Ditonton gubernur Jatim, panjat dinding gagal kawinkan emas
Selasa, 11 September 2012 - 00:16 WIB
Ditonton gubernur Jatim, panjat dinding gagal kawinkan emas
A
A
A
Sindonews.com - Tim panjat dinding Jawa Timur gagal mengawinkan emas di nomor boulder beregu dalam babak final yang digelar di area panjat Universitas Riau, Senin sore (10/9).
Disaksikan Gubernur Jatim Soekarwo, tim boulder putra yang tampil pertama tampil mengecewakan tanpa mendapat medali. Untungnya tim putri panjat tebing Jatim tampil sempurna. Anitama Purnawati dan kawan-kawan berhasil menyabet medali emas pertama di cabor panjat tebing bagi Jatim.
Tim putri, Jatim diperkuat Wilda, Anitama Purnawati, Fitria Hartani, Dian Novitasari dan kapten Ilmawati, Posisi kedua diduduki Kalimantan Timur dan DKI Jakarta di peringkat ketiga.
Setelah resmi mendapat emas, mereka langsung mendapat Bonus mentas sebesar Rp 4 juta tiap atlet. Bonus itu diberikan langsung oleh gubernur sekaligus Komandan Kontingen Jatim, Soekarwo. "Bonus mentas itu diberikan begitu dia berprestasi. Sasaran kita tujuh emas di panjat, " kata Soekarwo.
Sayang, di nomor Boulder Beregu putra tim Jatim yang diperkuat, Nurmansyah, Aan Aviansyah, Akbar Huda Wardana, Abudzar Yulianto, dan kapten Ronald Novar Mamarimbing, gagal mendulang emas.
Posisi pertama ditempati Jawa Tengah, disusul Kalimantan Timur dan DKI Jakarta. Jatim sendiri hanya nangkring di peringkat keempat. Tim Jateng diperkuat Solikhin, Tonny Mamiri, Sutrisno, Sugeng Pamungkas dan kapten Temi Teli Lasa.
Usai laga, sempat muncul protes dari Kaltim dan Jakarta. Mereka menganggap salah satu atlet Jateng, Tonny Mamiri yang main di line 2, belum menyentuh top climb. Namun pihak penyelenggara tetap mengesahkan hasil pertandingan.
Disaksikan Gubernur Jatim Soekarwo, tim boulder putra yang tampil pertama tampil mengecewakan tanpa mendapat medali. Untungnya tim putri panjat tebing Jatim tampil sempurna. Anitama Purnawati dan kawan-kawan berhasil menyabet medali emas pertama di cabor panjat tebing bagi Jatim.
Tim putri, Jatim diperkuat Wilda, Anitama Purnawati, Fitria Hartani, Dian Novitasari dan kapten Ilmawati, Posisi kedua diduduki Kalimantan Timur dan DKI Jakarta di peringkat ketiga.
Setelah resmi mendapat emas, mereka langsung mendapat Bonus mentas sebesar Rp 4 juta tiap atlet. Bonus itu diberikan langsung oleh gubernur sekaligus Komandan Kontingen Jatim, Soekarwo. "Bonus mentas itu diberikan begitu dia berprestasi. Sasaran kita tujuh emas di panjat, " kata Soekarwo.
Sayang, di nomor Boulder Beregu putra tim Jatim yang diperkuat, Nurmansyah, Aan Aviansyah, Akbar Huda Wardana, Abudzar Yulianto, dan kapten Ronald Novar Mamarimbing, gagal mendulang emas.
Posisi pertama ditempati Jawa Tengah, disusul Kalimantan Timur dan DKI Jakarta. Jatim sendiri hanya nangkring di peringkat keempat. Tim Jateng diperkuat Solikhin, Tonny Mamiri, Sutrisno, Sugeng Pamungkas dan kapten Temi Teli Lasa.
Usai laga, sempat muncul protes dari Kaltim dan Jakarta. Mereka menganggap salah satu atlet Jateng, Tonny Mamiri yang main di line 2, belum menyentuh top climb. Namun pihak penyelenggara tetap mengesahkan hasil pertandingan.
(aww)