Putri DKI sabet emas menara 10 meter
Senin, 10 September 2012 - 23:51 WIB
Putri DKI sabet emas menara 10 meter
A
A
A
Sindonews.com - Tim putri loncat indah DKI Jakarta mendominasi cabang loncat indah. Pasangan Linadina Yasmin dan Sari Ambarwati berhak meraih medali emas setelah meraih angka terbaik di kategori menara 10 meter di Hall Sport Center Rumbai, Riau, Senin (10/9).
Lina dan Sari menjadi yang terbaik di kategori itu setelah mengumpulkan total 256,65 poin lewat lima lompatan. Pelompat indah DKI ini unggul 16 poin atas kontingen Jawa Timur (Jatim) Della Dinarsari dan Linar Betilana di posisi kedua, dan Dwi Lidya Sari dan Mariyani asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk medali perunggu. Setelah pengumuman, pasangan terbaik putri ini pun tak bisa menahan luapan kegembiraan.
''Tentu senang dan bangga. Kita gak nyangka bisa dapat emas, tapi ini sesuai dengan target. Terima kasih buat pelatih, orang tua, dan semua masyarakat Jakarta yang terus memberikan dukungan,” ungkap Lina, usai pengalungan medali.
Lina juga menambahkan, dirinya akan berlatih lebih giat lagi untuk mencapai salah satu mimpinya memberikan medali pada Indonesia di Asian Games. Begitu pula Sari yang merupakan pasangan Lina. Baginya, kemenangan ini adalah modal untuk menggapai medali lainnya yang lebih tinggi.
Jika tim putri DKI berhasil meraih emas, maka tim putra DKI Andriyan dan Adityo hanya mampu meraih medali perak. Peloncat indah putra Jatim Husaini dan Ahmad Subekti menjadi yang terbaik di kategori papan sinkro tiga meter setelah mengumpulkan 357,21 poin dari enam kali lompatan. Sedangkan atlet Jakarta hanya mengumpulkan 333,51 poin. Medali perunggu diraih kontingen Jawa Barat A Sukran dan Kristedi.
Kendati Jakarta gagal di nomor tersebut, DKI berharap mampu meraih emas dari kategori nomor lainnya yang belum dilombakan. Setidaknya masih ada beberapa nomor lomba yang akan dipertandingkan hari ini. “Semoga di nomor lainnya kita mampu tampil maksimal,” tandas Andriyan.
Sementara dari cabang atletik, pelempar cakram putri Jawa Tengah Dwi Ratnawati berhasil meraih emas setelah menyelesaikan lemparan terbaik dengan catatan 46,67 meter.
Dwi mengaku cukup puas kendati catatan ini bukan yang terbaik dibandingkan dengan catatan yang dibuatnya saat menjuarai PON Kaltim 2008.
Sedangkan medali perak di nomor ini diraih atlet tuan rumah Sulastri dan medali perak diraih Palupi Asdanari asal Jatim.
Lina dan Sari menjadi yang terbaik di kategori itu setelah mengumpulkan total 256,65 poin lewat lima lompatan. Pelompat indah DKI ini unggul 16 poin atas kontingen Jawa Timur (Jatim) Della Dinarsari dan Linar Betilana di posisi kedua, dan Dwi Lidya Sari dan Mariyani asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk medali perunggu. Setelah pengumuman, pasangan terbaik putri ini pun tak bisa menahan luapan kegembiraan.
''Tentu senang dan bangga. Kita gak nyangka bisa dapat emas, tapi ini sesuai dengan target. Terima kasih buat pelatih, orang tua, dan semua masyarakat Jakarta yang terus memberikan dukungan,” ungkap Lina, usai pengalungan medali.
Lina juga menambahkan, dirinya akan berlatih lebih giat lagi untuk mencapai salah satu mimpinya memberikan medali pada Indonesia di Asian Games. Begitu pula Sari yang merupakan pasangan Lina. Baginya, kemenangan ini adalah modal untuk menggapai medali lainnya yang lebih tinggi.
Jika tim putri DKI berhasil meraih emas, maka tim putra DKI Andriyan dan Adityo hanya mampu meraih medali perak. Peloncat indah putra Jatim Husaini dan Ahmad Subekti menjadi yang terbaik di kategori papan sinkro tiga meter setelah mengumpulkan 357,21 poin dari enam kali lompatan. Sedangkan atlet Jakarta hanya mengumpulkan 333,51 poin. Medali perunggu diraih kontingen Jawa Barat A Sukran dan Kristedi.
Kendati Jakarta gagal di nomor tersebut, DKI berharap mampu meraih emas dari kategori nomor lainnya yang belum dilombakan. Setidaknya masih ada beberapa nomor lomba yang akan dipertandingkan hari ini. “Semoga di nomor lainnya kita mampu tampil maksimal,” tandas Andriyan.
Sementara dari cabang atletik, pelempar cakram putri Jawa Tengah Dwi Ratnawati berhasil meraih emas setelah menyelesaikan lemparan terbaik dengan catatan 46,67 meter.
Dwi mengaku cukup puas kendati catatan ini bukan yang terbaik dibandingkan dengan catatan yang dibuatnya saat menjuarai PON Kaltim 2008.
Sedangkan medali perak di nomor ini diraih atlet tuan rumah Sulastri dan medali perak diraih Palupi Asdanari asal Jatim.
(aww)