis tim daerah lain. Sehingga, tim yang lebih siap secara psikologis dipastikan akan memetik keuntungan dari situasi ini.
“Jika atlet DIY bisa menjaga mentalnya sedangkan pemanjat daerah lain tidak, jelas akan menguntungkan. Kami sudah mewanti-wanti agar atlet tidak menghiraukan belum siapnya arena. Pokoknya lebih dari dua emas seharusnya bisa.
DIY diwakili 10 atlet Panjat Tebing di PON 2012 ini. Fitriyani menjadi tulang punggung untuk mendulang emas pada rangkaian lomba yang dimulai pada 9 September mendatang.
Fitriyani sendiri mengaku siap mengeluarkn kemampuan terbaik untuk meraih medali emas. Pengalaman membela Merah Putih pada SEA Games lalu menjadi modal berharga bagi putri asal Sleman ini. “InsyaAllah siap. Mudah-mudahan tidak ada kendala berarti,” ucap dia. Sodik/Koran Sindo
(wbs)