Masa depan Hanafing kepentok gaji
Sabtu, 08 September 2012 - 09:41 WIB
Masa depan Hanafing kepentok gaji
A
A
A
Sindonews.com - Kelanjutan karier Hanafing bersama PSIM Yogyakarta suram. Tingginya gaji, membuat manajemen Laskar Mataram, julukan PSIM setengah hati mempertahankan pelatih asal Makassar ini. Bahkan seandainya Hanafing rela menurunkan nilai gajinya.
"Gaji Hanafing sangat tinggi. Bahkan jika gajinya diturunkan pun, tetap di atas rata-rata pemain lokal. Dengan kondisi keuangan tim seperti sekarang, rasanya sulit mempertahankan dia musim depan," kata Media Officer PSIM, Ajiek Tarmidzi, Jumat (7/9/2012).
Menurut Ajiek, prestasi eks Pelatih PSM Makassar dan PSIS Semarang bersama Laskar Mataram terbilang cukup apik. Tim kebanggaan warga Kota Yogyakarta ini temus empat babak empat besar. Tapi fakta itu tak bisa jadi garansi nasib sang arsitek.
"Kondisi tim sangat sulit. Kami tidak berani menggaransi apa pun. Walau pun tentu saja kami akui, prestasinya bersama Nova Zaenal dkk cukup bagus. Tapi kita tidak bisa memaksakan diri pelatih dengan lisensi A AFC ini agar tetap bertahan," jelasnya.
.Hanafing sendiri ditunjuk sebagai arsitek Laskar Mataram setelah PSIM mendapat back up dana dari PT Nirwana Persada Indonesia (NPI). Hanafing plus tiga ekspatriat asal Belanda, Emile Linkers, Kristian Adelmund, serta Lorenzo Rimkus digaji langsung oleh PT NPI.
Persoalan muncul setelah suplai dana untuk gaji dari PT NPI seret di tengah jalan. Manajemen Laskar Mataram dibuat kelimpungan melunasi gaji mereka. "Kami belum bisa memutuskan apa-apa sekarang," terangnya.
Hanafing sendiri mengaku belum mengetahui nasibnya bersama tim kebanggaan Brajamusti dan The Maident. Saat ini dirinya hanya bisa menunggu kepastian dari manajemen. "Saya belum dapat kabar apa-apa. Jadi musim depan bagaimana, saya belum tahu," ucap dia.
"Gaji Hanafing sangat tinggi. Bahkan jika gajinya diturunkan pun, tetap di atas rata-rata pemain lokal. Dengan kondisi keuangan tim seperti sekarang, rasanya sulit mempertahankan dia musim depan," kata Media Officer PSIM, Ajiek Tarmidzi, Jumat (7/9/2012).
Menurut Ajiek, prestasi eks Pelatih PSM Makassar dan PSIS Semarang bersama Laskar Mataram terbilang cukup apik. Tim kebanggaan warga Kota Yogyakarta ini temus empat babak empat besar. Tapi fakta itu tak bisa jadi garansi nasib sang arsitek.
"Kondisi tim sangat sulit. Kami tidak berani menggaransi apa pun. Walau pun tentu saja kami akui, prestasinya bersama Nova Zaenal dkk cukup bagus. Tapi kita tidak bisa memaksakan diri pelatih dengan lisensi A AFC ini agar tetap bertahan," jelasnya.
.Hanafing sendiri ditunjuk sebagai arsitek Laskar Mataram setelah PSIM mendapat back up dana dari PT Nirwana Persada Indonesia (NPI). Hanafing plus tiga ekspatriat asal Belanda, Emile Linkers, Kristian Adelmund, serta Lorenzo Rimkus digaji langsung oleh PT NPI.
Persoalan muncul setelah suplai dana untuk gaji dari PT NPI seret di tengah jalan. Manajemen Laskar Mataram dibuat kelimpungan melunasi gaji mereka. "Kami belum bisa memutuskan apa-apa sekarang," terangnya.
Hanafing sendiri mengaku belum mengetahui nasibnya bersama tim kebanggaan Brajamusti dan The Maident. Saat ini dirinya hanya bisa menunggu kepastian dari manajemen. "Saya belum dapat kabar apa-apa. Jadi musim depan bagaimana, saya belum tahu," ucap dia.
(wbs)