Karate-Judo DIY bisa sumbang 2 emas
Sabtu, 08 September 2012 - 11:48 WIB
Karate-Judo DIY bisa sumbang 2 emas
A
A
A
Sindonews.com - Olahraga Beladiri menjadi andalan bagi Kontingen DIY pada PON XVIII/2012 Riau. Namun untuk cabang olahraga (cabor) Karate dan Judo masing-masing hanya dipatok membawa pulang 1 medali emas. Kedua cabor ini mulai dipertandingkan besok.
Kabid Binpres Pengprov Forki DIY Irwansyah Ginting mengatakan, lima atlet yang dikirim ke PON tidak dibebani target harus menyabet emas. Tim Karateka DIY tahu diri mengingat persaingan berat di cabor olahraga (cabor) tersebut datang dari kontingen lain terutama DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat. "Sebaiknya bertanding sebaik-baiknya saja," katanya, Sabtu (8/9).
Menurut dia, dari lima atlet yang dikirim peluang mendulang medali termasuk emas memang terbuka. Tim karateka DIY yang bakal bertanding masing-masing untuk putri putra -60 Kilogram (Kg) dan -75 Kg dan putri -50 Kg, +68 Kg dan kata. Dari nomor yang diikuti, peluang meraih emas tetap ada, yakni pada kumite perorangan putra -75 Kg," imbuhnya.
Dia mengatakan, atlet yang bertanding di kumite perorangan putra -75 Kg atas nama Alin Sukma Pranata. "Dia bisa (merebut medali) emas. Kalau pun meleset mungkin dia (Alin) dapat perak atau perunggu. Tapi membawa pulang medali memang terbuka lebar untuk dia," ujarnya.
Ginting menyebutkan, pada kumite perorangan putra -75 Kg ada rival tangguh bagi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut. Atlet tangguh tersebut tidak lain adalah Christo Mondolu dari DKI Jakarta. "Dalam sejumlah laga resmi terakhir, Alin sering kalah saat ketemu Chirsto Mondulu. Namun, pada PON Riau mendatang, kami berharap Alin bisa menang," pintanya.
Sementara itu, untuk jenis bela diri lain seperti cabor Judo, DIY bisa berharap kepada Toga Pramandita. Judoka kelahiran 6 Januari 1986 ini akan terjun di kelas 90 Kg. Peraih medali emas pada Kejurnas Judo di Malang 2011 ini berpeluang menyabet medali emas.
Pelatih Puslatda Judo DIY Iswanda Sutanto mengatakan, kontingen DIY hanya mengirimkan satu atlet Judo atas nama Toga Pramandita. Namun meski hanya mengirim satu atlet, berpeluang meraih medali emas pada PON mendatang. "Targetnya adalah medali emas di PON Riau. Kami optimistis Toga bisa mewujudkannya," kata pelatih berstandar nasional dan internasional.
Secara fisik dan teknik, Toga sudah siap. Teknik kuncian maupun bantingan sudah bagus. Namun, pada PON Riau, persaingan menjadi yang terbaik sangat ketat. Kontingen lain yang diprediksi banyak mendulang medali emas di cabor ini antara lain dari Jawa Barat, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, serta tuan rumah Riau.
Kabid Binpres Pengprov Forki DIY Irwansyah Ginting mengatakan, lima atlet yang dikirim ke PON tidak dibebani target harus menyabet emas. Tim Karateka DIY tahu diri mengingat persaingan berat di cabor olahraga (cabor) tersebut datang dari kontingen lain terutama DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat. "Sebaiknya bertanding sebaik-baiknya saja," katanya, Sabtu (8/9).
Menurut dia, dari lima atlet yang dikirim peluang mendulang medali termasuk emas memang terbuka. Tim karateka DIY yang bakal bertanding masing-masing untuk putri putra -60 Kilogram (Kg) dan -75 Kg dan putri -50 Kg, +68 Kg dan kata. Dari nomor yang diikuti, peluang meraih emas tetap ada, yakni pada kumite perorangan putra -75 Kg," imbuhnya.
Dia mengatakan, atlet yang bertanding di kumite perorangan putra -75 Kg atas nama Alin Sukma Pranata. "Dia bisa (merebut medali) emas. Kalau pun meleset mungkin dia (Alin) dapat perak atau perunggu. Tapi membawa pulang medali memang terbuka lebar untuk dia," ujarnya.
Ginting menyebutkan, pada kumite perorangan putra -75 Kg ada rival tangguh bagi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut. Atlet tangguh tersebut tidak lain adalah Christo Mondolu dari DKI Jakarta. "Dalam sejumlah laga resmi terakhir, Alin sering kalah saat ketemu Chirsto Mondulu. Namun, pada PON Riau mendatang, kami berharap Alin bisa menang," pintanya.
Sementara itu, untuk jenis bela diri lain seperti cabor Judo, DIY bisa berharap kepada Toga Pramandita. Judoka kelahiran 6 Januari 1986 ini akan terjun di kelas 90 Kg. Peraih medali emas pada Kejurnas Judo di Malang 2011 ini berpeluang menyabet medali emas.
Pelatih Puslatda Judo DIY Iswanda Sutanto mengatakan, kontingen DIY hanya mengirimkan satu atlet Judo atas nama Toga Pramandita. Namun meski hanya mengirim satu atlet, berpeluang meraih medali emas pada PON mendatang. "Targetnya adalah medali emas di PON Riau. Kami optimistis Toga bisa mewujudkannya," kata pelatih berstandar nasional dan internasional.
Secara fisik dan teknik, Toga sudah siap. Teknik kuncian maupun bantingan sudah bagus. Namun, pada PON Riau, persaingan menjadi yang terbaik sangat ketat. Kontingen lain yang diprediksi banyak mendulang medali emas di cabor ini antara lain dari Jawa Barat, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, serta tuan rumah Riau.
(wbs)