Voli Pasir Putra DIY optimistis medali emas
Sabtu, 08 September 2012 - 14:29 WIB
Voli Pasir Putra DIY optimistis medali emas
A
A
A
Sindonews.com - Tim bola voli pasir putra DIY optimistis bisa berjaya pada PON XVIII/2012 Riau dengan membawa pulang medali emas. Pada PON sebelumnyadi Kalimantan Timur, mereka juga menjadi yang terbaik. Namun, untuk tim putri bisa menembus 4 besar sudah bagus.
Pelatih Bola Voli Pasir DIY Djoko Sutrisno mengatakan, tim putra DIY terdiri Ade Candra Rahmawan dan Dadang Mustofa. Tim putra mempunyai ambisi pada PON Riau ini yakni dengan mempertahankan raihan medali emas pada PON empat tahun lalu. "PON sebelumnya kami mendapatkan medali emas. Di Riau kami bertekad mempertahankannya," ujarnya, Sabtu (8/9)
Djoko mengakui, mempertahankan prestasi jauh lebih sulit dari pada merebutnya. Hal ini didasari pada peta kekuatan dari kontingen lain yang mengalami kemajuan signifikan. "Mempertahankan medali emas memang sulit, apalagi sekarang ini kekuatan dari daerah lain menanjak. Di kelompok putra ini nyaris tidak ada yang diunggulkan mengingat kekuatan sudah merata," jelasnya.
Namun, dia menyoroti dari 17 kontestan di kelompok putra, ada dua daerah yang menjadi rival terberat, yakni DKI Jakarta dan Bali. Dia berharap pada babak-babak PON Riau ini, DIY tidak langsung bertemu dengan kedua daerah tersebut. "Cabang ini diikuti 17 putra dan 17 putri, kami berharap di babak-babak awal bertemu dulu dengan daerah lain," ungkapnya.
Djoko mengatakan, lawan DIY baru akan diketahui pada saat pengundian grup yang akan digelar 11 September mendatang. "Drawing (undian pool) akan dilakukan 11 September, sehari kemudian langsung dipertandingkan. Kam berharap berada di pool yang muda dulu," pintanya.
Jika kelompok putra bisa diandalkan sebagai pendulang pudi-pundi medali, tidak demikian dengan tim putri. Kelompok putri yang terdiri Rinindya Titis dan Maria Dwiningsih hanya dipatok bisa menembus 4 besar. "Untuk tim putri, kami tidak muluk-muluk. Targetnya hanya ke 4 besar," kata Djoko.
Dia mengakui, catatan tim bola voli pasir putri DIY memang tidak sebagus tim putra. Pada PON sebelumnya, tim putri juga tidak berangkat karena terlempar dari 4 besar saat Pra PON. "PON kali ini adalah kekutsertaan yang pertama bagi tim putri. Harapan kami Rini dan Maria bisa tampil maksimal," ungkapnya.
Persiangan tim putri ini berbeda dengan tim putra. Jika tim putra yang menjadi unggulan adalah DIY, DKI Jakarta dan Bali, maka untuk tim putri ini justru dari Kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB). "Tim putri NTB kuat, kemungkinan besar mereka yang berjaya di tim putri nanti," ujarnya
Pelatih Bola Voli Pasir DIY Djoko Sutrisno mengatakan, tim putra DIY terdiri Ade Candra Rahmawan dan Dadang Mustofa. Tim putra mempunyai ambisi pada PON Riau ini yakni dengan mempertahankan raihan medali emas pada PON empat tahun lalu. "PON sebelumnya kami mendapatkan medali emas. Di Riau kami bertekad mempertahankannya," ujarnya, Sabtu (8/9)
Djoko mengakui, mempertahankan prestasi jauh lebih sulit dari pada merebutnya. Hal ini didasari pada peta kekuatan dari kontingen lain yang mengalami kemajuan signifikan. "Mempertahankan medali emas memang sulit, apalagi sekarang ini kekuatan dari daerah lain menanjak. Di kelompok putra ini nyaris tidak ada yang diunggulkan mengingat kekuatan sudah merata," jelasnya.
Namun, dia menyoroti dari 17 kontestan di kelompok putra, ada dua daerah yang menjadi rival terberat, yakni DKI Jakarta dan Bali. Dia berharap pada babak-babak PON Riau ini, DIY tidak langsung bertemu dengan kedua daerah tersebut. "Cabang ini diikuti 17 putra dan 17 putri, kami berharap di babak-babak awal bertemu dulu dengan daerah lain," ungkapnya.
Djoko mengatakan, lawan DIY baru akan diketahui pada saat pengundian grup yang akan digelar 11 September mendatang. "Drawing (undian pool) akan dilakukan 11 September, sehari kemudian langsung dipertandingkan. Kam berharap berada di pool yang muda dulu," pintanya.
Jika kelompok putra bisa diandalkan sebagai pendulang pudi-pundi medali, tidak demikian dengan tim putri. Kelompok putri yang terdiri Rinindya Titis dan Maria Dwiningsih hanya dipatok bisa menembus 4 besar. "Untuk tim putri, kami tidak muluk-muluk. Targetnya hanya ke 4 besar," kata Djoko.
Dia mengakui, catatan tim bola voli pasir putri DIY memang tidak sebagus tim putra. Pada PON sebelumnya, tim putri juga tidak berangkat karena terlempar dari 4 besar saat Pra PON. "PON kali ini adalah kekutsertaan yang pertama bagi tim putri. Harapan kami Rini dan Maria bisa tampil maksimal," ungkapnya.
Persiangan tim putri ini berbeda dengan tim putra. Jika tim putra yang menjadi unggulan adalah DIY, DKI Jakarta dan Bali, maka untuk tim putri ini justru dari Kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB). "Tim putri NTB kuat, kemungkinan besar mereka yang berjaya di tim putri nanti," ujarnya
(wbs)