Emas aeromodeling lepas, Jatim gigit jari
Sabtu, 08 September 2012 - 02:02 WIB
Emas aeromodeling lepas, Jatim gigit jari
A
A
A
Sindonews.com - Ambisi Jawa Timur untuk meraih emas pertama Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII kandas. Ironisnya, bukan hanya gagal meraih emas, tapi juga sama sekali tidak mendapatkan medali di cabor aeromodeling kelas free flight (terbang bebas) yang berakhir Jumat siang (7/9).
Di sektor putra medali emas jatuh ke tangan Banten melalui Novandri Sebastian. Sedangkan medali perak diraih Gunawan Prasetya dari Kalimantan Tengah (Kalteng) disusul Suharisman dari Kalimantan Barat (Kalbar) dengan medali perunggu.
Lepasnya medali emas ini cukup mengherankan. Sebab, di dua hari pertama dua atlet Jatim selalu memimpin perolehan poin sementara. Namun harapan itu akhirnya sirna setelah dua atlet bersaudara asal Jatim, Erick Limanhadi dan Beny Limanhadi hanya berhasil finish di posisi keempat dan kelima.
Tak hanya di kelompok putra, di sektor putri, atlet andalan Jatim, Sri Wahyuningsih hanya duduk di peringkat keenam. Sedangkan medali emas jatuh di tangan jagoan Jawa Tengah (Jateng), Nanik Nofianti. Bukan hanya itu, Jateng juga berjaya dengan medali perak atas nama Alfindita Anggriasa.
Sementara Fitriana Puspa dari Kalbar mendulang perunggu. Manajer Tim Aeromodeling Jatim, Gajah Perdana tak banyak berkomentar mengenai kegagalan ini. "Gagal, Jatim di nomor 4 dan 5," ujarnya yang enggan menjelaskan alasan kegagalan Jatim.
Pada PON XVII Kalimantan Timur (Kaltim) 2008 lalu, aeromodeling Banten cukup disegani dengan meraih dua emas, satu perak dan satu perunggu. Saat itu, aeromodeling juga menjadi cabor penyumbang emas terbanyak bagi Banten.
Di sektor putra medali emas jatuh ke tangan Banten melalui Novandri Sebastian. Sedangkan medali perak diraih Gunawan Prasetya dari Kalimantan Tengah (Kalteng) disusul Suharisman dari Kalimantan Barat (Kalbar) dengan medali perunggu.
Lepasnya medali emas ini cukup mengherankan. Sebab, di dua hari pertama dua atlet Jatim selalu memimpin perolehan poin sementara. Namun harapan itu akhirnya sirna setelah dua atlet bersaudara asal Jatim, Erick Limanhadi dan Beny Limanhadi hanya berhasil finish di posisi keempat dan kelima.
Tak hanya di kelompok putra, di sektor putri, atlet andalan Jatim, Sri Wahyuningsih hanya duduk di peringkat keenam. Sedangkan medali emas jatuh di tangan jagoan Jawa Tengah (Jateng), Nanik Nofianti. Bukan hanya itu, Jateng juga berjaya dengan medali perak atas nama Alfindita Anggriasa.
Sementara Fitriana Puspa dari Kalbar mendulang perunggu. Manajer Tim Aeromodeling Jatim, Gajah Perdana tak banyak berkomentar mengenai kegagalan ini. "Gagal, Jatim di nomor 4 dan 5," ujarnya yang enggan menjelaskan alasan kegagalan Jatim.
Pada PON XVII Kalimantan Timur (Kaltim) 2008 lalu, aeromodeling Banten cukup disegani dengan meraih dua emas, satu perak dan satu perunggu. Saat itu, aeromodeling juga menjadi cabor penyumbang emas terbanyak bagi Banten.
(aww)