Wisma Atlet belum layak, atlet sewa kamar
Sabtu, 08 September 2012 - 10:22 WIB
Wisma Atlet belum layak, atlet sewa kamar
A
A
A
Sindonews.com – Kondisi wisma atlet yang masih belum layak pakai membuat kontingen Sumatera Selatan (Sumsel) terpaksa harus menyewa 52 kamar hotel untuk tempat menginap para atletnya.
Atas ketidaknyamanan itu,panitia PON XVIII Riau diminta bertanggung jawab atas ketidaknyamanan ini.Ketua Kontingen Sumsel Dhennie Zainal mengungkapkan, dari informasi yang diperoleh tim pendahulu, diketahui jika kondisi wisma atlet masih memprihatinkan.Untuk itu,demi memberikan kenyamanan kepada para atlet, KONI Sumsel telah mempersiapkan 52 kamar di empat hotel di Pekanbaru.
“Sebetulnya 52 kamar hotel itu tadinya diperuntukkan bagi ofisial dan panitia pendamping cabang olahraga.Namun, melihat kondisi seperti ini,kami terpaksa lebih mengutamakan kenyamanan bagi para atlet yang akan bertanding,”ujarnya. Jadi,untuk beberapa kamar yang telah dipesan sebelumnya di wisma atlet tersebut terpaksa dibatalkan dengan alasan kelayakan seperti yang berada di daerah Pelawan.
Selain itu,karena dana penginapan yang telah dibayar secara penuh sedangkan kondisi masih tidak sesuai yang diharapkan, maka pihak Sumsel akan mempertanyakan perihal tersebut kepada panitia penyelenggara PON Riau. Seharusnya,Pemda Riau selaku penyelenggara bisa lebih profesional dan bisa bergerak cepat untuk mengatasi hal ini.
Apalagi, berbagai permasalahan itu sebenarnya sudah terjadi sebelum rombongan kontingen dari berbagai daerah mulai berdatangan. Selain kontingen Sumsel,para atlet dari daerah lain juga lebih memilih untuk menyewa hotel,penginapan,dan rumah warga lantaran enggan menempati wisma atlet.Padahal, PON XVIII Riau tinggal menghitung hari.Bahkan,sebagian tim masing-masing cabor sudah berada di sana.
Namun ternyata, persiapan tuan rumah sampai sekarang tetap belum rampung 100%. Permasalahan lambannya pengerjaan wisma atlet sebelumnya juga pernah terjadi saat gelaran SEA Games XVI di Palembang. Apalagi,setelah terbongkarnya kasus dugaan korupsi yang melibatkan banyak pihak. Meski begitu,proyek pengerjaan wisma atlet akhirnya bisa diselesaikan sebelum penyelenggaraan multieventolahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara tersebut.
“Tadinya,kami berpikir PON kali ini bisa lebih siap dan menjadikan permasalahan yang terjadi saat SEA Games,kemarin,sebagai pelajaran,tapi ternyata lebih parah.Sekarang selain beberapa venuecabor,wisma atlet pun masih belum siap menjelang pembukaan PON,”ungkap Dhennie. Dari informasi yang diperoleh SINDO, saat ini,pengerjaan wisma atlet di Sport Center Rumbai,Pekanbaru,terus dikebut dengan melibatkan ratusan pekerja yang bekerja siang dan malam.
Atas ketidaknyamanan itu,panitia PON XVIII Riau diminta bertanggung jawab atas ketidaknyamanan ini.Ketua Kontingen Sumsel Dhennie Zainal mengungkapkan, dari informasi yang diperoleh tim pendahulu, diketahui jika kondisi wisma atlet masih memprihatinkan.Untuk itu,demi memberikan kenyamanan kepada para atlet, KONI Sumsel telah mempersiapkan 52 kamar di empat hotel di Pekanbaru.
“Sebetulnya 52 kamar hotel itu tadinya diperuntukkan bagi ofisial dan panitia pendamping cabang olahraga.Namun, melihat kondisi seperti ini,kami terpaksa lebih mengutamakan kenyamanan bagi para atlet yang akan bertanding,”ujarnya. Jadi,untuk beberapa kamar yang telah dipesan sebelumnya di wisma atlet tersebut terpaksa dibatalkan dengan alasan kelayakan seperti yang berada di daerah Pelawan.
Selain itu,karena dana penginapan yang telah dibayar secara penuh sedangkan kondisi masih tidak sesuai yang diharapkan, maka pihak Sumsel akan mempertanyakan perihal tersebut kepada panitia penyelenggara PON Riau. Seharusnya,Pemda Riau selaku penyelenggara bisa lebih profesional dan bisa bergerak cepat untuk mengatasi hal ini.
Apalagi, berbagai permasalahan itu sebenarnya sudah terjadi sebelum rombongan kontingen dari berbagai daerah mulai berdatangan. Selain kontingen Sumsel,para atlet dari daerah lain juga lebih memilih untuk menyewa hotel,penginapan,dan rumah warga lantaran enggan menempati wisma atlet.Padahal, PON XVIII Riau tinggal menghitung hari.Bahkan,sebagian tim masing-masing cabor sudah berada di sana.
Namun ternyata, persiapan tuan rumah sampai sekarang tetap belum rampung 100%. Permasalahan lambannya pengerjaan wisma atlet sebelumnya juga pernah terjadi saat gelaran SEA Games XVI di Palembang. Apalagi,setelah terbongkarnya kasus dugaan korupsi yang melibatkan banyak pihak. Meski begitu,proyek pengerjaan wisma atlet akhirnya bisa diselesaikan sebelum penyelenggaraan multieventolahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara tersebut.
“Tadinya,kami berpikir PON kali ini bisa lebih siap dan menjadikan permasalahan yang terjadi saat SEA Games,kemarin,sebagai pelajaran,tapi ternyata lebih parah.Sekarang selain beberapa venuecabor,wisma atlet pun masih belum siap menjelang pembukaan PON,”ungkap Dhennie. Dari informasi yang diperoleh SINDO, saat ini,pengerjaan wisma atlet di Sport Center Rumbai,Pekanbaru,terus dikebut dengan melibatkan ratusan pekerja yang bekerja siang dan malam.
(wbs)